Drone mikro otonom Tornyol Systems bersiap untuk misi pembasmian nyamuk

Drone Mikro Otonom Tornyol Berhasil Bunuh Nyamuk Secara Langsung

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Tornyol Systems berhasil uji coba drone mikro otonom untuk membunuh nyamuk
  • Drone seberat 40 gram ini berhasil melakukan pembunuhan udara-ke-udara pertama
  • Teknologi menggunakan stasiun sonar LeSonar2 dengan 380 mikrofon dan FPGA
  • Drone dapat mengidentifikasi nyamuk melalui kepakan sayap unik dalam jarak 8 meter
  • Harga sistem mulai dari $1.100 atau $50 per bulan di AS
  • Nyamuk membunuh lebih dari 700.000 orang per tahun, menjadi target utama

Telset.id – Tornyol Systems, sebuah perusahaan teknologi, mengumumkan keberhasilan uji coba drone mikro otonom yang dirancang khusus untuk membasmi nyamuk. Dalam demonstrasi yang direkam, drone seberat 40 gram ini berhasil melakukan pembunuhan udara-ke-udara pertamanya, menandai langkah signifikan menuju pengendalian populasi nyamuk secara otomatis.

Meskipun target dalam video demonstrasi adalah seekor ngengat, perusahaan dengan percaya diri menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan langkah besar menuju pemberantasan nyamuk secara total. Keberhasilan ini diumumkan langsung oleh salah satu pendiri Tornyol Systems, Alex Toussaint, melalui akun media sosialnya pada 14 Juli 2026. Ia juga memberikan ucapan selamat kepada tim teknik yang telah bekerja keras dalam proyek tersebut.

“Kami sangat bersemangat untuk mengumumkan pembunuhan udara-ke-udara pertama kami terhadap seekor ngengat terbang oleh drone mikro otonom. Ini adalah langkah besar menuju pemberantasan total nyamuk,” tulis Toussaint dalam cuitannya.

Motivasi di balik pengembangan teknologi ini sangat serius. Dalam manifesto di situs web perusahaan, Tornyol Systems menyebut nyamuk sebagai salah satu musuh tertua dan terburuk umat manusia. Data yang mereka rilis menunjukkan bahwa nyamuk membunuh lebih dari 700.000 orang setiap tahun, angka yang melebihi jumlah korban dari semua perang yang terjadi saat ini. Selain itu, lebih dari 700 juta orang setiap tahunnya tertular penyakit yang dibawa oleh nyamuk.

“Nyamuk membunuh lebih dari 700.000 orang setiap tahun — lebih dari semua perang saat ini,” demikian pernyataan misi perusahaan. “Lebih dari 700 juta orang tertular penyakit yang ditularkan nyamuk setiap tahun. Penyakit ini berdampak pada banyak negara, termasuk negara Barat, dengan ribuan kasus Virus West Nile di AS saja.”

Visi perusahaan adalah menggunakan teknologi, termasuk drone mikro yang “kecil, murah, namun sangat cepat” ini, untuk memberantas nyamuk sepenuhnya dari area tempat tinggal manusia. Ini adalah pendekatan yang sangat berbeda dengan metode konvensional seperti fogging atau penggunaan kelambu.

Teknologi di Balik Drone Pembasmi Nyamuk

Perjalanan pengembangan teknologi ini sudah dimulai sejak lama. Alex Toussaint pertama kali mempresentasikan idenya di acara Hackaday Supercon 2024 dengan judul “How to Detect (and Kill) Mosquitoes With Off-the-Shelf Electronics.” Sejak saat itu, teknologi yang digunakan telah mengalami penyempurnaan dan miniaturisasi yang signifikan.

Saat ini, sistem drone Tornyol bergantung pada stasiun pangkalan sonar bertahap yang disebut LeSonar2. Stasiun ini dilengkapi dengan 380 mikrofon ponsel pintar dan sebuah FPGA Artix-7 untuk memetakan lingkungan dalam 3D. Data dari stasiun pangkalan ini memungkinkan drone untuk mengukur pergerakan sekecil 0,1 mm dan mengidentifikasi nyamuk melalui tanda kepakan sayap unik mereka.

Drone mikro kemudian menerima perintah dari sebuah PC. PC ini memanfaatkan “sensor bantuan parkir mobil, dan beberapa pemrosesan sinyal digital (DSP) yang cerdas” untuk mencari dan membunuh nyamuk dalam jarak hingga 8 meter (sekitar 26 kaki). Tornyol menyebutkan bahwa mereka akan segera meluncurkan penerapan pada perangkat keras tertanam (embedded hardware) dalam beberapa minggu ke depan, yang akan menghilangkan kebutuhan akan PC.

Sistem ini menawarkan pendekatan yang presisi dan otomatis untuk membasmi nyamuk. Berbeda dengan metode sebelumnya yang pernah kami laporkan, yaitu alat pembasmi nyamuk berbasis AI yang ditempatkan di darat, ini adalah pertama kalinya solusi udara-ke-udara seperti ini berhasil didemonstrasikan.

Bagi Anda yang tertarik dengan perkembangan teknologi serupa, kami juga memiliki artikel tentang Sistem Autonomous yang mulai merambah berbagai sektor.

Harga dan Ketersediaan

Bagi penduduk Amerika Serikat yang tertarik untuk membeli drone otonom Tornyol dan stasiun pangkalannya, perusahaan meminta setoran awal sebesar $100 yang dapat dikembalikan (refundable). Setelah itu, konsumen dapat memilih salah satu dari dua paket pembayaran yang tersedia.

Pertama, paket berlangganan sebesar $50 per bulan. Kedua, paket pembayaran satu kali sebesar $1.100 untuk memiliki sistem tersebut selamanya.

Pencapaian ini membuka jalan baru dalam pengendalian vektor penyakit. Meskipun masih dalam tahap awal, keberhasilan drone mikro otonom dalam melakukan pembunuhan udara-ke-udara menunjukkan potensi besar untuk mengurangi penyebaran penyakit seperti demam berdarah, malaria, dan virus West Nile di masa depan. Inovasi seperti ini juga menunjukkan bagaimana teknologi Autonomous Shuttle dan kendaraan otonom lainnya terus berkembang ke arah yang lebih spesifik.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.