Telset.id – Framework kembali menunjukkan taringnya di pasar PC modular dengan memperkenalkan Framework Desktop versi terbaru yang dibekali RAM 192GB. Langkah ini secara langsung menargetkan pengguna yang membutuhkan kemampuan komputasi tinggi untuk menjalankan model AI besar secara lokal di komputer mereka sendiri.
Perangkat ini diperkenalkan pertama kali di ajang AMD Advancing AI. Dengan kapasitas memori yang sangat besar, Framework Desktop menjadi salah satu PC paling mumpuni untuk menjalankan model AI generatif seperti DeepSeek V4 Flash tanpa harus bergantung pada layanan cloud. Ini adalah kabar baik bagi para pengembang AI, peneliti, dan profesional kreatif yang membutuhkan privasi dan kecepatan pemrosesan data.
Jantung dari PC ini adalah prosesor Ryzen AI Max+ Pro 495 dari AMD. Chip ini membawa 16 core Zen 5 murni dengan kecepatan boost mencapai 5.2 GHz. Untuk urusan grafis, Framework menyematkan Radeon 8065S, yang merupakan chip grafis terintegrasi tercepat dari AMD saat ini, dengan 40 unit komputasi RDNA 3.5 yang berjalan di kecepatan 3 GHz. Kombinasi ini menjanjikan performa yang cukup untuk memainkan game AAA di resolusi 1080p, bahkan tanpa kartu grafis diskrit. Harga komponen yang terus naik menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi banderol perangkat ini nantinya.

Fitur utama yang menjadi sorotan adalah dukungan RAM LPDDR5x hingga 192GB. Kapasitas ini bukanlah angka sembarangan. Framework mengklaim bahwa dengan memori sebesar ini, pengguna dapat menjalankan model AI berat seperti DeepSeek V4 Flash secara lokal, dan masih memiliki sisa ruang untuk konteks (context length) yang panjang. Ini adalah lompatan signifikan dari generasi sebelumnya yang hanya memiliki 128GB RAM.
Selain RAM raksasa, Framework Desktop juga dilengkapi dengan slot PCIe x4 yang terbuka untuk kartu ekspansi yang lebih besar. Ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk menambahkan komponen tambahan sesuai kebutuhan. Untuk sistem operasi, pengguna bisa memilih antara Windows atau Linux yang sudah terinstal sebelumnya.
Baca Juga:
Framework juga memamerkan sebuah proof of concept yang sangat menarik. Mereka menghubungkan dua unit Framework Desktop menggunakan kartu jaringan 50GbE. Hasilnya, total memori yang dapat digunakan bersama mencapai 384GB. Ini adalah kemampuan yang luar biasa untuk perangkat sekecil dan seringkas Framework Desktop. Konsep ini membuka kemungkinan untuk membangun klaster komputasi AI skala kecil dengan biaya yang lebih terjangkau.
Namun, semua kecanggihan ini tentu tidak datang dengan harga murah. Framework telah memperingatkan bahwa konfigurasi RAM 192GB ini akan jauh lebih mahal dibandingkan varian yang ada saat ini. Sebagai gambaran, varian 128GB dengan prosesor Ryzen AI Max+ 395 saat ini dibanderol seharga $3,449. Harga ini naik drastis dari harga peluncuran di bulan Februari 2025 yang hanya $1,999, akibat dari kenaikan biaya RAM dan penyimpanan.
Melihat tren kenaikan harga RAM yang terus berlanjut, banyak pihak memperkirakan bahwa model 192GB ini bisa menembus angka $4,500. Hingga berita ini diturunkan, Framework belum mengumumkan harga resmi atau tanggal rilis. Untuk saat ini, perangkat ini masih sebatas pratinjau yang sangat menggoda. Jika melihat rekam jejak Framework, penantian untuk perangkat ini kemungkinan besar akan sepadan, meskipun dompet Anda akan merasakan dampaknya terlebih dahulu.

Inovasi Framework kali ini menegaskan komitmen mereka untuk menghadirkan perangkat keras yang tidak biasa dan benar-benar berorientasi pada kebutuhan pengguna. Dengan fokus pada kemampuan AI lokal, Framework Desktop 192GB RAM ini bisa menjadi solusi ideal bagi mereka yang membutuhkan privasi data dan performa tinggi tanpa harus bergantung pada infrastruktur cloud yang mahal. Fitur terbaru ini menunjukkan bahwa Framework terus berinovasi di tengah tantangan pasar.
Kehadiran Framework Desktop dengan RAM 192GB ini juga menimbulkan pertanyaan tentang arah pengembangan PC di masa depan. Apakah ini akan menjadi tren baru di mana PC rumahan atau kantoran mulai memiliki kapasitas memori yang setara dengan server? Ataukah ini hanya akan menjadi produk niche untuk kalangan tertentu? Yang jelas, Framework telah membuka pintu untuk kemungkinan tersebut.
Bagi para pengembang AI, kemampuan untuk menjalankan model besar secara lokal adalah sebuah terobosan. Mereka tidak perlu lagi khawatir tentang biaya langganan API atau masalah latensi jaringan. Semua pemrosesan bisa dilakukan secara offline, yang berarti lebih cepat dan lebih aman. Framework AI dari Apple juga menunjukkan tren serupa di industri teknologi.
Spesifikasi teknis yang diusung oleh Framework Desktop ini memang impresif. Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah pasar siap untuk produk sekelas ini? Dengan harga yang diprediksi mencapai $4,500, produk ini jelas bukan untuk konsumen biasa. Target pasarnya adalah para profesional, peneliti, dan perusahaan rintisan (startup) di bidang AI yang membutuhkan alat kerja yang mumpuni.
Framework sendiri dikenal sebagai perusahaan yang tidak takut mengambil risiko. Mereka telah membangun reputasi dengan merilis produk-produk yang tidak biasa dan sangat modular. Framework Desktop 192GB RAM ini adalah bukti terbaru dari filosofi tersebut. Mereka tidak hanya mengikuti tren, tetapi mencoba menciptakan tren baru di pasar PC.
Dengan semua kelebihan yang ditawarkan, masih ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Pertama, konsumsi daya dan manajemen termal. Menjalankan 192GB RAM bersama dengan prosesor dan GPU yang bertenaga tentu membutuhkan sistem pendingin yang sangat baik. Kedua, ketersediaan. Produk seperti ini biasanya diproduksi dalam jumlah terbatas, sehingga mungkin akan sulit didapatkan.
Framework belum memberikan detail lebih lanjut mengenai spesifikasi teknis lainnya seperti jenis penyimpanan yang didukung, port yang tersedia, atau dimensi fisik dari casing. Informasi ini kemungkinan akan diumumkan lebih dekat dengan tanggal rilis resmi. Yang jelas, pratinjau ini sudah cukup untuk membuat para penggemar teknologi dan AI menantikan kehadirannya.
Kesimpulannya, Framework Desktop 192GB RAM adalah sebuah pernyataan berani dari Framework. Mereka ingin menunjukkan bahwa PC modular tidak hanya bisa diperbaiki dan ditingkatkan, tetapi juga bisa menjadi mesin AI yang sangat kuat. Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam dunia komputasi personal, dan akan menarik untuk melihat bagaimana pasar meresponnya.





Komentar
Belum ada komentar.