Ilustrasi Galaxy S27 Ultra dengan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan HPB

Galaxy S27 Ultra Tak Sekeren Ekspektasi karena HPB Qualcomm Kurang Efektif

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Tipster Reptalica mengonfirmasi HPB pada Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro tidak seefektif implementasi Exynos
  • HPB pertama kali digunakan pada Exynos 2600, menurunkan suhu AP 30% lebih dingin
  • Exynos 2700 akan menggunakan konfigurasi Side-by-Side (SbS) dengan HPB generasi kedua
  • Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro mendukung LPDDR6 RAM, bandwidth hampir dua kali lipat
  • Qualcomm hanya akan memproduksi dua varian chipset Gen 6, bukan enam
  • Konfigurasi cluster baru 2+3+3 dengan clock speed hingga 5.0GHz
  • Varian binned 7-core akan dijual dengan diskon untuk partner sub-flagship

Telset.id – Kabar buruk datang bagi penggemar Galaxy S27 Ultra. Menurut tipster Reptalica, implementasi fitur pendingin Heat Path Block (HPB) milik Samsung pada chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro tidak seefektif versi asli Exynos. Ini berarti performa termal ponsel flagship berikutnya mungkin tidak se-“cool” yang diharapkan.

Dalam sebuah unggahan di X, Reptalica mengonfirmasi bahwa Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro — chipset yang akan menjadi otak Galaxy S27 Ultra — memang akan mengadopsi HPB seperti yang pertama kali diperkenalkan pada Exynos 2600. Namun, tipster tersebut menegaskan bahwa efektivitas pendinginannya tidak sebaik implementasi Samsung. Reptalica tidak memberikan alasan spesifik mengapa versi Qualcomm kurang optimal.

HPB adalah solusi termal yang pertama kali digunakan Samsung pada Exynos 2600. Dengan menempatkan heat sink tembaga langsung di atas prosesor dan memindahkan DRAM ke samping, Samsung berhasil menurunkan suhu AP hingga 30% lebih dingin dari pendahulunya. Keberhasilan ini membuat Qualcomm dan Apple tertarik untuk mengadopsi teknologi serupa.

Untuk generasi berikutnya, Samsung telah menyempurnakan HPB pada Exynos 2700 dengan konfigurasi Side-by-Side (SbS). Dalam arsitektur ini, AP dan DRAM ditempatkan berdampingan dengan heat sink tembaga di atas keduanya, sehingga panas dari kedua komponen dapat diredam secara bersamaan. Exynos 2700 sendiri akan diproduksi dengan proses node SF2P 2nm milik Samsung Foundry, yang menjanjikan peningkatan performa 12% dan pengurangan konsumsi energi 25% dibandingkan node SF2 sebelumnya.

Meskipun implementasi HPB Qualcomm kurang efektif, Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro tetap menawarkan spesifikasi yang mengesankan. Chipset ini akan menjadi SoC Qualcomm pertama yang mendukung RAM LPDDR6, dengan bandwidth memori hampir dua kali lipat dari LPDDR5X. Peningkatan ini akan mempercepat pemrosesan AI on-device dan pengolahan data GPU.

Qualcomm dikabarkan hanya akan memproduksi dua varian chipset Gen 6, bukan enam seperti rumor sebelumnya:

  • Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro (SM8975): Mendukung LPDDR6 dan LPDDR5X, dibanderol $300 per unit, hanya untuk model flagship termahal seperti Galaxy S27 Ultra.
  • Snapdragon 8 Elite Gen 6 (SM8950): Hanya mendukung LPDDR5X, lebih murah, untuk model flagship reguler.

Konfigurasi cluster juga berubah menjadi 2+3+3 dari sebelumnya 2+6. Detailnya:

  • 2 core “Prime” Phoenix dengan clock speed hingga 5.0GHz
  • 3 core “Performance” Middle
  • 3 core “Efficiency” Middle

Dengan L2 cache 16MB, Qualcomm berharap dapat mengurangi latensi. Karena produksi chip 2nm kompleks dan mahal, Qualcomm juga akan membuat varian “binned” 7-core dengan satu core performa dinonaktifkan dan clock speed CPU/GPU lebih rendah, yang dijual dengan diskon besar ke partner sub-flagship.

Perlu dicatat bahwa Galaxy S26 dan S26+ di pasar seperti Eropa, Korea Selatan, India, dan sebagian besar Asia menggunakan Exynos 2600. Sementara itu, model untuk AS, Kanada, China, dan Jepang menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Galaxy S26 Ultra menggunakan chip Qualcomm di semua pasar. Untuk Galaxy S27 Ultra, chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro akan menjadi andalan global.

Ketidakefektifan HPB Qualcomm ini menjadi catatan penting. Jika benar, Galaxy S27 Ultra mungkin tidak akan setenang Galaxy S26 series dalam hal manajemen termal. Ini bisa berdampak pada performa jangka panjang, terutama untuk gaming berat atau tugas komputasi intensif. Informasi lebih lanjut mengenai desain Galaxy A27 juga telah bocor, menunjukkan perubahan signifikan pada lini menengah Samsung.

Meski demikian, keputusan Qualcomm untuk mengadopsi HPB menunjukkan bahwa teknologi pendingin Exynos diakui industrinya. Hanya saja, eksekusinya belum sempurna. Kita tunggu bagaimana Samsung dan Qualcomm merespons temuan ini menjelang peluncuran Galaxy S27 Ultra pada awal 2027.

Bagi pengguna yang penasaran dengan AI Galaxy deteksi kesehatan hewan peliharaan, fitur ini juga menjadi salah satu daya tarik ekosistem Samsung ke depannya.

[CONTENT_END]

Komentar

Belum ada komentar.