📑 Daftar Isi

Ilustrasi kartu grafis yang harganya mengalami kenaikan 20-40 persen mulai Agustus 2026

Harga Kartu Grafis Gigabyte Naik 20-40% Efektif Agustus 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • CFD Sales Inc. konfirmasi kenaikan harga kartu grafis Gigabyte 20-40% di Jepang
  • Kenaikan efektif untuk pesanan mulai 1 Agustus 2026 akibat revisi harga pabrikan
  • Kenaikan harga dipicu permintaan chip memori untuk AI yang melonjak
  • Harga RTX 5060 kini mendekati MSRP RTX 5060 Ti 8GB di ritel AS
  • RTX 5070 dan RX 9070 dijual 15-18% di atas MSRP, berpotensi tembus US$900
  • Tren kenaikan serupa terjadi di China (hingga 59%) dan Korea Selatan (hingga 30%)
  • Pengecer AS belum terima notifikasi resmi, namun kabar dari Taiwan sebut Nvidia naikkan harga

Telset.id – Kabar buruk kembali menghampiri pasar kartu grafis global. Distributor teknologi asal Jepang, CFD Sales Inc., mengonfirmasi kenaikan harga untuk produk kartu grafis Gigabyte antara 20% hingga 40%. Kenaikan ini efektif untuk pesanan mulai 1 Agustus 2026, dan berpotensi merembet ke merek lain serta pasar Amerika Serikat.

Pemberitahuan resmi dari CFD Sales Inc. yang beredar menyebutkan bahwa kenaikan harga ini dipicu oleh revisi harga dari pabrikan. Dalam pengumuman tersebut, tertulis bahwa produk yang terdampak akan bervariasi, namun diperkirakan terjadi revisi harga sekitar 120% hingga 140% dibandingkan harga saat ini. Angka ini setara dengan kenaikan 20% hingga 40% bagi konsumen.

Graphics Cards

Kenaikan harga ini bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Dalam beberapa pekan terakhir, harga kartu grafis telah merangkak naik tajam di sejumlah negara Asia seperti China dan Korea Selatan. Pemicu utamanya adalah permintaan besar terhadap chip memori untuk kebutuhan AI, yang membuat produsen kesulitan memenuhi pasokan. Dampaknya, biaya produksi kartu grafis mainstream ikut melonjak dan akhirnya dibebankan kepada konsumen.

Seorang pengecer di Amerika Serikat mengonfirmasi kepada Tom’s Hardware bahwa mereka belum menerima pemberitahuan resmi soal penyesuaian harga. Namun, mereka mendengar kabar dari Taiwan mengenai rencana Nvidia menaikkan harga kartu grafis, yang diduga menjadi sumber dari kenaikan yang dilaporkan tersebut.

Situasi ini memperparah kondisi pasar yang sudah tidak sehat. Sejak peluncurannya, harga kartu grafis Blackwell dan RDNA 4 memang kerap berada di atas harga eceran yang disarankan (MSRP), kecuali saat ada diskon musiman. Namun, kenaikan tahun ini telah mendorong harga produk-produk tersebut naik satu tingkat lebih tinggi di tangga performa.

Sebagai contoh, RTX 5060 yang semula dibanderol US$299 kini dijual mendekati harga MSRP RTX 5060 Ti 8GB yang mencapai US$379 di ritel Amerika Serikat. Jika kenaikan lanjutan terjadi, produk-produk ini akan semakin tidak menarik dibandingkan MSRP peluncurannya yang sudah lama berlalu.

Model populer seperti GeForce RTX 5070 dan Radeon RX 9070 saat ini dijual masing-masing 15% dan 18% di atas MSRP aslinya. Kartu grafis ini dulunya menawarkan nilai yang sangat baik untuk performa yang diberikan. Jika gelombang kenaikan harga yang diantisipasi benar-benar terjadi, kita bisa segera melihat kartu-kartu ini mendekati angka US$900.

GPU prices for current-gen Nvidia and AMD

Angka tersebut terasa liar jika mengingat beberapa tahun lalu, jumlah uang yang sama cukup untuk merakit seluruh sistem gaming dari nol. Kondisi ini menunjukkan betapa drastisnya perubahan lanskap harga di industri kartu grafis.

Meski mungkin terlalu dini untuk panik, kenaikan harga di berbagai kawasan mengindikasikan bahwa harga kartu grafis di pasar Amerika Serikat akan semakin memburuk. Pertanyaan yang tersisa hanyalah seberapa besar kenaikan yang akan terjadi.

Tom’s Hardware telah menghubungi Gigabyte untuk menanyakan rencana perusahaan untuk pasar AS dan apakah ada perubahan yang diantisipasi. Selain itu, beberapa pengecer besar AS juga telah dikontak untuk mengetahui apakah mereka menerima pemberitahuan awal dari pemasok atau distributor mengenai potensi kenaikan harga kartu grafis.

Dampak Kenaikan Harga di Berbagai Kawasan

Kenaikan harga kartu grafis di Jepang ini sejalan dengan tren yang terjadi di kawasan Asia lainnya. Di China, MSI dan Colorful telah menaikkan harga seri RTX 50 Nvidia hingga 59% di seluruh lini produk. Sementara itu, di Korea Selatan, harga seri RTX 50 mengalami kenaikan hingga 30%. Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah rantai pasokan dan biaya produksi bersifat global, bukan hanya lokal.

Kurangnya diskon penjualan dan meningkatnya biaya VRAM menjadi faktor utama yang membuat harga kartu grafis generasi saat ini tetap tinggi sepanjang tahun 2026. Produsen kesulitan menekan biaya produksi karena komponen memori terus langka akibat ulah permintaan AI yang tak pernah surut.

Pergeseran permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap perangkat keras AI telah berdampak substansial pada biaya produksi kartu grafis mainstream. Seperti biasa, dampaknya selalu diteruskan ke konsumen di tingkat bawah. Situasi ini diperkirakan akan berlanjut selama permintaan chip memori untuk AI masih tinggi.

Bagi konsumen yang berencana membeli kartu grafis baru, kondisi ini tentu menjadi pertimbangan serius. Harga yang terus merangkak naik membuat keputusan pembelian menjadi semakin sulit, terutama bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas. Sementara itu, para gamer yang sudah memiliki kartu grafis mungkin akan menunda upgrade lebih lama lagi.

Di sisi lain, situasi ini juga berdampak pada industri secara lebih luas. Produsen PC rakitan dan perakit sistem akan menghadapi tekanan margin yang lebih besar. Sementara itu, pasar GPU bekas berpotensi semakin ramai karena konsumen mencari alternatif yang lebih terjangkau.

Meskipun belum ada kepastian mengenai kapan kenaikan harga akan berhenti, satu hal yang jelas: konsumen perlu bersiap menghadapi harga kartu grafis yang semakin tinggi dalam waktu dekat. Rekomendasi paling bijak saat ini adalah memantau perkembangan harga secara berkala dan mempertimbangkan pembelian sebelum kenaikan berikutnya berlaku.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.