Ilustrasi ponsel Honor dengan baterai 14.000 mAh yang sedang dalam pengembangan.

Honor Uji Baterai 14.000 mAh, Tiga Kali Lipat Galaxy S26 Ultra

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Honor dikabarkan mengembangkan ponsel dengan baterai 14.000 mAh
  • Informasi berasal dari pembocor Digital Chat Station di Weibo
  • Ponsel masih dalam tahap NPI, spesifikasi bisa berubah
  • Honor memiliki rekam jejak baterai besar: Honor Power (8.000 mAh) dan X80 Pro Max (11.000 mAh)
  • Ponsel China dengan baterai besar jarang dirilis di Barat
  • Vivo X300 Ultra (6.600 mAh) dan Oppo Find X9 Pro (7.500 mAh) sebagai pembanding
  • Pengguna di Amerika dan Eropa masih bergantung pada merek global seperti Apple dan Samsung

Telset.id – Kabar mengejutkan datang dari dunia smartphone. Sebuah ponsel dengan kapasitas baterai 14.000 mAh dikabarkan sedang dalam tahap pengembangan. Angka ini hampir tiga kali lebih besar dari baterai flagship ternama seperti Galaxy S26 Ultra dan iPhone 17 Pro Max.

Informasi ini pertama kali dibagikan oleh pembocor terkenal asal China, Digital Chat Station, melalui platform Weibo. Meski tidak menyebutkan nama merek secara eksplisit, ia menggunakan emoji yang selama ini sering dikaitkan dengan Honor. Hal ini membuat banyak pihak berspekulasi bahwa Honor adalah dalang di balik proyek baterai raksasa tersebut.

Menurut laporan tersebut, ponsel ini masih berada dalam tahap awal pengembangan yang disebut new product introduction (NPI). Artinya, perangkat belum lolos proses validasi dan spesifikasinya masih bisa berubah drastis sebelum resmi dirilis. Dengan kata lain, peluncuran perangkat ini masih jauh dari kenyataan.

Rekam Jejak Honor dalam Baterai Besar

Rumor ini tidak muncul begitu saja. Honor memiliki rekam jejak yang solid dalam menghadirkan ponsel dengan baterai jumbo. Perusahaan ini menjadi yang pertama memperkenalkan ponsel dengan baterai 8.000 mAh saat meluncurkan Honor Power pada April 2025.

Tidak berhenti di situ, Honor baru saja mengumumkan X80 Pro Max. Ponsel ini tidak hanya dibekali baterai 11.000 mAh, tetapi juga layar dengan kecerahan mencapai 10.000 nit. Spesifikasi ini jelas melampaui apa yang ditawarkan oleh kompetitor dari Amerika dan Korea.

Namun, perlu dicatat bahwa ponsel-ponsel dengan spesifikasi gila ini hampir tidak pernah dirilis di pasar Barat. Bahkan Magic 8 Pro versi Eropa hanya dibekali baterai 6.270 mAh. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan strategi pasar yang signifikan.

Kesenjangan Baterai antara China dan Global

Situasi ini menciptakan kesenjangan yang semakin lebar. Di satu sisi, produsen China seperti Vivo dan Oppo sudah melangkah jauh. Vivo X300 Ultra misalnya, memiliki baterai 6.600 mAh, sementara Oppo Find X9 Pro mengemas baterai 7.500 mAh.

Di sisi lain, raksasa teknologi global seperti Google, Apple, dan Samsung masih bertahan di angka sekitar 5.000 mAh untuk ponsel flagship mereka. Pengguna di Reddit bahkan sudah mulai menyuarakan keinginan mereka agar teknologi baterai silikon-karbon bisa hadir di perangkat Pixel.

Sayangnya, perangkat-perangkat China tersebut praktis tidak pernah masuk ke pasar Amerika Serikat. Peluncuran di Eropa pun sangat terbatas. Inilah yang mungkin menjadi alasan utama mengapa merek-merek besar merasa nyaman tertinggal jauh dari kompetitor China mereka.

Perspektif Pengguna: Antara Kebutuhan dan Kenyamanan

Dari sudut pandang pengguna sehari-hari, baterai 14.000 mAh mungkin terasa berlebihan. Banyak yang merasa bahwa kapasitas sekitar 8.000 mAh sudah lebih dari cukup untuk penggunaan normal selama akhir pekan tanpa perlu mengisi daya.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa Fitur Terbaru dari ponsel-ponsel ini masih jauh dari jangkauan konsumen di luar China. Harapan untuk melihat iPhone atau Galaxy dengan baterai 8.000 mAh mungkin masih akan menjadi mimpi dalam waktu dekat.

A man holding an Honor Magic V8 Pro.

Implikasi bagi Industri Smartphone

Perkembangan ini menunjukkan bahwa perlombaan kapasitas baterai di industri smartphone semakin memanas. Honor, dengan Filosofi Logo yang baru, tampaknya ingin menjadi pemimpin dalam inovasi baterai.

Sementara itu, pengguna di Amerika dan Eropa hanya bisa berharap agar merek-merek populer akhirnya mengadopsi teknologi yang sama. Selama kesenjangan ini masih ada, ponsel dengan daya tahan baterai beberapa hari hanya akan menjadi kenyataan bagi konsumen di China.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.