Telset.id – Bayangkan bisa mengintip Story seseorang tanpa meninggalkan jejak, atau mempertahankan momen penting di feed Anda lebih dari sehari. Itulah yang ditawarkan Instagram Plus, layanan berlangganan baru yang sedang diuji coba Meta. Bocoran terbaru mengindikasikan langkah strategis Meta untuk mendiversifikasi pendapatan di luar iklan, mengikuti jejak kesuksesan Snapchat+.
Layanan ini pertama kali terendus oleh pengguna di Filipina dan Meksiko. Promosi untuk “Instagram Plus” muncul di dalam aplikasi, menawarkan seperangkat fitur premium yang berfokus pada pengalaman Story. Menurut tangkapan layar yang dibagikan konsultan media sosial Matt Navarra, langganan ini membuka akses ke sejumlah kemampuan yang sebelumnya tidak tersedia untuk pengguna biasa. Seorang juru bicara Meta mengonfirmasi uji coba ini kepada Engadget, menyebut Instagram Plus saat ini tersedia di “beberapa negara,” meski tidak merinci negara mana saja. Halaman bantuan khusus di situs web Meta juga menyatakan bahwa fitur ini “tidak tersedia untuk semua orang saat ini.”
Strategi ini bukanlah hal baru di ekosistem media sosial. Snapchat meluncurkan Snapchat+ pada 2022 dan layanan itu telah berhasil menarik jutaan pelanggan, menjadi penggerak signifikan untuk pendapatan non-iklan perusahaan. Kini, Meta tampaknya ingin meniru formula yang sama. Perusahaan sebelumnya telah menyatakan akan menguji berbagai jenis langganan, termasuk yang berfokus pada fitur AI. Uji coba Instagram Plus ini sejalan dengan upaya yang lebih luas untuk mendorong monetisasi langsung dari pengguna.
Lantas, apa saja daya tarik yang ditawarkan Instagram Plus? Berdasarkan daftar fitur yang dikonfirmasi oleh juru bicara Meta, berikut hal-hal yang bisa Anda dapatkan:
- Story Lebih dari 24 Jam: Anda dapat memperpanjang durasi tampilan Story hingga tambahan 24 jam, cocok untuk pengumuman penting atau konten yang ingin bertahan lebih lama.
- Intip Story Tanpa Jejak: Fitur “preview” memungkinkan Anda melihat sebagian Story pengguna lain tanpa tercatat sebagai penonton di daftar viewer mereka. Bagi yang suka menjaga privasi atau sekadar penasaran, ini bisa jadi fitur andalan.
- Statistik Rewatch: Dapatkan wawasan tentang siapa saja yang menonton ulang Story Anda. Data ini berharga bagi kreator atau bisnis untuk memahami keterlibatan audiens.
- Pencarian Daftar Penonton: Cari nama tertentu dalam daftar orang yang telah melihat Story Anda, menghemat waktu untuk menge-scroll daftar yang panjang.
- Multiple Audience untuk Story: Buat beberapa “audiens” untuk postingan Story Anda, memungkinkan kontrol yang lebih granular atas siapa yang melihat konten tertentu.
- Story “Spotlight”: Meski detailnya belum sepenuhnya jelas, fitur ini kemungkinan memberi penekanan khusus pada Story tertentu.
- “Super Hearts”: Cara baru untuk bereaksi terhadap Story, mungkin berupa emoji atau animasi eksklusif.
Dari sisi harga, Instagram Plus hadir dengan tagihan yang terbilang terjangkau di fase uji coba ini. Di Filipina, layanan ini ditawarkan seharga 65 PHP per bulan, atau setara dengan sekitar Rp16.500. Sementara di Meksiko, harganya 39 MXN per bulan, sekitar Rp2.500. Meta juga menawarkan uji coba gratis satu bulan untuk menarik pengguna mencoba layanan ini. Bandingkan dengan langganan ChatGPT Go yang juga menawarkan akses premium dengan harga tertentu, atau dengan paket internet XL yang mungkin diperlukan untuk menikmati fitur-fitur multimedia ini dengan lancar.
Baca Juga:
Langkah Meta ini tidak berdiri sendiri. Beberapa pekan terakhir, perusahaan juga gencar mempromosikan Meta Verified dengan diskon dan uji coba satu bulan seharga $1, jauh dari harga normalnya yang mulai $14,99 per bulan. Uji coba lain termasuk fitur berbagi tautan di caption Instagram khusus untuk pelanggan berlangganan, serta pembatasan berbagi tautan di Facebook untuk pengguna non-pelanggan. Semua ini menunjukkan pola yang jelas: Meta sedang serius membangun aliran pendapatan berulang dari pengguna setianya. Ambisi AI mereka, yang tercermin dari pencapaian Meta AI, juga mungkin akan terintegrasi dengan layanan berlangganan di masa depan.
Pertanyaannya, apakah pengguna Instagram bersedia membayar untuk fitur-fitur yang selama ini gratis? Jawabannya mungkin terletak pada segmentasi pengguna. Bagi pengguna biasa, fitur seperti melihat statistik rewatch mungkin terdengar seperti kemewahan. Namun, bagi influencer, content creator, atau pemilik usaha kecil, fitur-fitur analitik dan kontrol audiens ini bisa menjadi alat profesional yang bernilai. Kemampuan untuk “mengintip” tanpa diketahui juga, meski kontroversial, diprediksi akan menjadi daya tarik besar bagi segmen tertentu. Ini mirip dengan logika di balik layanan streaming seperti Vision+ yang menawarkan konten eksklusif untuk mempertahankan pelanggan.
Uji coba di pasar seperti Filipina dan Meksiko adalah langkah yang cerdas. Kedua negara memiliki basis pengguna digital yang besar dan aktif, dengan daya beli yang beragam. Harga rendah di fase awal ini bertujuan untuk mengumpulkan data adopsi dan memahami fitur mana yang paling dihargai. “Harapan kami dari uji coba ini adalah untuk memahami apa yang paling berharga bagi orang-orang dalam satu set fitur premium,” jelas juru bicara Meta. Feedback dari pengguna di negara-negara ini akan menentukan apakah Instagram Plus akan diluncurkan secara global, dan dengan harga serta fitur seperti apa.
Perkembangan di bidang AI, seperti yang ditunjukkan oleh inovasi Google Flow untuk pembuatan video, menandakan era di mana alat kreatif menjadi semakin canggih dan mungkin berbayar. Instagram Plus bisa menjadi pintu masuk Meta untuk menawarkan alat editing AI canggih, filter eksklusif, atau peningkatan kualitas upload sebagai bagian dari paket premium di kemudian hari. Pergeseran dari model pendapatan yang sepenuhnya mengandalkan iklan menuju kombinasi iklan dan langganan tampaknya menjadi masa depan yang tak terelakkan bagi platform media sosial besar. Bagi kita sebagai pengguna, pilihannya menjadi lebih jelas: nikmati versi dasar dengan iklan, atau bayar untuk pengalaman yang lebih bersih, privat, dan penuh fitur.




