Telset.id – Pre-order iPhone Duo resmi dibuka Rabu ini, memberi kesempatan bagi penggemar perangkat lipat untuk mengamankan perangkat mereka sebelum tanggal rilis 23 Oktober. Meski Apple telah terbuka soal spesifikasi dan fitur, masih ada sejumlah hal yang baru bisa diketahui setelah perangkat digunakan dalam waktu lama. Beberapa di antaranya bisa jadi penentu apakah pengguna langsung memesan iPhone Duo atau menunggu iterasi kedua maupun ketiga.
Berikut tujuh hal yang masih belum benar-benar diketahui tentang iPhone Duo, sebagaimana diulas Tom’s Guide.
Daya Tahan Baterai dan Performa Layar
Apple mengklaim iPhone Duo mampu bertahan hingga 44 jam pemutaran video lewat layar eksternal dan 31 jam menggunakan layar lipat yang lebih besar. Namun bagaimana angka itu diterjemahkan ke penggunaan sehari-hari masih belum jelas. Tom’s Guide belum bisa menguji sendiri daya tahan baterai iPhone Duo, sehingga belum bisa membandingkannya dengan iPhone lain atau perangkat lipat pesaing.
Sebagai gambaran, Apple menyebut iPhone 18 Pro mampu menangani hingga 36 jam pemutaran video, sedangkan Pro Max hingga 45 jam. Pada Tom’s Guide Battery Test yang terdiri dari penjelajahan web 5G, iPhone 18 Pro bertahan 16 jam 17 menit dan Pro Max 18 jam 27 menit. Angka ini memberi gambaran kasar bagaimana iPhone Duo seharusnya tampil, terlebih karena sebagian besar perangkat keras internalnya sama, termasuk chip A20 Pro dan modem C2 yang hemat daya.
Soal layar, Apple memilih panel lipat matte “nano-texture” alih-alih panel kaca glossy yang umum di ponsel premium. Pertanyaannya, seberapa baik layar ini tampil di berbagai kondisi, terutama di lingkungan terang, dibandingkan lapisan anti-reflektif yang diterapkan Samsung pada Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra. Efek coating nano-texture terhadap warna dan kualitas gambar juga masih tanda tanya. Apple juga menekankan bahwa Duo tidak memiliki crease layar yang terlihat, tetapi apakah kondisi itu bertahan lama masih perlu dibuktikan, mengingat crease pada perangkat lipat lain cenderung muncul seiring waktu.
Baca Juga:
Aksesori, Kamera, dan Ketahanan
iPhone Duo mendukung MagSafe, tetapi bentuknya yang unik membuat banyak aksesori MagSafe yang sudah ada tidak muat. Contohnya, sejumlah gambar yang beredar online menunjukkan ponsel ini terlalu pendek untuk memasang dompet kartu MagSafe dengan rapi. Charger kemungkinan aman, tetapi baterai dan stand bisa terlihat janggal. Bentuk ini juga menyulitkan aksesori wraparound seperti controller game USB-C untuk terhubung ke ponsel, sehingga pengguna yang sudah punya controller mungkin harus beralih ke opsi wireless.
Di sektor kamera, Apple punya rekam jejak panjang sebagai penyedia salah satu kamera ponsel terbaik. Namun seperti iPhone Air sebelumnya, ada kekhawatiran iPhone Duo tidak mampu menyamai kualitas iPhone 18 Pro dan Pro Max. Yang paling jadi perhatian adalah tidak adanya lensa telephoto, dan Apple mengandalkan fitur digital-only “optical quality” untuk mensimulasikan bidikan zoom. Perangkat keras kameranya terlihat mirip di atas kertas meski perangkat lipat ini tidak memiliki teknologi variable aperture.

Ketahanan juga masih jadi titik lemah perangkat lipat, terutama karena sebagian model belum menutup chassis-nya dari debu. Apple tampaknya melakukan sejumlah hal agar ponselnya tidak jatuh ke masalah serupa, tetapi itu belum tentu cukup. Sebelumnya, masalah scratchgate sempat dialami iPhone 17 Pro dan Pro Max akibat peralihan dari titanium ke anodized aluminum serta camera bar yang menonjol. iPhone Duo akan diuntungkan karena dibuat dari Grade 5 titanium, sama seperti iPhone 15 Pro dan iPhone 16 Pro, ditambah kekuatan Ceramic Shield 2 pada layar depan. Meski begitu, ketahanan layar lipatnya masih belum diketahui pasti.
Optimasi aplikasi pihak ketiga juga menjadi pertanyaan. Apple disebut telah melakukan banyak hal agar aplikasi dioptimalkan untuk ukuran layar baru, tetapi tidak semua developer mau mengerjakannya. Pengalaman software menjadi salah satu nilai jual utama iPhone Duo, dan diharapkan ada puluhan bahkan ratusan aplikasi yang dioptimalkan sejak hari pertama.
Terakhir, soal kenyamanan jangka panjang. Dalam sesi hands-on, iPhone Duo terlihat bukan perangkat lipat tertipis atau teringan. Dengan bobot 8,9 ons, ini adalah iPhone terberat yang pernah dibuat Apple. Galaxy Z Fold 8 sudah membuktikan bahwa form factor yang lebih lebar lebih nyaman dibanding layar besar Galaxy Z Fold 8 Ultra, tetapi Fold 8 hampir 2 ons lebih ringan dari Duo. Sampai bisa menghabiskan waktu lebih lama dengan iPhone Duo, belum bisa dipastikan apakah desain dan bobotnya mulai terasa mengganggu setelah beberapa jam pemakaian.
Sementara itu, lanskap kompetisi dan dinamika pasar iPhone tetap bergerak. Apple Pangkas Produksi iPhone 18 Pro menjadi sinyal permintaan yang melemah, sementara ekosistem lintas platform juga makin cair lewat kemampuan HyperOS 4 Xiaomi yang bisa mengirim foto dan file ke iPhone. Bagi pengguna yang ingin menyiapkan perangkatnya, ada juga panduan hentikan spam call di iPhone dan Android tanpa aplikasi tambahan.
Tom’s Guide menyatakan akan merilis ulasan lengkap iPhone Duo beserta hasil pengujiannya. Sampai saat itu, tujuh pertanyaan di atas masih menjadi hal yang hanya bisa dijawab lewat penggunaan nyata dalam jangka panjang.





Komentar
Belum ada komentar.