Konsep desain iPhone Ultra dengan layar lipat dan bodi tipis

iPhone Ultra Kembalikan Touch ID, Apple Tak Punya Pilihan Lain

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • iPhone Ultra akan menghadirkan kembali fitur Touch ID karena keterbatasan ruang internal
  • Ketebalan perangkat hanya 4,5-4,8 mm, terlalu tipis untuk komponen Face ID
  • Touch ID kemungkinan diintegrasikan ke tombol daya
  • Baterai 5.800 mAh, vapor chamber, dan punch hole cutout jadi fitur unggulan
  • Apple dikabarkan tidak punya pilihan lain selain mundur dari Face ID

Telset.id – Apple dikabarkan akan menghadirkan kembali fitur Touch ID pada iPhone Ultra, ponsel lipat pertama mereka yang sangat dinantikan. Keputusan ini diambil bukan karena nostalgia, melainkan karena keterbatasan ruang internal perangkat yang super tipis.

Menurut laporan dari PhoneArena pada Juni 2026, iPhone Ultra diperkirakan memiliki ketebalan hanya 4,5 hingga 4,8 mm saat terbuka. Dimensi ini menyulitkan Apple untuk memasang komponen Face ID yang membutuhkan ruang lebih besar. Apalagi, perangkat lipat ini memiliki dua layar yang secara teoritis membutuhkan dua set komponen Face ID.

A concept art of iPhone Ultra.

## Dilema Desain Apple

Apple dikenal sebagai perusahaan yang konservatif dalam mengadopsi teknologi baru. Namun, keputusan untuk kembali ke Touch ID setelah hampir satu dekade menunjukkan adanya kompromi desain yang signifikan. Sejak iPhone X dirilis pada 2017, Apple sepenuhnya menggantikan Touch ID dengan Face ID. Meskipun Touch ID masih bertahan di lini iPhone SE hingga generasi kedua (2020), fitur ini benar-benar dihapus sejak iPhone SE generasi ketiga pada 2022.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Apple mungkin tidak punya pilihan lain. Ketebalan iPhone Air yang mencapai 5,6 mm masih memungkinkan pemasangan Face ID, tetapi iPhone Ultra yang lebih tipis membuat teknologi pengenalan wajah tersebut sulit diimplementasikan. Sebagai gantinya, Touch ID kemungkinan akan diintegrasikan ke tombol daya.

## Spesifikasi dan Keunggulan Lain

Meskipun kehilangan Face ID, iPhone Ultra tetap menawarkan sejumlah fitur unggulan. Perangkat ini dikabarkan akan menggunakan baterai 5.800 mAh, jauh lebih besar dibandingkan Galaxy Z Fold 7 yang hanya 4.400 mAh atau Galaxy Z Fold 8 yang diperkirakan 5.000 mAh. Selain itu, iPhone Ultra juga akan dilengkapi vapor chamber untuk pendinginan dan menggunakan punch hole cutout alih-alih Dynamic Island.

Dalam hal dimensi, iPhone Ultra diperkirakan lebih kompak dibandingkan pesaingnya seperti Google Pixel Fold. Meskipun ketebalannya 4,5 mm masih kalah dari Galaxy Z Fold 7 yang hanya 4,2 mm, namun desainnya diyakini akan memberikan pengalaman genggam yang sangat baik.

## Misteri Ketidakhadiran Kedua Fitur

Salah satu pertanyaan yang muncul adalah mengapa Apple tidak sekaligus menghadirkan Face ID dan Touch ID pada iPhone Ultra. Banyak pengguna yang merindukan Touch ID sejak fitur tersebut dihapus. Sebuah jajak pendapat yang dilakukan PhoneArena menunjukkan bahwa pengguna sangat menginginkan Apple menghadirkan kembali Touch ID, baik dalam bentuk in-display maupun side-mounted.

Ironisnya, ponsel flagship Android seperti Galaxy S26 Ultra sudah memiliki pemindai sidik jari di bawah layar, sementara iPhone 17 Pro Max tidak memilikinya. Tidak ada indikasi bahwa penerus iPhone 17 Pro Max akan mengatasi kekurangan ini.

## Implikasi untuk Masa Depan

Keputusan Apple untuk mengembalikan Touch ID pada iPhone Ultra bisa menjadi awal dari tren baru. Jika berhasil, bukan tidak mungkin fitur ini akan kembali ke lini iPhone lainnya di masa depan. Namun, hingga saat ini, Apple masih belum memberikan konfirmasi resmi mengenai spesifikasi iPhone Ultra.

Yang jelas, langkah ini menunjukkan bahwa Apple bersedia mundur selangkah demi mencapai tujuan desain yang lebih ambisius. Pertanyaannya sekarang, apakah pengguna akan menerima kompromi ini? Atau justru sebaliknya, mereka akan merindukan kemudahan Face ID yang selama ini menjadi ciri khas iPhone premium?

Komentar

Belum ada komentar.