Telset.id – Kelangkaan memori global yang dikenal sebagai “RAMageddon” kini berdampak langsung pada ketersediaan MacBook Air. Menurut laporan Bloomberg, Apple tidak memiliki cukup stok MacBook Air untuk dikirim tepat waktu kepada konsumen, sehingga pesanan baru berpotensi baru tiba mendekati akhir Agustus.
Situasi ini menjadi kabar buruk bagi mereka yang berencana membeli MacBook Air, terutama setelah Apple baru saja menaikkan harga jualnya. Bloomberg melaporkan bahwa Apple bahkan menampilkan disclaimer “MacBook Air subject to availability” di situsnya, yang menandakan masalah pasokan ini cukup serius.
Apple Dorong Konsumen ke MacBook Pro
Menariknya, di tengah kelangkaan ini, Apple justru aktif mengarahkan calon pembeli ke MacBook Pro base model. Toko dan situs resmi Apple disebut mendorong konsumen untuk mempertimbangkan MacBook Pro, yang harganya mulai $700 lebih mahal dari MacBook Air base model.
Kombinasi kenaikan harga dan kelangkaan stok ini membuat Apple seolah memberikan dua pilihan yang tidak ideal: membeli MacBook Air yang lebih mahal dengan waktu tunggu lama, atau merogoh kocek $2.000 untuk MacBook Pro hari ini. Situasi ini tentu membuat calon pembeli berpikir dua kali sebelum membeli langsung dari Apple.
Alternatif Pembelian di Toko Lain
Kabar baiknya, konsumen tidak harus bermain sesuai aturan Apple. Beberapa pengecer seperti Amazon dan Best Buy masih memiliki stok MacBook Air model terbaru. Jika kamu membutuhkan M5 MacBook Air (512GB) dengan harga MSRP $1.243, toko-toko ini bisa menjadi pilihan utama.
Namun, ketersediaan di pengecer pihak ketiga ini mungkin tidak bertahan lama. Jika Amazon dan Best Buy mulai kehabisan stok, Apple kemungkinan tidak akan segera memasok unit baru karena krisis memori yang sedang berlangsung.
Baca Juga:
Pasar Refurbished sebagai Alternatif Cerdas
Jika stok baru sulit didapat, pasar refurbished bisa menjadi solusi. Konsumen bisa mendapatkan MacBook Air model lama dengan diskon menarik, bahkan di bawah $1.000. Sebagai contoh, MacBook Air M4 refurbished saat ini dijual $900 di Amazon.
Meski mundur satu generasi chip, performa yang ditawarkan tetap mumpuni untuk kebutuhan sehari-hari. Pengguna yang membeli produk refurbished ini bisa menghemat cukup banyak dibandingkan membeli unit baru seharga $1.300.
Pasar refurbished juga menawarkan peluang untuk mendapatkan spesifikasi lebih tinggi. Misalnya, MacBook Pro M1 Pro dengan penyimpanan 1TB masih tersedia dengan harga sedikit di atas $900. Meski usianya sudah lima tahun, perangkat ini masih mampu bersaing di tahun 2026 dan menjadi pilihan menarik bagi mereka yang menginginkan fitur MacBook Pro tanpa harus membayar harga penuh.
Prospek ke Depan dan Strategi Pembelian
Apple diprediksi tidak akan berhenti memproduksi komputer baru meskipun krisis memori masih berlanjut. Era “M6” diperkirakan hadir awal tahun depan, meskipun rencana ini bisa berubah tergantung kondisi pasar. Ketika M6 Air dirilis, M5 akan menjadi model “value” yang menarik, terutama jika Apple kembali menaikkan harga.
Sayangnya, tidak ada kepastian kapan krisis RAMageddon akan berakhir. Produsen memori mengakui kesulitan meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan, yang berarti pasar mungkin baru stabil tahun depan atau bahkan lebih lambat. Akibatnya, harga Apple bisa tetap tinggi dan pasokan tetap terbatas.
Bagi mereka yang tidak membutuhkan MacBook baru segera, menahan diri dan mempertahankan perangkat lama adalah pilihan bijak. Namun, jika memang membutuhkan laptop baru, berbelanja di luar kanal resmi Apple menjadi strategi yang lebih masuk akal. Terkadang, mesin terbaru bukanlah pilihan dengan nilai terbaik di tengah kondisi pasar yang tidak menentu seperti sekarang.





Komentar
Belum ada komentar.