Telset.id – Lego resmi meluncurkan generasi kedua Smart Brick dengan 12 set baru bertema Pokémon yang akan mulai dijual pada 1 Agustus 2026. Setelah kesuksesan awal Star Wars yang dinilai kurang memuaskan, Lego kini menghadirkan mekanisme pertarungan interaktif antar Pokémon sebagai fitur utama.
Setelah pengumuman Smart Brick di CES 2026 yang meraih penghargaan Best in Show, set Star Wars pertama yang dirilis pada Maret dinilai mengecewakan. Banyak fitur cerdas yang dijanjikan tidak hadir, hanya menyisakan efek suara sederhana dan lampu berkedip. Kini, Lego mencoba memperbaiki reputasi tersebut dengan menghadirkan 12 set Pokémon baru.
Dari 12 set yang diumumkan, hanya dua yang merupakan set “all-in-one” yang sudah termasuk Smart Brick dan pengisi daya. Pertama, set Pikachu seharga USD 69,99 yang dilengkapi rumah pohon dan satu Smart Brick. Kedua, set pertarungan Charizard vs Jolteon seharga USD 119,99 yang menyertakan dua Smart Brick. Sepuluh set lainnya, mulai dari Jigglypuff seharga USD 14,99 hingga pertarungan Cubone vs Gengar seharga USD 89,99, hanya menyertakan Smart Tag yang membutuhkan Smart Brick terpisah untuk berfungsi penuh.
Fitur paling menarik dari generasi kedua ini adalah mode Battle. Dengan mengguncangkan dua figur Pokémon yang terhubung Smart Brick, sistem akan mengaktifkan mode pertarungan. Anak-anak bisa menyerang dengan mendorong figur ke depan untuk serangan cepat, menahan figur untuk mengisi serangan kuat, atau menariknya mundur untuk menghindar. Federico Begher, SVP produk dan pengembangan pemasaran Lego, menjelaskan bahwa mekanisme pertarungan sengaja dibuat sederhana. Empat mekanik dasar — goyang untuk memulai, dua jenis serangan, dan menghindar — merupakan “titik manis” untuk permainan terbuka yang tidak boleh terlalu rumit.
Setiap Pokémon memiliki kekuatan berbeda. Mewtwo selalu lebih kuat dari Pikachu, dan keunggulan tipe juga berlaku — Squirtle akan lebih sering mengalahkan Charmander. Smart Tag yang tersembunyi di dalam tubuh setiap Pokémon menampilkan tipe dan nomor Pokédex, serta menghasilkan efek suara berbeda seperti sambaran petir untuk Pikachu atau suara air untuk Lapras.
Fitur pelatihan juga tersedia. Dengan mengetuk Pokémon pada tag pelatihan, pengguna bisa melatih Pokémon dengan mengetukkannya ke target di dalam set. Namun, peningkatan kekuatan hanya bertahan selama Smart Brick terpasang — setelah dilepas atau baterai habis, semua kemajuan hilang. Lego menyatakan bahwa anak-anak menikmati mengulangi siklus pelatihan dari awal, meskipun keterbatasan teknologi Smart Brick menjadi alasan utama.
Sayangnya, Lego masih belum bisa menghadirkan suara khas Pokémon. Tidak ada figur yang bisa menyebut namanya sendiri atau mengeluarkan suara khas dari game atau kartun. Sam Coates, kepala platform Smart Play, menjelaskan bahwa keterbatasan ini disebabkan oleh synthesizer runtime batu bata yang menghasilkan suara secara real-time mirip sistem MIDI, serta memori yang terbatas. Selain itu, nama Pokémon berbeda di setiap negara — Squirtle disebut Zenigame di Jepang — sehingga efek suara harus bekerja secara universal.
Set-set baru ini memiliki ukuran dan kompleksitas bervariasi, dari 88 keping untuk Jigglypuff hingga 831 keping untuk pertarungan Umbreon vs Garchomp. Sebagian besar set memiliki bagian bergerak, seperti lidah Gengar yang bergoyang mengancam. Set yang lebih besar diperuntukkan bagi usia 10+, sementara yang lebih sederhana untuk usia enam tahun ke atas. Lego mengklaim set-set ini telah melalui playtesting berulang untuk meminimalkan titik lemah, meskipun benturan keras saat pertarungan bisa menyebabkan kerusakan.
Baca Juga:
Set Pokémon Smart Play ini merupakan langkah maju yang signifikan dari seri Star Wars, terutama dengan adanya mode pertarungan yang menghadirkan gameplay tanpa layar. Namun, Lego masih belum merilis set yang menggunakan fitur lebih canggih yang ditunjukkan di CES, seperti interaksi yang berubah tergantung posisi karakter, tag, dan batu bata. Ini membuktikan bahwa Smart Play bisa memberikan lebih dari sekadar lampu dan suara, meskipun potensi sesungguhnya masih belum terealisasi sepenuhnya.
Bagi penggemar yang ingin merasakan teknologi terbaru, set Pokémon ini bisa menjadi pilihan menarik. Namun, ekspektasi harus disesuaikan — fitur canggih yang dijanjikan di CES masih dalam perjalanan panjang menuju realisasi penuh. Sementara itu, bagi yang penasaran dengan evolusi Fitur Terbaru Lego, generasi kedua ini menawarkan gambaran menarik tentang masa depan mainan interaktif.





Komentar
Belum ada komentar.