Kacamata pintar audio-only Meta tanpa kamera dengan enam mikrofon dipamerkan di Meta Connect 2026

Meta Pamer Kacamata Audio Tanpa Kamera di Meta Connect 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Meta memamerkan kacamata pintar audio-only tanpa kamera yang belum dirilis di Meta Connect 2026
  • Perangkat dilengkapi enam mikrofon dan tidak punya cara bawaan merekam lingkungan sekitar
  • Kacamata lebih ringan dan nyaman, mendukung musik serta panggilan telepon
  • Terintegrasi dengan Muse untuk perintah verbal dan avatar digital personal
  • Kacamata untuk penyandang gangguan pendengaran dijual 150 dolar AS, dikembangkan sekitar lima tahun

Telset.id – Meta kembali menegaskan arah bisnisnya pada perangkat kacamata pintar lewat ajang Meta Connect tahun ini. Perusahaan tersebut membawa sederet kacamata pintar ke acara tahunan yang menjadi panggung perangkat keras dan produk AI terbarunya, termasuk satu model audio-only yang belum dirilis dan tidak dilengkapi kamera. Langkah ini menjadi jawaban Meta atas kekhawatiran privasi yang sebelumnya menyeruak.

Kehadiran kacamata pintar itu terlihat nyaris di seluruh area acara. Staf Meta dan sejumlah influencer yang menghadiri acara tampak mengenakan perangkat tersebut, dan sebagian besar demo yang ditawarkan perusahaan juga melibatkan kacamata pintar. Dari situ, pengunjung dapat mencoba langsung berbagai model kacamata berteknologi tinggi milik Meta.

Salah satu produk yang paling menonjol adalah kacamata pintar audio-only terbaru Meta yang belum dirilis. Kabar soal perangkat ini muncul tak lama setelah Meta menghadapi tuduhan menjual “pervert glasses”, dengan kritik yang menyebut kacamata berkamera miliknya bisa dipakai untuk pengawasan yang tidak semestinya. Model baru ini hadir dengan enam mikrofon, tanpa kamera, dan tidak memiliki cara bawaan untuk merekam lingkungan sekitar. Konfigurasi itu dinilai akan sangat membantu meredakan kekhawatiran soal privasi.

Dari sisi bobot, kacamata ini jauh lebih ringan dibanding kacamata pintar lain yang pernah dicoba, dan cukup nyaman dipakai. Staf Meta yang ditemui menekankan opsi hiburan dan komunikasi pada perangkat tersebut, mulai dari mendengarkan musik dengan lebih nyaman dibanding earbud hingga menerima panggilan telepon tanpa perlu meraih ponsel.

Kacamata ini juga akan terintegrasi dengan Muse, sistem agen personal milik Meta yang dapat menjalankan tugas atas nama pengguna. Integrasi baru tersebut belum tersedia untuk publik dan memungkinkan pemakainya berbicara kepada Muse serta memberi perintah secara verbal. Meta juga berencana mempersonalisasi agen itu dengan membiarkan pengguna memilih beragam avatar digital lucu yang bisa mewakili agen saat berkomunikasi dengan mereka.

Pengalaman mencobanya tergolong menarik sekaligus sedikit menggelikan. Pengguna harus sangat langsung dalam memberi perintah, dan tidak bisa berbicara dengan orang lain pada saat yang sama karena agen akan kebingungan. Dalam pengujian, percakapan yang terjalin dengan staf Meta membuat agen mengira dirinya sedang diajak bicara, sehingga agen tersebut berbicara menimpa lawan bicara. Meski begitu, dalam konteks yang tepat, integrasi ini mudah dibayangkan sebagai fitur yang sangat berguna.

Jika tidak keberatan terlihat sedang berbicara dengan kacamata sendiri di tempat umum, pengguna dapat meminta Muse menangani berbagai tugas digital, seperti mengirim email atau membacakan daftar tugas, dan agen itu akan mengerjakannya saat pengguna sedang berbelanja kebutuhan atau menikmati minuman. Kacamata ini juga bisa ditanyai apa saja dan, layaknya versi mobile dari ChatGPT, akan mengeluarkan jawaban. Saat ditanya soal Perang Dunia II, kacamata tersebut memberi respons yang ringkas dan akurat secara historis.

Selain model audio-only tersebut, ada satu lagi kacamata audio-only yang diuji, yaitu kacamata baru Meta untuk penyandang gangguan pendengaran. Mengingat gangguan pendengaran memengaruhi banyak keluarga, dengan sekitar 50 juta warga Amerika disebut memiliki tingkat gangguan pendengaran tertentu, perangkat ini hadir dengan tujuan praktis yang jelas, berbeda dari banyak gadget modern lain.

Kacamata pintar audio-only Meta tanpa kamera dengan enam mikrofon di Meta Connect 2026

Seorang anggota tim riset Meta menyebut kacamata tersebut telah dikembangkan selama sekitar lima tahun. Ia juga menyoroti perbedaan harga yang bisa membuatnya menarik, yakni sejumlah alat bantu dengar bisa mencapai 1.600 dolar AS, sementara kacamata ini akan dijual seharga 150 dolar AS.

Pengalaman memakai kacamata ini pun menarik. Meta meminta pengguna memasang penutup telinga sebelum mencobanya untuk menyimulasikan gangguan pendengaran yang ingin diatasi perangkat tersebut. Setelah kacamata terpasang, perangkat itu tampak memperkuat suara orang yang diajak bicara. Pengguna dapat mengalihkan penguatan suara dari mode terfokus, yang mengarah pada orang di depan mereka, ke mode omnidirectional, yang menangkap suara dari segala arah, sesuai dengan cara mereka ingin merasakan lingkungan sekitar.

Mark Zuckerberg telah menegaskan keyakinannya bahwa kacamata pintar adalah masa depan, dan perusahaan yang dipimpinnya tampak berupaya mewujudkan mandat tersebut. Namun kacamata pintar masih menjadi ceruk yang belum benar-benar menemukan pijakan. Yang paling jelas dari Connect adalah Meta, dalam upaya berhasil di tempat pihak lain gagal, memasang jaring yang sangat luas dengan membuat kacamata pintarnya bergaya, fungsional, dan yang terpenting, berguna.

Menariknya, upaya Meta memperluas ekosistem kacamata pintar ini berjalan seiring dengan sejumlah langkah perusahaan di area lain. Meta disebut tengah membangun infrastruktur konektivitas berkapasitas besar, sementara di sisi lain perusahaan menghadapi tekanan soal perlindungan data. Di Indonesia sendiri, Menkomdigi mendesak Meta mempercepat penonaktifan akun anak. Sementara itu, dari sisi layanan, Meta Muse kini terhubung ke Spotify sehingga musik dan podcast lebih mudah diakses.

Apakah ini masa depan? Jawaban dari mereka yang hadir di Connect tampak seragam. Yang tersisa adalah pertanyaan apakah dunia luas akan mengikuti arah yang sama.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.