Motorola Edge 70 smartphone dengan logo Motorola dan latar belakang abstrak merah

Motorola Catat Pertumbuhan Penjualan Eropa 17 Persen di Q1 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Motorola mencatat pertumbuhan penjualan tahunan 17% di Eropa pada Q1 2026
  • Pertumbuhan Motorola ungguli Samsung (3%) dan Apple (9%) di periode yang sama
  • Pasar smartphone Eropa tumbuh 2% menjadi 33 juta unit versi Omdia
  • Honor juga mencatat pertumbuhan impresif lebih dari 60%
  • Harga jual rata-rata smartphone di Eropa mencapai rekor €580
  • Samsung masih hadapi masalah profitabilitas dengan dominasi Galaxy A16 4G
  • Proyeksi penjualan Eropa 2026 diperkirakan turun 12%

Telset.id – Pasar smartphone Eropa menunjukkan dinamika yang menarik pada kuartal pertama 2026. Laporan terbaru dari firma riset Omdia mengungkapkan bahwa Motorola berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan tahunan (year-on-year) sebesar 17 persen di kawasan tersebut, menjadikannya salah satu pemain dengan performa terkuat di Eropa.

Pencapaian Motorola ini terbilang signifikan mengingat kondisi pasar global yang sedang menantang. Berbagai laporan sebelumnya menempatkan penjualan global pada Q1 2026 sekitar 4 hingga 6 persen di bawah level tahun sebelumnya. Namun, Eropa justru menunjukkan hasil yang kontras. Omdia memperkirakan penjualan smartphone di benua biru meningkat 2 persen menjadi 33 juta unit pada periode Januari-Maret 2026. Data ini berbeda dengan temuan Counterpoint Research yang memperkirakan penurunan 6 persen, namun Omdia tetap optimis dengan angka pertumbuhan tersebut.

Pertumbuhan Motorola yang mencapai 17 persen ini bahkan melampaui kenaikan yang dialami oleh Samsung (3 persen) dan Apple (9 persen) di Eropa pada periode yang sama. Lenovo, sebagai perusahaan induk Motorola, tampaknya berhasil memanfaatkan momen ini dengan strategi yang tepat di berbagai negara seperti Spanyol, Portugal, Prancis, dan Italia. Meskipun demikian, Motorola masih berada di posisi keempat di Eropa, dengan jarak yang cukup jauh dari pemain ketiga, Xiaomi, yang menguasai 14 persen pangsa pasar meskipun mengalami penurunan penjualan.

Selain Motorola, Honor juga menjadi bintang lainnya di pasar Eropa. Merek asal China ini berhasil meningkatkan pengiriman unitnya lebih dari 60 persen dibandingkan Q1 2025, menduduki posisi keenam dan mengancam posisi Oppo di lima besar. Namun, fokus utama laporan ini adalah pencapaian Motorola yang disebut sebagai sistem persinyalan pertumbuhan paling impresif di antara vendor papan atas.

Motorola Edge 70

Samsung, meskipun mencatatkan pertumbuhan 3 persen, memiliki catatan tersendiri. Laporan menyebutkan bahwa ponsel Android paling populer di Eropa pada Q1 2026 kemungkinan besar adalah Samsung Galaxy A16 4G, sebuah perangkat ultra-low-cost berlayar 6,7 inci yang dirilis pada tahun 2024 tanpa dukungan 5G. Hal ini menjadi indikasi bahwa Samsung masih menghadapi masalah profitabilitas di kawasan Eropa, terutama ketika harga jual rata-rata (average selling price/ASP) justru meningkat.

European smartphone market evolution from Q1 2022 to Q1 2026

Data Omdia juga menunjukkan bahwa pangsa pasar Apple dan Samsung di Eropa terpaut cukup jauh, yakni 12 poin persentase. Angka ini sangat kontras dengan temuan Counterpoint Research yang sebelumnya menyebut kedua raksasa teknologi itu hampir seimbang dengan pangsa pasar 30 persen masing-masing. Perbedaan data antar firma riset ini menunjukkan kompleksitas dalam mengukur pasar yang sebenarnya.

Salah satu temuan menarik lainnya adalah harga jual rata-rata smartphone di Eropa mencapai rekor baru sebesar €580 pada Q1 2026. Kenaikan ini dipicu oleh naiknya biaya komponen yang diperkirakan baru akan stabil pada tahun depan. Akibatnya, proyeksi pasar untuk tahun 2026 secara keseluruhan diperkirakan akan mengalami penurunan penjualan sebesar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi produk, Apple disebut mendapatkan sebagian besar penjualannya dari lini premium iPhone 17 series yang baru dirilis beberapa bulan lalu. Sementara itu, Samsung masih mengandalkan model entry-level untuk mendongkrak volume. Kondisi ini menciptakan ketimpangan di mana Samsung berhasil menjual banyak unit, namun dengan margin keuntungan yang tipis.

Meskipun Motorola belum mampu menantang posisi tiga besar di Eropa, pertumbuhan 17 persen yang diraihnya pada Q1 2026 menjadi sinyal positif. Dengan strategi harga yang kompetitif dan ekspansi ke berbagai negara, Motorola perlahan namun pasti mulai mengukuhkan diri sebagai pemain kunci di pasar smartphone Eropa. Namun, tantangan besar masih menanti, terutama dengan proyeksi penurunan pasar secara keseluruhan pada tahun ini.

Komentar

Belum ada komentar.