📑 Daftar Isi

Kacamata pintar Ray-Ban Meta di dekat kolam renang

Pengadilan Inggris Larang Meta Smart Glasses Masuk Ruang Sidang

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Pengadilan Inggris dan Wales melarang Meta smart glasses masuk ke gedung pengadilan
  • HMCTS akan menyita kacamata pintar yang dibawa pengunjung dan mengembalikannya saat keluar
  • Larangan berlaku untuk semua smart glasses yang mampu merekam gambar atau video
  • Smartphone masih diizinkan masuk dengan syarat tidak digunakan untuk merekam persidangan
  • Keputusan menyusul kasus penggugat yang dituduh menerima bimbingan melalui smart glasses di High Court
  • Meta telah menjual 7 juta pasang smart glasses dengan harga £269 hingga £469
  • Perangkat memiliki lampu berdenyut saat merekam, tetapi pengadilan tetap mengambil pendekatan konservatif

Telset.id – Pengadilan di Inggris dan Wales resmi melarang Meta smart glasses masuk ke dalam gedung pengadilan. Kebijakan ini diambil setelah muncul kekhawatiran bahwa kacamata pintar tersebut dapat digunakan untuk merekam proses persidangan secara diam-diam.

HM Courts & Tribunals Service (HMCTS) mengonfirmasi bahwa siapa pun yang datang dengan membawa kacamata pintar akan dikenakan penyitaan sementara. Barang tersebut akan dikembalikan setelah pengunjung meninggalkan gedung pengadilan.

Aturan ini berlaku khusus untuk kacamata pintar yang memiliki kemampuan merekam gambar atau video. HMCTS menyatakan bahwa ada pembatasan yang jelas terkait pengambilan gambar atau video di dalam pengadilan dan tribunal. Penggunaan peralatan perekam tanpa izin dapat berujung pada proses contempt of court.

Berbeda dengan smartphone yang masih diizinkan masuk dengan syarat tidak digunakan untuk merekam jalannya persidangan, Meta glasses tidak akan diizinkan masuk ke gedung pengadilan meskipun pemakainya berjanji tidak menggunakan fungsi perekamnya.

Masalah Utama: Kemampuan Rekam yang Tersembunyi

Kekhawatiran utama dari kebijakan ini cukup sederhana. Meta glasses tampil seperti kacamata biasa pada umumnya, tetapi kamera di dalamnya mampu mengambil foto dan video tanpa mengharuskan pemakainya mengeluarkan ponsel. Hal ini membuat orang-orang di sekitar pengguna kesulitan mengetahui kapan mereka sedang direkam.

Keputusan ini menyusul sebuah kasus pada awal tahun ini di mana seorang penggugat dituduh mengenakan smart glasses saat sidang di High Court dan menerima “bimbingan” melalui perangkat tersebut. Penggugat membantah menggunakan kacamata itu untuk menerima jawaban dan menyatakan perangkatnya tidak terhubung ke ponsel mereka.

HMCTS mengaku tidak memiliki data mengenai jumlah insiden yang melibatkan smart glasses di pengadilan. Namun, ada pula masalah privasi yang lebih luas di balik pembatasan ini.

Kacamata pintar Ray-Ban Meta di dekat kolam renang

Meta glasses telah menghadapi kritik terkait kekhawatiran bahwa orang-orang bisa difilmkan tanpa sepengetahuan mereka, terutama di tempat-tempat seperti restoran, teater, dan pub. Beberapa tempat telah memberlakukan pembatasan mereka sendiri terhadap penggunaan perangkat ini.

Meta Glasses dan Tantangan Evolusi Teknologi

Larangan dari pengadilan ini menyoroti masalah yang melampaui Meta itu sendiri. Seiring kamera, mikrofon, dan asisten AI menjadi semakin tidak mencolok, isyarat sosial lama seputar perekaman mulai menghilang. Orang-orang tidak lagi bisa mengetahui kapan mereka sedang direkam.

Meta telah menjual 7 juta pasang smart glasses dengan harga mulai dari £269 hingga £469 (sekitar $360 hingga $640). Perusahaan terus memperbarui teknologi deteksi gangguan pada kacamatanya dan menyatakan bahwa ada lampu berdenyut yang terlihat saat kacamata sedang merekam.

Fitur tersebut mungkin meyakinkan sebagian pengguna, tetapi pengadilan mengambil pendekatan yang lebih konservatif. Di lingkungan di mana bahkan penampilan perekaman yang tidak diungkapkan dapat merusak integritas proses persidangan, solusi termudah adalah meninggalkan kamera di depan pintu.

Bagi Meta, ini menjadi pengingat lain bahwa membuat smart glasses terlihat dan berperilaku seperti kacamata normal adalah hal yang membuatnya berguna. Namun, hal yang sama pula yang membuat institusi semakin berhati-hati tentang di mana perangkat ini boleh dikenakan.

Kebijakan pengadilan Inggris ini menunjukkan bagaimana regulasi berusaha mengejar ketertinggalan dari perkembangan teknologi. Sementara Meta terus mengembangkan ekosistem perangkatnya, termasuk Muse Glimmer AI untuk perangkat lokal, institusi publik justru mengambil langkah preventif untuk melindungi privasi dan integritas proses hukum.

Larangan ini juga menjadi sinyal bagi industri teknologi bahwa desain perangkat yang menyamar sebagai benda sehari-hari akan menghadapi resistensi di lingkungan yang mengutamakan transparansi. Ke depannya, produsen smart glasses mungkin perlu mempertimbangkan kembali pendekatan desain mereka atau bekerja sama dengan institusi untuk menemukan solusi yang dapat diterima kedua belah pihak.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.