Telset.id – Kabar buruk kembali menghantam industri memori. Lenovo secara gamblang menyatakan bahwa harga RAM kemungkinan besar tidak akan pernah kembali ke level sebelum krisis, bahkan setelah produksi chip ditingkatkan. Pernyataan ini disampaikan dalam ajang ISC 2026, konferensi komputasi performa tinggi di Jerman, dan langsung menjadi perhatian pelaku industri dan konsumen.
Seperti dilaporkan oleh ComputerBase dan dikutip oleh TechRadar, Lenovo menyebutkan bahwa harga RAM tidak akan pernah kembali ke level pra-krisis seperti setahun lalu. Meskipun ada tawa di atas panggung saat pernyataan itu dilontarkan, Lenovo menegaskan bahwa ini merujuk pada lima tahun ke depan bagi industri RAM, bukan prediksi absolut untuk masa depan yang sangat panjang.
Lebih lanjut, Lenovo memproyeksikan akan ada “new normal” atau kenormalan baru mulai tahun 2030 dengan harga yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan level sebelum krisis. Hal ini terjadi meskipun ada peningkatan produksi yang diharapkan mulai tahun 2028. Proyeksi ini menjadi pukulan telak bagi siapa pun yang berharap harga komponen memori bisa segera murah kembali.
Pernyataan Lenovo ini bukan satu-satunya. Microsoft baru saja mengumumkan kenaikan harga besar-besaran untuk konsol Xbox yang dipicu oleh krisis RAM. Dalam pernyataan resminya, Microsoft mengungkapkan bahwa harga penyimpanan dan memori konsol telah naik lebih dari 2,5 kali lipat, dan mereka memperkirakan akan terjadi kenaikan dua kali lipat lagi pada musim gugur 2027.
“Sayangnya, harga penyimpanan dan memori konsol telah meningkat lebih dari 2,5 kali lipat, dan kami memperkirakan kenaikan dua kali lipat lagi pada musim gugur 2027,” tulis Microsoft. Kenaikan ini sangat menyakitkan bagi produsen konsol karena perangkat biasanya dijual dengan harga sedikit di bawah modal, dengan keuntungan diperoleh dari penjualan game dan langganan.
Sementara itu, perselisihan juga terjadi di antara para pemain besar. Micron, salah satu produsen chip memori terbesar, melontarkan kritik kepada Apple. Meskipun tidak menyebut nama secara langsung, sasaran kritik tersebut sudah jelas. Rolfe Winkler dari Wall Street Journal melaporkan bahwa Tim Cook sebelumnya menyalahkan para produsen memori atas kenaikan harga produk Apple.
Menanggapi hal itu, Sumit Sadana, Chief Business Officer Micron, mengatakan kepada Winkler, “Kami memberi tahu beberapa pelanggan yang sangat agresif dengan harga pada saat itu bahwa ini tidak konstruktif.” Argumennya, mitra yang menekan harga RAM (dalam hal ini Apple) telah merugikan profitabilitas Micron dan kemampuannya untuk berinvestasi dalam kapasitas produksi yang lebih besar.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa meskipun ada kesulitan dalam menafsirkan komentar Lenovo di ISC, jelas bahwa raksasa PC ini percaya masa depan akan sangat berat. Paling banter, harga akan bermasalah hingga awal 2030-an, dan kemungkinan besar akan ada ‘kenormalan baru’ yang berlaku untuk dekade berikutnya.
Ketika harga suatu produk naik drastis seperti yang terjadi pada RAM dan penyimpanan, sangat mungkin harga tersebut tidak akan pernah sepenuhnya normal kembali. Meskipun ada kemungkinan gelembung AI pecah atau setidaknya mengempis, prospek keringanan harga semakin diragukan.
Prediksi Microsoft tentang kenaikan harga memori dua kali lipat dalam waktu lebih dari setahun adalah prediksi yang menyakitkan. Namun, di sisi lain, harga RAM di pasar konsumen hanya bisa naik sampai batas tertentu sebelum mencapai langit-langit, yang berarti kebanyakan orang akan menolak membayar harga yang diminta.

Ada sedikit secercah harapan pekan ini. Asus memperkirakan produk-produknya tidak akan naik sebanyak itu di paruh kedua tahun 2026. Selain itu, beredar rumor bahwa SK Hynix mungkin akan mengalihkan produksi dari RAM yang ditargetkan AI (HBM) ke RAM konvensional, setidaknya sampai batas tertentu.
Namun, jangan terlalu terbawa optimisme. Perkembangan terbaru dalam krisis memori ini menegaskan bahwa sentimen yang berlaku di sekitar masa depan sebagian besar masih negatif. Bagi konsumen yang menunggu harga RAM murah, sepertinya harus bersabar lebih lama lagi.

Krisis RAM ini juga berdampak langsung pada berbagai lini produk. Lenovo Tech Day 2026 yang menghadirkan solusi AI untuk manufaktur dan pendidikan juga pasti akan terpengaruh oleh kenaikan biaya komponen ini. Sementara itu, produk tablet seperti Lenovo Tab Plus Gen 2 dengan 9 speaker juga harus berhadapan dengan kenaikan biaya produksi akibat harga RAM yang terus melambung.





Komentar
Belum ada komentar.