📑 Daftar Isi

RayNeo iO Smart Glasses dengan layar MicroLED di sudut pandang pengguna

RayNeo iO Smart Glasses Resmi, Kurangi Kebiasaan Cek HP

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • RayNeo iO Smart Glasses resmi diluncurkan untuk mengurangi kebiasaan cek HP
  • Layar MicroLED monokrom hijau 0,6 mm dengan kecerahan hingga 1.300 nits (Firefly Engine Nano)
  • Bobot ringan 33 gram dengan baterai 240mAh, tahan hingga 48 jam pemakaian normal
  • Fitur Live Translation 40 bahasa, mode dikte 112 bahasa, dan Ambient AI Life Log
  • Tanpa speaker, menggunakan sensor konduksi tulang dan empat mikrofon untuk input suara
  • Kontrol melalui scroll wheel ala Apple Watch dan gerakan kepala, sertifikasi IP54
  • AI bawaan gratis (RayNeo assistant + Gemini 3.1 Flash Lite), langganan $9,99/bulan untuk model lain
  • Harga mulai $479 (casing standar) dan $529 (bundel charging case), mulai dijual 4 September

Telset.id – RayNeo resmi meluncurkan kacamata pintar terbarunya yang dirancang untuk mengurangi frekuensi pengguna dalam memeriksa ponsel. Kacamata iO Smart Glasses menempatkan layar MicroLED kecil di sudut atas penglihatan pengguna, sehingga notifikasi, jadwal, dan informasi singkat lainnya dapat dilihat tanpa harus meraih smartphone.

Perangkat ini hadir dengan bobot ringan dan berbagai fitur pendukung yang menjadikannya alternatif praktis bagi pengguna yang ingin tetap terhubung tanpa terganggu oleh layar ponsel. Peluncuran ini menegaskan bahwa RayNeo iO Smart Glasses menyasar kebutuhan produktivitas dan efisiensi dalam aktivitas harian.

Layar MicroLED monokrom hijau berukuran 0,6 mm dengan kecerahan hingga 1.300 nits menjadi andalan utama perangkat ini. Teknologi yang disebut Firefly Engine Nano tersebut dirancang agar tetap terlihat jelas meskipun berukuran sangat kecil dan tidak mengganggu pandangan utama pengguna.

Gold RayNeo iO on gradient background

Desain Ringan dengan Fitur Lengkap

Seluruh komponen kacamata ini dikemas dalam bingkai seberat 33 gram. Baterai berkapasitas 240mAh disematkan untuk mendukung pengoperasian harian, dengan klaim daya tahan hingga 48 jam untuk penggunaan normal dan 96 jam dalam mode siaga.

Kacamata ini juga dilengkapi empat mikrofon dan sensor konduksi tulang yang berfungsi mengisolasi suara pengguna dari kebisingan latar belakang. Menariknya, perangkat ini sama sekali tidak memiliki speaker. Seluruh interaksi suara hanya berjalan satu arah, yakni input melalui mikrofon dan sensor konduksi tulang, tanpa ada output audio yang diputar kembali.

Navigasi menu dilakukan melalui scroll wheel yang mirip dengan Digital Crown pada Apple Watch. Sensor gerakan memungkinkan kontrol menggunakan gerakan kepala, sementara sertifikasi IP54 memberikan perlindungan dari percikan air dan hujan ringan. Terdapat pula LED kecil di bagian temple yang menyala setiap kali mikrofon atau mesin penerjemah aktif.

Fitur Penerjemahan dan AI Life Log

Perangkat keras tersebut mendukung dua fitur software andalan. Fitur pertama mencakup penerjemahan dan dikte, dengan Live Translation yang mendukung 40 bahasa dan mode dikte yang mencakup 112 bahasa. Kacamata ini juga memiliki auto-teleprompter yang dapat menggulir naskah saat pengguna berbicara.

Fitur kedua berjalan di latar belakang dan disebut “Ambient AI Life Log”. Sistem ini melacak kebiasaan dan alur kerja pengguna dari waktu ke waktu untuk mempersonalisasi ringkasan harian. Selain itu, dashboard pada kacamata ini menampilkan informasi jadwal, peringatan, dan cuaca hanya dengan sekali pandangan ke atas.

Black RayNeo iO on gradient background

Untuk fitur AI, kacamata iO sudah termasuk asisten bawaan RayNeo dan Gemini 3.1 Flash Lite tanpa biaya tambahan. Pengguna yang menginginkan model AI lainnya dapat berlangganan sebesar $9,99 per bulan melalui aplikasi pendamping, yang membuka akses ke ChatGPT 5.1, Gemini 2.5 Pro, Claude Sonnet 4.5, Claude Opus 4.1, dan DeepSeek V3.

Kategori kacamata pintar memang semakin ramai dengan kehadiran berbagai pemain besar. Fenomena ini juga memicu munculnya aplikasi pendeteksi perangkat tersebut, seperti yang dibahas dalam artikel tentang deteksi smart glasses di sekitar pengguna.

Perkembangan teknologi ini juga menarik perhatian pelaku industri lain. Snap misalnya, dikabarkan merahasiakan chip Snapdragon yang digunakan pada kacamata AR Specs miliknya. Sementara itu, konsep Spatial AI menjadi arena perlombaan raksasa teknologi dalam memahami dunia nyata.

Harga dan Ketersediaan

RayNeo iO Smart Glasses akan mulai dijual pada 4 September melalui situs resmi perusahaan dan Amazon. Kacamata ini tersedia dalam dua konfigurasi, yakni varian dengan casing standar seharga $479 dan bundel dengan charging case seharga $529.

Bersamaan dengan peluncuran kacamata ini, RayNeo juga mengumumkan perangkat streaming Google TV bernama Pocket TV Pro. Perangkat ini dirancang untuk dipasangkan dengan kacamata AR RayNeo GT dan GT Max, serta mendukung pemutaran Dolby Vision. Namun, RayNeo belum mengumumkan harga dan ketersediaan Pocket TV Pro.

Kehadiran RayNeo iO Smart Glasses menunjukkan bahwa masa depan interaksi digital semakin mengarah pada perangkat wearable yang tidak mengganggu aktivitas fisik pengguna. Dengan layar yang tetap tersembunyi dan fokus pada informasi singkat, kacamata ini menawarkan pendekatan berbeda dalam mengelola notifikasi dan jadwal harian.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.