📑 Daftar Isi

RayNeo meluncurkan kacamata iO yang fokus pada produktivitas dan kacamata GT yang fokus pada multimedia

RayNeo Luncurkan iO dan GT Series, Kacamata AR untuk Produktivitas dan Hiburan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • RayNeo luncurkan dua lini kacamata AR: seri iO untuk produktivitas dan seri GT untuk multimedia
  • RayNeo iO berbobot 33g dengan display monokrom 1.300 nits, mendukung terjemahan 55 bahasa dan integrasi AI (Gemini, ChatGPT, Claude, DeepSeek)
  • Baterai iO 240mAh tahan 2 hari pemakaian, rating IP54, tanpa speaker dengan antarmuka teks murni
  • RayNeo GT dan GT Max punya display microOLED full-color, speaker Bang & Olufsen, layar virtual hingga 307 inci (59° FOV)
  • GT Max adalah kacamata AR pertama dengan dukungan Dolby Vision via RayNeo Pocket TV Pro
  • Pocket TV Pro: chipset Amlogic S905X5M-J, RAM 3GB, storage 64GB, baterai 6.500mAh untuk 5,5 jam streaming
  • Ketersediaan mulai 4 September, harga belum diumumkan, akan dipamerkan di IFA 4-8 September

Telset.id – RayNeo, salah satu produsen kacamata AR terkemuka dengan pangsa pasar 23,7% berdasarkan data Counterpoint pada Q1 2026, resmi memperkenalkan dua lini produk baru, yaitu seri iO dan GT. Peluncuran ini menandai langkah strategis RayNeo untuk menjangkau dua segmen pengguna yang berbeda, yakni mereka yang membutuhkan asisten harian yang ringan dan mereka yang menginginkan pengalaman hiburan imersif.

Seri RayNeo iO dirancang sebagai kacamata ambient intelligence yang “glanceable” atau dapat dilihat sekilas. Produk ini ditujukan bagi pengguna yang ingin mengurangi kebiasaan mengecek ponsel. Sementara itu, seri RayNeo GT dan GT Max difokuskan untuk konsumsi multimedia, seperti bermain game dan menonton film dengan layar virtual berukuran raksasa.

RayNeo iO Smart Glasses: Fokus pada Produktivitas dan AI

RayNeo iO Smart Glasses memiliki bobot super ringan hanya 33 gram dengan distribusi berat 50:50 antara bagian depan dan belakang. Desain ini memastikan kenyamanan saat digunakan sepanjang hari. Bingkai kacamata terbuat dari paduan magnesium-aluminium AZ91D, sementara gagangnya menggunakan titanium kelas aerospace.

Kacamata ini menggunakan display waveguide monokrom (hijau) dengan Firefly Nano Engine. Teknologi Blue Lake waveguide-nya mencapai transparansi 97 persen, sehingga informasi yang ditampilkan tidak terlihat oleh orang lain. Layar ini mampu menampilkan teks yang tajam dengan kecerahan hingga 1.300 nits.

Salah satu fitur unggulan RayNeo iO adalah kemampuannya sebagai teleprompter saat pengguna sedang berpidato. Selain itu, kacamata ini mendukung terjemahan langsung (live translation) dalam 55 bahasa global dan 109 aksen dengan latensi sekitar 1 detik. Terdapat juga array 4 mikrofon yang memungkinkan kacamata mendengarkan pengguna dan orang lain, dilengkapi sensor konduksi tulang untuk menangkap suara dengan jelas bahkan di lingkungan yang bising untuk dikte suara.

Fitur Ambient AI Life Log yang hemat daya mampu menangkap jadwal dan konteks percakapan, kemudian akan meminta pengguna untuk menambahkan hal tersebut ke kalender. Kacamata ini terintegrasi dengan AI dan hadir dengan RayNeo AI serta Gemini 3.1 Flash Lite secara default. Pengguna juga dapat beralih ke Gemini, ChatGPT, Claude, dan DeepSeek melalui aplikasi pendamping.

RayNeo iO dibekali baterai 240mAh yang diklaim mampu bertahan hingga 2 hari untuk penggunaan reguler dalam sekali pengisian daya. Ini termasuk 18 jam perekaman audio atau 6,2 jam terjemahan berkelanjutan. Kacamata ini memiliki rating IP54 dan LED yang terpasang untuk memberi tahu orang lain saat sedang merekam atau menerjemahkan.

Meskipun tidak memiliki speaker, RayNeo iO mengandalkan antarmuka teks murni. Kacamata ini mendukung gerakan dasar, seperti mengangguk untuk menerima prompt, serta Smart Crown rotary dial yang mirip dengan digital crown pada smartwatch.

RayNeo GT dan GT Max: Hiburan Imersif dengan Layar Raksasa

Berbeda dengan seri iO, RayNeo GT dan GT Max hadir dengan display microOLED full-color dan quad speaker yang disetel bersama Bang & Olufsen untuk audio imersif.

RayNeo GT series glasses

RayNeo GT menciptakan display virtual berukuran 231 inci, yang setara dengan 46 derajat field of view. Sementara itu, RayNeo GT Max menawarkan display yang lebih besar dengan tiga ukuran yang dapat dipilih, yaitu 227 inci, 267 inci, dan 307 inci. Ukuran terbesar tersebut berhubungan dengan field of view lebar 59 derajat. Bobot RayNeo GT Max adalah 78 gram, sedikit lebih berat dibandingkan RayNeo GT yang berbobot 68 gram.

Kedua model GT dilengkapi hardware khusus untuk pelacakan 3DoF yang menawarkan tiga mode: Follow Mode (display tetap di bidang pandang), Pinned Mode (display terkunci di ruang 3D seperti monitor virtual), dan Steady Mode (stabilisasi gambar untuk mengurangi guncangan saat bergerak atau berada di dalam bus, kereta, atau pesawat).

RayNeo GT Max menjadi kacamata AR pertama yang mendukung konten Dolby Vision menggunakan perangkat RayNeo Pocket TV Pro yang baru. Untuk video SDR, terdapat fitur konversi SDR-to-HDR bertenaga AI.

RayNeo Pocket TV Pro

RayNeo Pocket TV Pro pada dasarnya adalah Android dalam bentuk stik. Perangkat ini ditujukan bagi pengguna yang lebih suka menggunakan perangkat khusus untuk menyalakan kacamata, alih-alih menyambungkannya langsung ke smartphone atau laptop melalui USB-C. Pocket TV Pro ditenagai chipset Amlogic S905X5M-J dengan RAM 3GB dan penyimpanan internal 64GB. Terdapat slot microSD yang mendukung kartu hingga 1TB untuk membawa media. Baterainya berkapasitas 6.500mAh, yang mampu menyalakan perangkat dan kacamata selama 5,5 jam streaming.

Kedua seri kacamata RayNeo ini akan tersedia mulai 4 September, dengan harga yang akan diumumkan kemudian. Seri iO akan hadir dalam warna Polar Night (Abu-abu Gelap) dan Dune (Emas). Kedua model GT mendukung insert lensa resep kustom resmi. RayNeo GT Max juga tersedia dalam tiga ukuran jarak pupil (IPD), yaitu Size S (di bawah 64mm), Size M (64–67mm), dan Size L (di atas 67mm).

Produk baru ini akan tersedia di RayNeo.com dan Amazon. Kedua seri juga akan didemokan di ajang IFA yang berlangsung pada 4-8 September. Peluncuran ini mempertegas posisi RayNeo di pasar kacamata AR dengan menawarkan solusi berbeda untuk kebutuhan produktivitas dan hiburan. Bagi pengguna yang penasaran dengan teknologi pendeteksi kacamata pintar, aplikasi AntiZuck telah tembus Top 3 App Store. Sementara itu, artikel tentang dua seri smart glasses ini juga dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai strategi RayNeo.

Dengan kehadiran seri iO dan GT, RayNeo kini memiliki portofolio produk yang lebih beragam untuk menjawab kebutuhan pasar yang berbeda. Seri iO menawarkan solusi ringkas untuk meningkatkan produktivitas harian, sementara seri GT memberikan pengalaman hiburan kelas premium. Keputusan RayNeo untuk menghadirkan dua lini produk sekaligus menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang segmen pengguna kacamata AR yang terus berkembang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.