Telset.id – RayNeo resmi memperkenalkan dua lini smart glasses terbaru yang dirancang untuk kebutuhan yang sangat berbeda, yaitu seri iO Smart Glasses yang minimalis dan seri GT yang fokus pada pengalaman visual imersif. Langkah ini menegaskan strategi RayNeo untuk menjangkau dua segmen pengguna sekaligus dalam satu momentum peluncuran.
Seri iO Smart Glasses hadir dengan bobot hanya 33 gram dan tampilan yang hampir tidak bisa dibedakan dari kacamata biasa. Kacamata ini menyembunyikan layar monokrom hijau kecil dengan field of view 23,5 derajat, serta dilengkapi kemampuan perekaman suara cerdas dan berbagai fitur AI untuk membantu aktivitas harian pengguna. Sementara itu, seri GT dan GT Max menawarkan pengalaman “cinema-grade spatial viewing” dengan desain yang jauh lebih mencolok, mirip kacamata hitam berukuran besar dengan lengan yang tebal.
Menurut laporan yang dikutip Telset.id, kedua keluarga kacamata ini memang ditujukan untuk tujuan yang sama sekali berbeda. iO Smart Glasses dirancang untuk dipakai sepanjang hari, menggantikan kacamata biasa yang tidak memiliki fitur pintar. Kacamata ini menampilkan antarmuka sederhana dan potongan teks, seperti terjemahan real-time atau tampilan teleprompter saat berpidato. Sebaliknya, seri GT adalah display glasses yang difokuskan untuk menonton film, bermain game, atau bekerja dengan layar virtual besar.
iO Smart Glasses: Fokus pada AI dan Perekaman Suara
Untuk mencapai gaya minimalis yang terlihat lebih normal dibandingkan produk sejenis dari Meta, RayNeo harus membuat sejumlah kompromi. Layar monokrom menjadi salah satu pengorbanan yang jelas. Yang lebih mengejutkan, iO Smart Glasses tidak dilengkapi speaker, sesuatu yang mungkin dianggap sebagai kebutuhan dasar pada smart glasses untuk penggunaan sehari-hari.
Sebagai gantinya, RayNeo memfokuskan teknologi pada kualitas perekaman suara. Kacamata ini memiliki quad-microphone array dan bone conduction sensor yang menurut perusahaan mampu “mengisolasi getaran vokal untuk transkripsi yang sempurna di lingkungan yang bising.” Fitur ini sangat berguna untuk terjemahan langsung dan perintah suara, sekaligus mendukung RayNeo’s Ambient AI Productivity Suite yang dapat mendengarkan percakapan untuk “mengekstrak item tindakan” dan menyarankan pembaruan kalender.

RayNeo mengklaim iO Smart Glasses dapat menerjemahkan 55 bahasa dan 109 aksen secara real-time dengan latensi sekitar satu detik, berkat software AI translation Timekettle BabelOS 3.0. Baterainya diklaim mampu bertahan hingga dua hari pemakaian, sekitar 18 jam perekaman berkelanjutan, dan 6,2 jam untuk penerjemahan.
Seperti halnya produk AI yang terus merekam, ada kekhawatiran privasi yang melekat. RayNeo menyatakan iO Smart Glasses memiliki lampu indikator yang menyala selama perekaman dan penerjemahan. Namun, seperti yang terlihat pada perangkat sejenis, indikator semacam itu relatif mudah disembunyikan. Perlu dicatat bahwa smart glasses ini tidak dilengkapi kamera, sehingga tidak mudah dikritik sebagai “kacamata mesum.”
Baca Juga:
Seri GT: Layar Virtual Raksasa untuk Hiburan dan Produktivitas
Seri GT dan GT Max hadir dengan bobot yang jauh lebih berat, masing-masing 68 gram dan 78 gram, dua kali lipat dari iO Smart Glasses. Bobot ekstra ini memberi ruang untuk layar yang jauh lebih besar. RayNeo GT dapat memproyeksikan layar virtual hingga 231 inci dengan field of view 46 derajat, sementara GT Max mampu menampilkan layar hingga 307 inci dengan FOV mengesankan 59 derajat.
Semakin besar FOV, semakin banyak bagian layar virtual yang dapat dilihat tanpa menggerakkan kepala. Menurut RayNeo, GT lebih fokus pada AR gaming dan menonton media, sedangkan GT Max menawarkan “cinema grade AR display.” Kedua kacamata GT dilengkapi quad-speaker yang disetel bersama Bang and Olufsen, serta chip AR 3DoF yang memungkinkan pengguna menambatkan layar di ruang 3D. Keduanya juga dapat menampilkan konten Dolby Vision HDR saat terhubung ke RayNeo Pocket TV Pro, perangkat streaming bertenaga Google TV.
Minat terhadap smart glasses memang terus meningkat, dan berbagai kacamata pintar dari berbagai vendor menunjukkan arah industri ini. Namun, RayNeo belum mengumumkan harga untuk semua kacamata barunya. Informasi harga kemungkinan akan diumumkan menjelang peluncuran ritel pada 4 September. RayNeo juga akan memamerkan semua kacamata barunya di ajang IFA pada awal September.
Dengan dua lini produk yang sangat berbeda, RayNeo tampaknya ingin mengakomodasi dua tipe pengguna sekaligus: mereka yang menginginkan teknologi AI yang menyatu dalam kehidupan sehari-hari, dan mereka yang mencari pengalaman visual maksimal untuk hiburan dan produktivitas. Pertanyaannya, akankah satu pasang smart glasses suatu hari nanti mampu melayani kedua kebutuhan tersebut? Menurut RayNeo, hal itu belum memungkinkan dengan teknologi saat ini.





Komentar
Belum ada komentar.