Mobil listrik Jaguar putih dengan sensor otonom Waymo di atap dan belakang, diparkir di jalan kota pada malam hari dengan lampu belakang menyala dan plat nomor California. Mobil memiliki stiker 'Ride today' dan app store di bagian belakang. Trem terlihat di latar belakang.

Remaja di Santa Monica Sewa Waymo untuk Aksi Berbahaya

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Remaja di Santa Monica menyewa robotaxi Waymo untuk aksi berbahaya dengan menjulurkan tubuh dari jendela saat melaju.
  • Saksi mata melaporkan anak berusia 8-9 tahun ikut serta dalam aksi tersebut.
  • Waymo mengaku kejadian ini jarang terjadi dan melanggar perjanjian pengguna.
  • Pengamat menyoroti masalah verifikasi usia dan pemantauan penumpang.
  • Kebijakan Waymo mewajibkan anak di bawah 18 tahun didampingi orang dewasa.

Telset.id – Sekelompok remaja di Santa Monica, California, Amerika Serikat, menyalahgunakan layanan robotaxi Waymo untuk melakukan aksi berbahaya. Alih-alih mencuri mobil, mereka memesan taksi otonom dan menjulurkan tubuh dari jendela kendaraan saat melaju di jalan raya. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang keamanan penumpang dan pengguna jalan lain di era kendaraan tanpa pengemudi.

Foto-foto yang beredar menunjukkan setidaknya dua anak laki-laki menjulurkan sebagian besar tubuh mereka dari jendela Waymo. Mereka bahkan tampak berswafoto untuk media sosial Instagram. Yang lebih mengkhawatirkan, salah satu anak di kursi depan diperkirakan baru berusia 8 hingga 9 tahun.

“Yang mengejutkan adalah betapa mudanya mereka, terutama anak laki-laki yang duduk di depan, yang tampaknya berusia sekitar 8 hingga 9 tahun,” ujar Rojia Shahsavani, saksi mata yang merekam kejadian tersebut kepada KTLA.

Shahsavani mengaku telah menegur para remaja itu, tetapi mereka tidak mengindahkan. Khawatir akan keselamatan mereka, ia kemudian mengikuti robotaxi tersebut dan menghubungi layanan pelanggan Waymo untuk melaporkan aksi itu.

“Petugas meyakinkan saya bahwa mereka akan dapat menepikan mobil di tempat yang lebih baik di mana lalu lintas tidak menjadi masalah,” kata Shahsavani.

Namun, Waymo tetap melaju dan para remaja terus bersenang-senang. Shahsavani akhirnya kehilangan pandangan terhadap robotaxi tersebut. Ia kini khawatir tidak hanya soal keselamatan remaja itu, tetapi juga bagaimana taksi otonom bisa membahayakan pengendara lain.

“Teknologi menjadi lebih umum, tetapi keselamatan publik harus berkembang seiring dengannya dan itu mengkhawatirkan,” tambahnya.

Insiden ini menyoroti celah keamanan dalam layanan robotaxi. Kebijakan Waymo di California menyatakan bahwa anak di bawah 18 tahun harus didampingi orang dewasa. Namun, penerapan aturan ini menjadi masalah besar bagi perusahaan milik Google tersebut.

“Menurut saya, dua masalah nyata yang menonjol dari kasus ini adalah verifikasi usia pengendara, yang bisa membuat Waymo didenda, dan memiliki cukup pemantau untuk benar-benar melihat dan peduli jika ada aktivitas tidak aman seperti ini di dalam mobil,” ujar juru bicara Consumer Watchdog kepada KTLA.

Waymo mengeluarkan pernyataan menanggapi insiden tersebut. “Keselamatan adalah prioritas tertinggi kami di Waymo,” kata juru bicara Waymo kepada Los Angeles Times.

“Perilaku ini melanggar perjanjian pengguna kami, dan meskipun kejadian semacam ini jarang terjadi, kami menganggapnya sangat serius dan tetap berkomitmen untuk meningkatkan keselamatan jalan dan mobilitas di kota-kota tempat kami beroperasi.”

Aksi remaja ini mengingatkan pada tantangan yang dihadapi perusahaan teknologi dalam mengelola layanan otonom. Tanpa pengemudi manusia, tidak ada yang bisa menghentikan penumpang yang bertindak sembrono. Sistem pemantau jarak jauh pun tampaknya belum cukup efektif untuk menangani situasi darurat seperti ini.

Mobil listrik Jaguar putih dengan sensor otonom Waymo di atap dan belakang, diparkir di jalan kota pada malam hari dengan lampu belakang menyala dan plat nomor California. Mobil memiliki stiker 'Ride today' dan app store di bagian belakang. Trem terlihat di latar belakang.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan mendasar tentang kesiapan regulasi dan teknologi kendaraan otonom. Bagaimana cara memastikan penumpang mematuhi aturan jika tidak ada pengemudi? Bagaimana cara melindungi anak-anak dari bahaya yang bisa mereka timbulkan sendiri di dalam kendaraan tanpa pengawasan orang dewasa?

Insiden serupa sebelumnya juga pernah terjadi. Waymo pernah dikalahkan oleh lalu lintas New York City, menunjukkan bahwa teknologi otonom masih memiliki banyak keterbatasan. Kini, tantangan baru muncul dari sisi perilaku pengguna.

Bagi para pengguna teknologi di Indonesia, insiden ini menjadi pelajaran berharga. Layanan otonom memang menawarkan kemudahan, tetapi juga membawa risiko baru yang belum sepenuhnya teratasi. Keamanan penumpang, terutama anak-anak, harus menjadi prioritas utama.

Waymo mengklaim bahwa kejadian semacam ini jarang terjadi. Namun, satu insiden saja sudah cukup untuk menimbulkan kekhawatiran publik. Perusahaan perlu meningkatkan sistem verifikasi usia dan pemantauan penumpang secara real-time.

Consumer Watchdog menekankan perlunya tindakan tegas. Verifikasi usia adalah kewajiban yang bisa berujung pada denda jika dilanggar. Selain itu, jumlah pemantau harus ditingkatkan agar aktivitas berbahaya bisa segera terdeteksi dan ditangani.

Para saksi di Santa Monica berharap insiden ini menjadi peringatan bagi semua pihak. Teknologi harus berkembang bersama dengan keselamatan publik. Jangan sampai kemajuan teknologi justru menciptakan celah baru yang membahayakan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.