Telset.id – Kabar menarik bagi para pengguna Steam Controller. Seorang aerospace worker dan programmer berhasil menciptakan sebuah program berbasis web yang memungkinkan Steam Controller berjalan otomatis menuju charging puck untuk mengisi daya.
Program yang diberi nama Auto-Charge Vision Tracker ini dihosting di GitHub. Cara kerjanya cukup unik: program ini menggunakan kamera dan teknologi computer vision untuk mendeteksi posisi controller di atas meja, lalu memanfaatkan motor haptic bawaan Steam Controller yang kuat untuk menggerakkannya menuju docking station.
Keunggulan utama dari web app ini adalah Anda tidak perlu menginstal perangkat lunak tambahan di PC. Cukup buka situsnya, hubungkan Steam Controller, pastikan kamera terpasang tepat di atas meja, lalu klik pada area charging puck, bagian depan, dan belakang controller. Setelah itu, controller akan bergerak sendiri menuju pengisi daya saat tidak digunakan.
Seorang pengguna di platform X (sebelumnya Twitter) dengan handle @Dexerto dan @HardwareSteam bahkan membagikan video demonstrasi fitur ini. Dalam videonya, terlihat jelas bagaimana Steam Controller merayap di atas meja menuju charging puck, mirip seperti robot vacuum cleaner.
Ini adalah penggunaan yang menarik dari motor haptic Steam Controller, yang sebenarnya dirancang untuk memberikan feedback getaran kepada gamer. Meskipun aplikasi ini bertujuan untuk membuat pengisian daya lebih nyaman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Keterbatasan dan Risiko Penggunaan
Pertama, Anda memerlukan permukaan meja yang benar-benar datar dan tanpa halangan apapun. Jika ada penghalang, Steam Controller mungkin tidak akan bisa mencapai charging puck dengan mulus.
Kedua, getaran dan pergerakan controller di atas meja dapat menyebabkan abrasi pada permukaan controller. Bagian yang bersentuhan dengan meja berpotensi mengalami flat spots atau permukaan yang aus. Ray Foss, pembuat repositori GitHub ini, menyarankan penggunaan rubber feet atau kaki karet untuk mencegah hal ini. Selain melindungi permukaan controller, rubber feet juga bisa memberikan akselerasi dan handling yang lebih baik saat controller bergerak.
Sebelumnya, programmer lain juga pernah menciptakan aplikasi web serupa yang memungkinkan Steam Controller meluncur di atas meja seperti mobil RC. Namun, yang membedakan proyek buatan Ray Foss adalah penggunaan computer vision untuk memandu controller secara otomatis kembali ke charging puck. Aplikasi sebelumnya hanya memungkinkan pengguna untuk “mengemudikan” controller secara manual.
Baca Juga:
Meskipun inovatif, aplikasi semacam ini memiliki keterbatasan kegunaan. Steam Controller tidak akan bisa melompat dari meja kopi di ruang tamu ke konsol TV tempat charging puck dan Steam Machine berada. Namun, proyek ini menunjukkan komitmen Valve dalam memberikan kemudahan bagi para gamer untuk menggunakan perangkat mereka sesuai keinginan.
Valve bahkan telah merilis file CAD untuk Steam Controller dan Puck pada Mei 2026, hanya beberapa hari setelah controller tersebut tersedia secara luas. Langkah ini memungkinkan pengguna untuk membuat aksesori mereka sendiri.
Bagi Anda yang penasaran dan ingin mencoba, cukup kunjungi situs Auto-Charge Vision Tracker. File programnya juga tersedia di GitHub jika Anda ingin memodifikasinya sendiri.
Perlu diingat, proyek ini adalah buatan komunitas dan bukan fitur resmi dari Valve. Meskipun demikian, inisiatif seperti ini menunjukkan potensi besar dari perangkat keras yang dirancang dengan baik dan komunitas kreatif di sekitarnya.
Jika Anda tertarik dengan ekosistem Steam dan berbagai inovasi di dalamnya, Anda bisa membaca artikel terkait lainnya seperti Bos Epic Games Kecam Kebijakan AI atau Stim Machine Alternatif Steam Machine.
Dengan berbagai kemungkinan modifikasi dan kreasi dari komunitas, Steam Controller terbukti bukan sekadar gamepad biasa. Perangkat ini menjadi platform yang terbuka untuk eksperimen dan inovasi, mulai dari fitur pengisian daya otomatis hingga berbagai proyek DIY lainnya.
Fitur Auto-Charge Vision Tracker ini mungkin tidak akan menjadi standar industri dalam waktu dekat, tetapi proyek ini berhasil menunjukkan bahwa dengan kreativitas dan teknologi, hampir semua hal bisa dilakukan. Terutama ketika perusahaan seperti Valve memberikan akses terbuka terhadap desain perangkat keras mereka.
Bagi para penggemar teknologi dan modding, proyek semacam ini adalah contoh sempurna bagaimana perangkat keras yang baik bisa menjadi lebih baik lagi berkat campur tangan komunitas. Dan siapa tahu, mungkin suatu hari nanti fitur serupa akan menjadi standar pada semua gamepad.
Sampai saat ini, belum ada informasi apakah Valve akan mengadopsi fitur serupa secara resmi. Namun, dengan dirilisnya file CAD dan dukungan terhadap komunitas, bukan tidak mungkin kita akan melihat lebih banyak inovasi menarik dari para penggemar Steam Controller di masa depan.
Bagi Anda yang tertarik untuk mencoba, pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan dengan seksama. Gunakan rubber feet untuk melindungi controller Anda, dan pastikan meja Anda cukup luas serta bebas dari halangan. Dengan persiapan yang tepat, Anda bisa menikmati kemudahan pengisian daya otomatis yang praktis dan futuristik ini.





Komentar
Belum ada komentar.