📑 Daftar Isi

Trump T1 Phone warna emas dengan desain matte

Review Trump T1 Phone: Performa Biasa dengan Harga Rp 8 Jutaan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Trump T1 Phone akhirnya dirilis setelah hampir setahun sejak peluncuran Trump Mobile dan sembilan bulan keterlambatan
  • CNET dan NBC News menerima unit review, dengan CNET memberikan review paling mendalam
  • Sisi positif: Android stok tanpa bloatware berlebihan, baterai 5.000 mAh, pengisian 30W, jack headphone 3.5mm
  • Sisi negatif: Warna emas mencolok, magnet sidik jari, performa pas-pasan mendekati Snapdragon 7 Gen 3
  • Kamera oversaturasi, zoom kurang tajam, selfie otomatis beautifikasi, watermark foto default
  • Klaim "Made in USA" ditarik, hanya "assembled" di AS, diduga berbasis HTC U-24 Pro buatan Taiwan
  • Chipset tidak dikonfirmasi, harga $499 (Rp 8 jutaan), performa kalah dari Google Pixel 10a dan iPhone 17E
  • Hanya 30.000 unit tersedia, tanggal pengiriman masih belum jelas

Telset.id – Setelah hampir setahun sejak peluncuran Trump Mobile dan sembilan bulan sejak Trump T1 Phone dijanjikan akan sampai ke pelanggan, ponsel emas yang menyandang nama Presiden AS itu akhirnya tiba. Sayangnya, kesan awal dari review yang beredar menunjukkan hasil yang tidak terlalu mengesankan.

CNET dan NBC News telah menerima unit T1, dengan CNET melakukan review lebih mendalam. Perlu dicatat, CNET mengklaim pesanan mereka dipercepat oleh Trump Mobile, dan sejauh ini belum ada outlet lain yang bisa mereview Trump T1 secara independen. Satu-satunya kesan kuat yang tersedia saat ini berasal dari review langsung CNET.

Trump T1 Phone: Sisi Positif

Software Trump T1 menjalankan Android versi stok, artinya tidak ada lapisan “TrumpOS” khusus di atasnya. Ini berarti pembaruan software seharusnya cukup mudah, meskipun belum diketahui dukungan apa yang akan didapatkan T1. Bloatware minimal, hanya terdiri dari aplikasi Truth Social dan Doctegrity telemedicine, dan keduanya bisa di-uninstall.

Baterai tercatat memiliki kapasitas 5.000 mAh, yang biasanya menandakan daya tahan baik. Pengujian menunjukkan baterai turun 10% setelah 45 menit, dan turun 22% setelah tiga jam menonton YouTube. Performa baterai ini tidak luar biasa, tapi juga tidak buruk. Kecepatan pengisian 30W juga tidak jelek, dengan pengisian penuh sekitar satu jam. Ada pula charging brick yang disertakan dalam kotak.

Trump Mobile didukung oleh Liberty Mobile, MVNO berbasis Florida yang menggunakan infrastruktur T-Mobile. Artinya, pengguna akan mendapatkan cakupan serupa dengan T-Mobile. Kualitas panggilan disebut tidak istimewa, tapi juga tidak buruk. T1 juga memiliki jack headphone 3.5mm yang kini langka, serta case transparan dasar dalam kotak.

Trump T1 Phone: Sisi Negatif

Hal paling mencolok dari T1 adalah warnanya, yaitu nuansa emas mencolok yang oleh CNET digambarkan sebagai “memberi getaran air seni dehidrasi.” Review tersebut juga menyamakan skema warna dengan koin emas Scrooge McDuck, mustard, dan “kuning” pada umumnya. Desain matte ternyata menjadi magnet sidik jari.

Performa pas-pasan, meski sulit dibandingkan karena Trump Mobile belum mengonfirmasi chipset yang digunakan. Dengan harga $499 (sekitar Rp 8 jutaan), jelas tidak menggunakan chipset flagship Snapdragon terbaru. Performa mendekati Snapdragon 7 Gen 3, namun angka aktualnya lemah dibanding ponsel harga serupa seperti Google Pixel 10a dan iPhone 17E.

Kinerja kamera juga pas-pasan. CNET membandingkan hasil jepretan dengan Samsung Galaxy S23 Plus. Foto siang hari cukup baik, namun kualitas cenderung oversaturasi dan kurang natural. Ini justru menguntungkan dalam kondisi cahaya rendah. Zoom juga kurang tajam, dengan kualitas menurun cepat di atas pembesaran 2x. Selfie otomatis menerapkan filter beautifikasi tanpa izin.

T1 juga menambahkan watermark foto secara default, meski bisa dimatikan. Ini adalah praktik yang mengganggu dan tidak seharusnya ada.

Klaim Made in USA yang Bermasalah

Pada Juni 2025, Trump Mobile mengklaim T1 akan “dibuat di AS.” Klaim ini sesuai dengan tuntutan Presiden agar perusahaan teknologi membawa lebih banyak lapangan kerja manufaktur ke Amerika Serikat. Namun, Trump Mobile segera menarik klaim “made in the U.S.” tersebut. NBC mencatat bahwa model yang dikirimkan diberi label “dirakit” di AS.

Pada Februari, Trump Mobile mengatakan kepada The Verge bahwa perakitan akhir dilakukan di Florida, sementara manufaktur sebenarnya ditangani oleh “favored nation.” Banyak pihak menunjukkan bahwa ponsel ini sangat mirip dengan HTC U-24 Pro yang dibuat di Taiwan. Trump Mobile belum berkomentar mengenai hal ini.

Satu-satunya penjelasan adalah bahwa T1 dirancang dengan nilai-nilai Amerika, dengan “desain bangga Amerika” dan “dibentuk oleh inovasi Amerika.” Ini bisa berarti apa saja, meski penambahan bendera Amerika di bagian belakang ponsel menunjukkan kecenderungan patriotik — meskipun benderanya memiliki 11 garis, bukan 13.

Kesimpulan: Ponsel Biasa dengan Harga Tidak Biasa

Masalah utama T1 adalah banyaknya ketidakjelasan. Kita tidak tahu hardware apa yang digunakan, sehingga sulit dibandingkan dengan ponsel harga serupa. Kurangnya klarifikasi soal dukungan software juga mengkhawatirkan, terutama mengingat ponsel ini menjalankan Android 15 dan catatan keamanan Trump Mobile yang bermasalah.

Berdasarkan yang terlihat, T1 jelas bukan bencana total. Namun, ketika aspek positif yang paling menonjol adalah tidak adanya bloatware dan adanya jack headphone, itu tidak memberikan gambaran bagus untuk perangkat ini — terutama saat performa, tampilan, dan kualitas kamera biasa-biasa saja. T1 jelas tidak akan menjadi pesaing iPhone 18 atau iPhone 18e.

Hanya ada 30.000 unit yang tersedia, dan belum diketahui kapan pengiriman akan dilakukan ke pelanggan yang sudah menunggu sejak lama.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kebijakan teknologi terkait, Anda bisa membaca aturan AI terbaru yang terkait dengan pemerintahan saat ini.

trump t1 phone

trump mobile phone next to person.

trump 1 mobile

Komentar

Belum ada komentar.