Telset.id – Sonos secara resmi mengumumkan tiga hal baru: headphone Sonos Ace Ultra, soundbar Sonos Beam Ultra, serta rebranding software mereka menjadi sistem operasi bernama Sonos 27. Pembaruan ini mencakup asisten suara baru berbasis AI, integrasi AI agent, dan cara baru bagi speaker untuk bekerja sama secara lebih cerdas.
CEO Sonos, Tom Conrad, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan respons atas kebutuhan pelanggan yang ingin produk Sonos menjadi satu kesatuan sistem yang utuh, bukan sekadar perangkat individual. Headphone Ace Ultra dibanderol US$449 atau sekitar Rp7 jutaan, sementara Beam Ultra dijual US$699 atau sekitar Rp11 jutaan.

Kedua produk baru tersebut sudah bisa dipesan mulai 1 September 2026 dan akan resmi diluncurkan pada 29 September 2026. Kehadiran Ace Ultra menjadi sorotan utama karena headphone ini akhirnya bisa terhubung langsung ke ekosistem Sonos, fitur yang dinantikan pengguna sejak generasi pertama Ace dirilis.
Headphone Ace Ultra dengan Headphone Engine 2
Sonos Ace Ultra hadir dengan driver 40mm baru yang menjanjikan peningkatan kualitas suara. Namun yang lebih menarik adalah chip baru bernama Headphone Engine 2 yang memungkinkan headphone ini berfungsi sebagai bagian standar dari ekosistem Sonos, sesuatu yang diharapkan pengguna dari Ace generasi pertama.
Tom Conrad menjelaskan bahwa ada dua komponen kunci untuk membuka konektivitas headphone ke sistem Sonos. Pertama, kebutuhan akan performa Wi-Fi dan penyimpanan kredensial keamanan yang tertanam dalam silikon headphone. Kedua, teknologi virtualisasi baru dalam sistem operasi yang memungkinkan headphone menunjuk speaker lain di jaringan sebagai proxy.
Dengan fitur ini, pengguna bisa berjalan mendekati speaker yang sedang memutar musik, menekan tombol di headphone, dan musik langsung berpindah ke headphone tanpa aplikasi atau Bluetooth. Pengguna juga bisa memindahkan musik kembali ke speaker lain dengan cara yang sama.

Conrad mengakui bahwa Ace generasi pertama adalah contoh bagaimana perusahaan sempat melupakan pentingnya integrasi sistem. “Ada banyak headphone luar biasa di dunia, tapi yang membuat Sonos berbeda adalah kemampuannya menjadi bagian dari sistem,” ujarnya.
Beam Ultra dengan Dolby Atmos 7.1.2
Sonos Beam Ultra diposisikan di antara Beam (Gen 2) dan Arc Ultra. Soundbar kompak ini menghadirkan 7.1.2 channel Dolby Atmos menggunakan sembilan driver, termasuk dua driver upfiring yang pertama untuk lini Beam.
Conrad menegaskan bahwa tujuan mereka adalah menghadirkan soundbar midsize terbaik di dunia. Banyak pelanggan menginginkan form factor lebih kecil yang bisa diletakkan di bawah televisi di atas credenza, namun tetap menginginkan pengalaman Atmos yang imersif.
Center soundstage Beam Ultra ditingkatkan secara dramatis untuk pengalaman dialog yang jernih. Bass juga dirancang untuk memberikan bobot tanpa memerlukan subwoofer tambahan. Beam generasi pertama akan tetap dijual sebagai opsi yang lebih terjangkau dengan pengalaman 5.1.2.

Sonos 27: Sistem Operasi Audio Rumah
Sonos 27 adalah nama baru untuk software Sonos yang sebelumnya tidak memiliki identitas khusus. Conrad menjelaskan bahwa perusahaan selalu memberi nama pada hardware seperti Arc, Ace, Beam, dan Move, tapi software tidak pernah diberi nama.
“Kami membuat sistem operasi untuk pengalaman audio di rumah, dan ‘OS’ selalu ada di nama kami,” kata Conrad. Penamaan dengan angka tahun menandakan komitmen pembaruan berkelanjutan, dengan rencana Sonos 28 dan Sonos 29 di masa depan.
Sonos Fabric adalah teknologi baru yang memungkinkan produk Sonos saling mendeteksi dan beradaptasi. Fitur pertama yang menggunakan Fabric adalah smart music switching pada Ace Ultra dan kemampuan speaker portabel sebagai surround dalam setup home theater.
Baca Juga:
Sonos 27voice adalah asisten suara baru berbasis AI yang dirancang untuk percakapan natural. Conrad menekankan bahwa fitur ini sepenuhnya opt-in dengan tombol mikrofon fisik yang memutus koneksi listrik antara mikrofon dan perangkat.
Asisten ini menggunakan model bahasa besar khusus yang dijalankan di infrastruktur Sonos sendiri untuk menangani 95 persen pertanyaan umum seperti musik, timer, dan cuaca. Untuk pertanyaan kompleks, sistem akan merutekan ke model frontier eksternal.
Sonos 27mcp adalah integrasi yang memungkinkan AI agent terhubung ke sistem Sonos. Sonos akan muncul di direktori konektor Claude, ChatGPT, Grok, dan Gemini. Pengguna bisa mengontrol musik melalui berbagai platform AI, termasuk fitur chaining tools untuk tugas kompleks.
Conrad juga mengungkapkan fitur portable surrounds yang memungkinkan pengguna memindahkan speaker Sonos Play atau Move ke ruang keluarga untuk pengalaman surround Atmos, lalu mengembalikannya ke tempat semula. Speaker akan otomatis mengenali posisi barunya melalui akselerometer dan sinyal ultrasonik.
Dengan peluncuran ini, Sonos menunjukkan komitmennya terhadap integrasi sistem yang lebih dalam sekaligus membuka platform untuk ekosistem AI yang lebih luas.





Komentar
Belum ada komentar.