Telset.id – Even Realities berhasil mengamankan pendanaan pre-Series B sebesar US$ 150 juta yang mendongkrak valuasi perusahaan rintisan asal Shenzhen ini hingga menyentuh angka US$ 1 miliar. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh raksasa teknologi Meituan bersama investor terdahulu, Tencent, yang menunjukkan kepercayaan besar terhadap model bisnis kacamata pintar berbasis tampilan informasi langsung tanpa fitur kamera.
Langkah strategis Even Realities ini muncul di tengah persaingan ketat pasar wearable device global pada tahun 2026, di mana pemain besar seperti Meta dan Snap terus berlomba menyematkan asisten AI dan kamera pada perangkat wajah pengguna. Berbeda dengan tren industri, Even Realities yang baru berusia tiga tahun justru memilih pendekatan yang mengutamakan privasi dengan menghilangkan komponen kamera sepenuhnya pada produk terbaru mereka.
Founder dan CEO Even Realities, Will Wang, mengungkapkan bahwa sementara pesaing mengejar perangkat yang fokus pada pengambilan konten dan AI berbasis visual, perusahaannya bertaruh pada kacamata display-first. Teknologi ini memproyeksikan informasi langsung ke lini pandang pengguna tanpa mengorbankan privasi individu di sekitarnya. Keberhasilan penggalangan dana ini juga didukung oleh nama-nama besar seperti Sequoia China yang telah menjadi investor sejak tahap awal.
Didirikan pada tahun 2023 oleh mantan insinyur Apple, Even Realities membawa keahlian teknis tingkat tinggi ke dalam industri kacamata pintar. Will Wang sendiri memiliki latar belakang kuat di industri teknologi setelah sebelumnya bekerja pada pengembangan Apple Watch dan iPhone. Selain Wang, pendiri lainnya berasal dari berbagai sektor teknologi dan industri kacamata mewah, termasuk dari perusahaan ternama Lindberg.
Perjalanan produk perusahaan dimulai dengan peluncuran Even G1 pada tahun 2024. Perangkat ini diklaim sebagai kacamata pintar waveguide teringan yang ada di pasaran saat itu. Respons pasar terhadap Even G1 melampaui ekspektasi internal perusahaan, di mana penjualan berhasil menembus angka 10.000 unit. Capaian ini menjadikan Even Realities sebagai perusahaan pertama di kategorinya yang mampu menjual lebih dari 10.000 pasang kacamata pintar dalam waktu singkat.
Pertumbuhan pesat ini juga tercermin dari skala organisasi perusahaan. Dalam kurun waktu satu tahun, jumlah staf Even Realities melonjak drastis dari hanya sekitar 30 hingga 40 orang pada tahun 2024 menjadi antara 300 hingga 400 karyawan saat ini. Ekspansi tenaga kerja ini dilakukan untuk mendukung pengembangan teknologi dan memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, terutama di wilayah Amerika Serikat dan Eropa.
Dalam ekosistem perangkat pintar, integrasi antara perangkat keras dan lunak menjadi kunci utama. Hal ini serupa dengan bagaimana deteksi dini penyakit kini mulai diintegrasikan ke dalam perangkat yang dikenakan di tubuh untuk memberikan nilai tambah bagi pengguna profesional.
Inovasi Teknologi Even HAO dan Fokus pada Privasi
Produk unggulan terbaru perusahaan, Even G2, yang mulai dipasarkan pada November lalu, secara radikal menghapus fitur kamera. Sebagai gantinya, perangkat ini menggunakan heads-up display yang terintegrasi ke dalam bingkai untuk menyajikan informasi kepada pemakainya. Untuk navigasi, pengguna dibekali dengan cincin pendamping bernama Even R1 yang memungkinkan kontrol melalui ketukan dan geseran jari.
Penghapusan kamera bukan sekadar keputusan desain, melainkan bagian dari filosofi privasi mendalam dari Even Realities. Wang menegaskan bahwa kacamata pintar adalah perangkat komputasi paling personal yang pernah dipakai manusia karena berada di wajah sepanjang hari. Oleh karena itu, privasi harus dirancang ke dalam perangkat keras dan perangkat lunak sejak awal agar pemakai dan orang-orang di sekitarnya merasa nyaman.
Baca Juga:
Fitur suara pada Even G2, seperti penerjemahan bahasa, bekerja dengan cara mentranskripsi audio menjadi teks secara langsung tanpa menyimpan rekaman suara tersebut. Semua data pengguna dienkripsi secara ketat, dan infrastruktur sistem dibangun untuk memenuhi standar privasi Eropa yang sangat ketat. Isu mengenai perlindungan data ini memang menjadi perhatian besar di industri teknologi, sebagaimana penanganan data lokasi smartphone yang terus diperketat oleh otoritas hukum di berbagai negara.
Salah satu fitur yang paling banyak digunakan oleh pengguna setia Even Realities adalah Conversate. Fitur ini berfungsi sebagai asisten yang membaca percakapan secara real-time, menjelaskan istilah teknis atau jargon yang tidak dikenal, hingga memberikan saran tindak lanjut secara instan. Setelah percakapan selesai, sistem akan menyinkronkan ringkasan diskusi tersebut langsung ke ponsel pengguna.
Investasi terbesar Even Realities dialokasikan pada sektor optik, yang menurut Wang merupakan pembeda utama antara kacamata pintar dengan perangkat elektronik konsumen lainnya. Berbeda dengan ponsel atau jam tangan yang menggunakan layar OLED atau LCD konvensional, kacamata pintar bergantung pada tampilan optik yang memerlukan tumpukan teknologi berbeda. Hal ini sering kali memicu pengorbanan hardware jika desain tidak dilakukan secara menyeluruh.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, perusahaan mengembangkan teknologi optik eksklusif yang disebut Even HAO atau Holistic Adaptive Optics. Ini merupakan desain end-to-end yang mengintegrasikan mikrocip, waveguide, dan dukungan lensa resep sejak tahap awal pengembangan, bukan sekadar menggabungkan komponen yang dirancang secara terpisah.
Strategi Pasar dan Ekspansi Global Even Realities
Meskipun memiliki kantor pusat di Shenzhen dan melakukan proses manufaktur di beberapa pabrik di China, Even Realities saat ini belum memasarkan produknya di pasar domestik China. Fokus utama perusahaan adalah pasar internasional, dengan Amerika Serikat sebagai pasar dengan pertumbuhan tercepat yang mencakup lebih dari separuh total pengguna dan komunitas pengembang mereka.
Selain Amerika Serikat, pasar utama lainnya meliputi Jepang, Korea Selatan, Timur Tengah, dan Eropa. Wang menyatakan bahwa permintaan di wilayah-wilayah tersebut sangat signifikan, sehingga perusahaan ingin memastikan kesiapan operasional sebelum melakukan ekspansi lebih lanjut. Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga profitabilitas perusahaan meskipun produk mereka berada di segmen harga premium.
Profil pengguna Even Realities didominasi oleh kalangan profesional pria berusia antara 30 hingga 50 tahun. Berdasarkan survei internal perusahaan, sekitar sepertiga dari pengguna mereka menjabat sebagai eksekutif perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa nilai fungsionalitas dan privasi yang ditawarkan Even G2 sangat relevan bagi segmen pasar kelas atas dan dunia bisnis.
Dari sisi harga, bingkai kacamata Even G2 dijual dengan harga retail US$ 599 sebelum pajak. Namun, tambahan untuk lensa resep atau cincin kendali Even R1 dapat menambah biaya sebesar US$ 200 hingga US$ 300. Hal ini membuat rata-rata nilai pesanan konsumen mencapai kisaran US$ 1.000 atau sekitar Rp 15,7 juta per unit.
Dengan dukungan dana segar sebesar US$ 150 juta dan valuasi status unicorn, Even Realities kini berada di posisi kuat untuk menantang dominasi perusahaan teknologi besar. Fokus pada inovasi optik murni dan perlindungan privasi menjadi pilar utama perusahaan dalam mendefinisikan ulang masa depan komputasi personal yang dikenakan di wajah tanpa harus bergantung pada sensor kamera yang sering dianggap intrusif.





Komentar
Belum ada komentar.