Ilustrasi fitur split tunneling pada aplikasi VPN di smartphone

Split Tunneling VPN: Solusi Atasi Lemot Saat Banking dan Gaming

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Split tunneling adalah fitur VPN yang memungkinkan pengguna memilih aplikasi atau situs web mana yang melewati koneksi VPN terenkripsi dan mana yang menggunakan koneksi internet biasa.
  • Fitur ini berguna untuk mengakses perangkat jaringan lokal (printer, kamera pintu), aplikasi perbankan, game online, streaming 4K, dan layanan berbasis geolokasi.
  • Risiko split tunneling meliputi tereksposnya alamat IP asli dan data geolokasi, serta dinonaktifkannya fitur perlindungan dari pelacak online.
  • Penyedia VPN yang mendukung split tunneling antara lain Surfshark (Bypasser), ProtonVPN, Norton VPN, NordVPN (Windows & Android), dan ExpressVPN.
  • Pengguna disarankan tidak menggunakan split tunneling di jaringan WiFi publik dan perlu melakukan uji kebocoran DNS secara berkala.

Telset.id – Pengguna VPN kini bisa bernapas lega. Fitur split tunneling hadir sebagai solusi cerdas untuk mengatasi masalah koneksi lemot saat mengakses aplikasi perbankan, bermain game online, atau streaming video 4K. Dengan fitur ini, Anda tidak perlu lagi mematikan VPN setiap kali ingin mengakses layanan tertentu.

Split tunneling adalah fitur VPN yang memungkinkan pengguna memilih aplikasi atau situs web mana yang akan melewati koneksi VPN terenkripsi, dan mana yang menggunakan koneksi internet biasa. Dengan kata lain, Anda bisa tetap terlindungi saat browsing internet, namun tetap bisa mengakses aplikasi perbankan atau printer lokal tanpa hambatan.

“Split tunneling gives you greater control over your digital footprint and prioritizes convenience without hurting your security,” demikian penjelasan dalam referensi yang kami kutip.

Cara Kerja Split Tunneling

Secara teknis, split tunneling bekerja dalam dua cara. Pertama, sebagai whitelist di mana pengguna menambahkan aplikasi atau situs tertentu sebagai pengecualian dari koneksi VPN. Kedua, sebagai blocklist di mana pengguna mengonfigurasi daftar aplikasi yang harus dilewatkan melalui terowongan enkripsi.

Beberapa penyedia VPN seperti Surfshark dan IPVanish menggunakan metode whitelist. Sementara ExpressVPN menggunakan pendekatan sebaliknya, yaitu blocklist. Ada juga NordVPN dan CyberGhost yang menawarkan kedua opsi tersebut sehingga pengguna bisa memilih implementasi yang paling mudah.

Bahkan, beberapa penyedia terkemuka menawarkan konfigurasi tingkat router. Ini memungkinkan pengaturan split tunneling langsung dari jaringan WiFi, asalkan menggunakan router yang didukung oleh VPN tersebut.

Kapan Split Tunneling Layak Diaktifkan?

Fitur ini sangat berguna dalam beberapa skenario. Pertama, saat mengakses perangkat di jaringan lokal seperti printer, kamera pintu, atau speaker pintar yang tidak memerlukan koneksi terenkripsi. Kedua, untuk aplikasi dengan keamanan tinggi seperti situs perbankan atau ruang kerja digital yang secara khusus memblokir alamat IP milik penyedia VPN.

Ketiga, untuk tugas-tugas yang membutuhkan bandwidth besar seperti bermain game online, panggilan video, atau streaming 4K yang mungkin tidak optimal jika melewati VPN tanpa koneksi internet cepat. Keempat, untuk layanan yang mengandalkan data geolokasi seperti aplikasi cuaca atau layanan ride-sharing.

Kapan Sebaiknya Menghindari Split Tunneling?

Meskipun berguna, split tunneling juga memiliki risiko. Saat melewati VPN, alamat IP asli, data geolokasi, dan penanda identitas lainnya akan terlihat oleh aplikasi atau situs yang memiliki akses tidak terenkripsi ke jaringan Anda. Fitur perlindungan dari pelacak online atau iklan intrusif yang biasanya diblokir VPN juga akan dinonaktifkan.

“Creating a split tunnel is like automatically flipping the off switch on your VPN when accessing certain apps or services,” tulis referensi tersebut.

Oleh karena itu, sangat tidak disarankan menggunakan split tunneling saat terhubung ke jaringan WiFi publik atau saat menggunakan ISP yang tidak sepenuhnya terpercaya. Perlu diingat juga bahwa meskipun beberapa penyedia VPN mengizinkan split tunneling sambil tetap menyembunyikan DNS, kebocoran DNS tetap bisa terjadi.

Untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik, pengguna disarankan menggunakan alat uji kebocoran DNS seperti BrowserLeaks, IPLeak, atau alat gratis dari ExpressVPN dan Surfshark.

Penyedia VPN yang Mendukung Split Tunneling

Split tunneling adalah fitur yang relatif baru dan belum tersedia di semua penyedia VPN. Dukungan dan fungsionalitasnya sangat bervariasi antar penyedia. Berikut beberapa penyedia VPN besar yang mendukung fitur ini:

Surfshark memiliki alat bernama Bypasser yang memungkinkan akses tidak terbatas ke jaringan rumah untuk aplikasi dan layanan tertentu yang masuk daftar putih. Tersedia di Windows, macOS, Android, iOS, dan iPadOS. Bahkan ekstensi browser memiliki implementasi Bypasser terpisah.

ProtonVPN mendukung split tunneling di semua sistem operasi, termasuk Linux. Meskipun dukungan Linux lebih terbatas dibanding platform lain karena keterbatasan teknis.

Norton VPN telah mendukung split tunneling di Windows dan Android sejak lama. Per Juni 2026, fitur ini kini tersedia juga untuk perangkat Mac dan iOS.

NordVPN tidak mendukung split tunneling asli di perangkat Apple, namun implementasinya di Windows dan Android sangat baik dan dapat dikonfigurasi dengan mudah.

ExpressVPN menawarkan fitur split tunneling yang cukup baik untuk pengguna Windows, Android, dan Linux. Lebih baik lagi, fitur ini dapat bekerja dengan model router populer langsung di tingkat jaringan.

Dengan hadirnya fitur ini, pengguna VPN kini memiliki kendali lebih besar atas lalu lintas jaringan mereka. Tidak perlu lagi memilih antara keamanan dan kenyamanan. Split tunneling memungkinkan keduanya berjalan beriringan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.