Telset.id – Nvidia Turing GPU pertama kali tersedia bagi para enthusiast tepat delapan tahun lalu, menandai debut GeForce 20 series yang disebut Nvidia sebagai kemampuan “20 tahun dalam proses” untuk menghadirkan grafis hybrid yang diperkaya real-time ray tracing. Teknologi ini pertama kali hadir di segmen high-end melalui GeForce RTX 2080 dan RTX 2080 Ti, sementara RTX 2070 yang lebih mainstream baru tersedia pada Oktober. Perubahan ini penting karena ray tracing yang dulu dianggap masih satu dekade lagi justru menjadi fondasi arah industri grafis hingga 2026.
Dalam sebuah blog post sebulan sebelum hari peluncuran, CEO Nvidia Jensen Huang tidak menahan diri dalam menyambut kehadiran Turing untuk grafis PC gaming. “Turing opens up a new golden age of gaming, with realism only possible with ray tracing, which most people thought was still a decade away,” ujarnya. Huang kemudian mengklaim bahwa “Once you see an RTX game, you can’t go back.” Klaim tersebut menjadi salah satu pernyataan paling dikenang dari era peluncuran RTX 20 series.
Meski begitu, melihat ke belakang, banyak gamer masih tidak peduli pada ray tracing. Mereka juga enggan menanggung dampak performa yang hingga kini masih dialami kartu grafis mainstream terbaru dari Nvidia, AMD, dan Intel ketika fitur ini diaktifkan. Pada saat peluncuran 2018 dan beberapa bulan setelahnya, konten yang membuat fitur pembeda RTX 20 series terasa layak masih minim. Beberapa showcase awal yang banyak diperhatikan antara lain Battlefield V, Metro Exodus, dan Shadow of the Tomb Raider.

Review RTX 2080 Founders Edition mencatat bahwa kartu dengan arsitektur Turing tercepat kedua ini mampu melampaui GTX 1080 Ti yang legendaris. Namun, ada keluhan soal harganya yang US$100 lebih mahal dibanding flagship sebelumnya. Pada era itu, Founders Edition Nvidia memang lebih mahal daripada model dasar dari AIB. RTX 2080 FE memiliki MSRP US$799, tetapi konsumen mungkin bisa mendapatkan kartu dari Asus, Colorful, EVGA, Gainward, Galaxy, Gigabyte, Inno3D, MSI, Palit, PNY, atau Zotac dengan harga US$699.
Review GeForce RTX 2080 Ti sebagai flagship justru lebih positif, meski kesimpulannya menyebut “US$1200 price tag is out of reach for most gamers.” Kenaikan harga 71% dinilai tidak sebanding dengan performa sekitar 26% lebih cepat dibanding GTX 1080 Ti. Meski demikian, kartu ini sekitar 20% lebih cepat dalam gaming dibanding Titan V untuk segmen pro. Review RTX 2080 Ti sendiri mencapai 14 halaman, dengan benchmark gaming yang menampilkan Tom Clancy’s Ghost Recon, The Witcher 3, dan World of Warcraft: Battle for Azeroth. Saat gaming, flagship konsumen ini biasanya mengonsumsi sekitar 280W.
Baca Juga:
Delapan tahun kemudian, realtime ray tracing terbukti cukup populer. Bahkan konsol dan mobile game kini menggunakan dan membanggakan teknologi visual ini, dan kemungkinan tidak bisa mengabaikannya tanpa tersingkir. Namun adopsinya berjalan lambat, dan dibutuhkan lapisan teknologi tambahan seperti DLSS untuk tim hijau agar ray tracing bisa diakses oleh gamer budget maupun mainstream, bahkan pada 2026. Perkembangan ini menunjukkan bahwa visi yang diperkenalkan Turing butuh waktu panjang untuk benar-benar matang di pasar.

Bagi pengguna yang masih memakai GPU Turing pada 2026, ada kabar yang perlu dicatat. Turing telah tergeser dari graphics card hierarchy yang terkenal. Sebagai perbandingan, generasi berikutnya yakni RTX 3070 dengan harga US$499 menawarkan performa yang sangat mirip dengan flagship generasi sebelumnya yang dibanderol US$1,199. Situasi itu terjadi di tengah maraknya fenomena cryptomining yang mewarnai periode tersebut.
Perjalanan delapan tahun Nvidia Turing memperlihatkan bagaimana sebuah teknologi yang awalnya mahal dan terbatas akhirnya menyebar ke berbagai perangkat. Dari handheld gaming Android hingga konsol, ray tracing kini menjadi bagian dari lanskap visual modern. Namun, aksesibilitasnya tetap bergantung pada teknologi pendamping seperti DLSS agar bisa dinikmati lebih luas.
Untuk konteks pasar GPU gaming yang terus bergerak, beberapa perangkat pendukung juga ikut menentukan pengalaman bermain, seperti masa depan GPU gaming dari para pesaing Nvidia. Sementara itu, kebutuhan penyimpanan untuk game modern juga semakin besar, sejalan dengan hadirnya keyboard gaming satu tangan dan perangkat gaming lain yang menuntut spesifikasi tinggi.

Dari sisi harga, perbandingan generasi juga menjadi catatan penting. RTX 2080 Ti dibanderol US$1,200, sementara RTX 2080 FE US$799 dan model AIB US$699. Generasi berikutnya, RTX 3070, hadir dengan harga US$499 namun performanya mendekati flagship lama. Pola ini menunjukkan bagaimana harga dan performa GPU bergerak dinamis dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Delapan tahun setelah Turing, pertanyaan yang tersisa adalah apakah ray tracing benar-benar menjadi standar yang tidak bisa diabaikan, atau tetap menjadi fitur opsional yang banyak dimatikan pengguna. Fakta bahwa konsol dan mobile game kini menggunakannya menunjukkan arah industri yang jelas, meski adopsi di level gamer mainstream masih bergantung pada ketersediaan teknologi pendukung dan daya komputasi yang memadai.





Komentar
Belum ada komentar.