Telset.id – Sebagian besar perusahaan di dunia memperkirakan artificial intelligence (AI) akan meningkatkan kebutuhan penyimpanan data mereka secara signifikan dalam tiga tahun ke depan. Temuan ini sekaligus mengungkap lemahnya kesiapan infrastruktur storage di banyak organisasi, berdasarkan studi terbaru dari Seagate.
Data dari Seagate menunjukkan 99% responden memperkirakan beban kerja AI akan menaikkan kebutuhan storage mereka dalam tiga tahun mendatang. Namun, hanya 38% yang menyebut organisasinya benar-benar siap menghadapi tuntutan tersebut. Sebanyak 43% bahkan menempatkan infrastruktur penyimpanan sebagai salah satu hambatan utama dalam penerapan AI yang lebih luas.
Survei ini melibatkan lebih dari 2.700 pengambil keputusan teknologi. Hasilnya, 86% melaporkan memperoleh imbal hasil moderat atau signifikan dari investasi AI mereka. Dari jumlah itu, 33% menyatakan organisasinya sudah merasakan manfaat finansial atau operasional yang terukur secara substansial dari inisiatif AI.

Imbal hasil tersebut justru meningkatkan pentingnya upaya mempertahankan informasi yang dapat menopang model, aplikasi, dan keputusan di masa depan seiring perubahan kebutuhan bisnis. Hampir 7 dari 10 responden memperkirakan kebutuhan storage naik minimal 26%, termasuk 32% yang mengantisipasi pertumbuhan melebihi 50%.
Selain itu, 98% responden memandang storage sebagai infrastruktur strategis, bukan sekadar fungsi teknologi administratif. Meski demikian, kesiapan masih belum merata. Kualitas dan kesiapan data diidentifikasi oleh 53% responden sebagai kesulitan besar lain dalam penerapan AI.
Posisi storage berada di atas ketersediaan komputasi yang disebut 27% responden, serta kendala energi yang diidentifikasi oleh 24% responden. Angka-angka ini menunjukkan bahwa menambah kapasitas komputasi saja tidak menyelesaikan keterbatasan infrastruktur yang dihadapi organisasi saat menerapkan sistem AI yang semakin padat data.
Baca Juga:
Ekspansi Infrastruktur Terbentur Isu Keberlanjutan
Perluasan infrastruktur juga menghadapi persoalan keberlanjutan. Sebanyak 77% responden melaporkan adanya penundaan atau perubahan pada rencana pertumbuhan mereka. Dari angka itu, 36% menyebut investasi mengalami perubahan besar, sementara 41% lainnya mengalami penundaan lebih kecil yang terkait pertimbangan keberlanjutan. Persoalan ini turut memengaruhi dinamika kualifikasi HDD di sektor enterprise.
Konsumsi daya menjadi faktor lingkungan yang paling sering dipertimbangkan untuk perangkat keras storage, disebut oleh 62% responden. Masa pakai perangkat menyusul di posisi kedua dengan 55%, dan responden secara umum mengaitkan masa layanan perangkat keras yang lebih panjang dengan keberlanjutan yang lebih baik di operasi pusat data.

Kepercayaan saat ini masih berada di bawah ekspektasi masa depan. Sebanyak 39% menyebut operasi storage mereka sangat berkelanjutan dalam kondisi sekarang. Proporsi itu naik menjadi 61% ketika responden menilai di mana keberlanjutan storage organisasi mereka diharapkan berada lima tahun dari sekarang.
Tingkat pendanaan juga memengaruhi ekspektasi tersebut. Sebanyak 70% organisasi dengan anggaran keberlanjutan di atas US$100 juta memperkirakan operasi yang sangat berkelanjutan dalam lima tahun. Sebagai perbandingan, 48% organisasi dengan anggaran keberlanjutan tahunan di bawah US$1 juta mengantisipasi pencapaian level yang sama pada periode tersebut.
Materi pelatihan, kumpulan data aktif, checkpoint model, dan output yang disimpan dapat menuntut kebutuhan infrastruktur yang sangat berbeda sepanjang siklus hidup sistem AI. Bagi organisasi yang memperluas operasi AI, perbedaan itu membuat arsitektur storage, masa pakai perangkat, konsumsi energi, dan perencanaan kapasitas menjadi keputusan yang semakin saling terkait.
Survei ini tidak menetapkan bahwa setiap organisasi akan menghadapi biaya yang identik, meski temuannya menunjukkan pertumbuhan storage diperkirakan terjadi secara luas. Sebagai gambaran, SSD edisi khusus dan perangkat Ultra Touch HDD menjadi contoh bagaimana kebutuhan penyimpanan bergerak di berbagai segmen pengguna.
Dengan kebutuhan storage yang diproyeksikan naik hingga lebih dari 50% di sebagian organisasi, perencanaan kapasitas dan efisiensi energi menjadi pertimbangan yang tidak bisa dipisahkan dari strategi AI perusahaan ke depan.





Komentar
Belum ada komentar.