Perbandingan antarmuka SteamOS dan Windows 11 untuk gaming

Alasan Gamer Tetap Pakai Windows 11 Meski SteamOS Lebih Unggul

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Bazzite, tiruan SteamOS, menawarkan performa gaming lebih baik dan UI bergaya konsol dibanding Windows 11
  • Streaming game via Discord di mode game Bazzite menyebabkan penurunan frame rate dan stuttering
  • Gamescope tidak bisa menduplikasi output, membatasi opsi streaming tanpa capture card mahal
  • Game multiplayer populer seperti Battlefield 6, Call of Duty, dan Destiny 2 tidak kompatibel dengan Linux karena anti-cheat
  • GPU Nvidia tidak bekerja optimal di mode game Bazzite, performa DX12 lebih buruk dari Windows
  • Game Pass tidak bisa diakses native di Bazzite, butuh cloud gaming atau launcher pihak ketiga
  • Dual-boot menjadi solusi sementara, tapi tidak sepenuhnya meninggalkan Windows 11
  • Pengguna memilih tetap di Windows 11 meski ingin beralih ke SteamOS

Telset.id – Keunggulan performa SteamOS dibanding Windows 11 untuk gaming memang sudah terbukti, namun seorang pengguna yang telah menguji Bazzite selama beberapa bulan justru memutuskan tetap bertahan di Windows 11. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan karena sejumlah kendala multitasking dan kompatibilitas yang masih menghambat pengalaman gaming di sistem operasi berbasis Linux tersebut.

Bazzite, yang merupakan tiruan SteamOS dan dirancang khusus untuk “pendatang baru dan penggemar Linux”, menawarkan kompatibilitas langsung dengan GPU Nvidia dan Intel, serta pengalaman mulus untuk perangkat genggam. Sistem operasi ini juga menyediakan antarmuka pengguna bergaya konsol yang memudahkan navigasi dan peluncuran game dibandingkan Windows 11.

Namun, setelah diuji dalam beberapa bulan, pengguna tersebut menemukan bahwa Bazzite bukanlah pilihan ideal untuk kebutuhan multitasking. Streaming game melalui Discord di mode game Bazzite menyebabkan penurunan frame rate yang signifikan, dengan stuttering konstan di banyak game yang diuji. Bahkan, ada beberapa kasus di mana mencoba streaming aplikasi menghasilkan layar hitam.

## Masalah Multitasking di Mode Game

Salah satu kendala terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan dalam menduplikasi atau memproyeksikan tampilan layar. Gamescope, kompositor yang bertanggung jawab menampilkan game di layar dengan Bazzite, tidak dapat menduplikasi output. Ini menjadi masalah besar bagi pengguna yang ingin melakukan streaming game ke platform seperti Discord.

Bazzite PC running on Corsair Xeneon Edge screen

Upaya mengatasi masalah ini dengan menggunakan capture card NZXT Signal 4K30 juga menemui kendala. HDMI passthrough pada capture card tersebut terbatas pada 4K 60 frame per detik, sementara TV yang digunakan mampu mencapai 144Hz dan monitor gaming mampu mencapai 240Hz. Capture card dengan kemampuan passthrough lebih tinggi harganya tidak murah.

Alternatif lain dengan menggunakan HDMI splitter satu input dua output juga gagal. Begitu capture card terhubung, refresh rate pada TV atau monitor langsung turun ke 60Hz dan VRR dinonaktifkan. Hal ini terjadi untuk memastikan Extended Display Identification Data (EDID) dari kedua perangkat cocok dengan kemampuan passthrough capture card.

Masalah-masalah ini tidak ditemukan di Windows, karena pengguna dapat menggunakan OBS untuk memproyeksikan tampilan utama ke capture card tanpa harus bergantung pada HDMI splitter atau capture card yang lebih baik. Meskipun mode game memang dirancang khusus untuk gaming dan multitasking bukan prioritas utama, streaming di sistem operasi gaming ini lebih merepotkan daripada manfaatnya.

## Kendala Kompatibilitas Game dan GPU

Selain masalah multitasking, kompatibilitas juga menjadi hambatan besar. Sebagian besar game multiplayer populer seperti Battlefield 6, Call of Duty (hampir semua entri modern), Destiny 2, dan EA Sports FC 26 tidak dapat berjalan di Linux karena sistem anti-cheat mereka. Masalah ini berada di tangan publisher dan developer game yang menolak mengadaptasi sistem anti-cheat mereka agar kompatibel dengan SteamOS.

Screenshot of Steam Machine

Game Pass juga tidak dapat diakses secara native di Bazzite, membutuhkan cloud gaming atau launcher pihak ketiga yang belum tentu berfungsi dengan baik. Solusi untuk mengakses game-game dengan anti-cheat tersebut adalah dual-boot dengan Windows 11 dan Bazzite, namun ini berarti tidak sepenuhnya meninggalkan Windows 11 dan dual-boot bisa menjadi berantakan karena pembaruan paksa Windows.

Aspek paling frustrating adalah GPU Nvidia yang tidak bekerja dengan baik di mode game Bazzite, sering menghasilkan fungsi glitchy atau layar hitam total. Pengujian dengan menukar AMD Radeon RX 9060 XT 16GB dengan Nvidia GeForce RTX 3080 Ti menunjukkan bahwa mode game terasa frustasi untuk digunakan. Jika menggunakan Bazzite di rig utama dengan Nvidia GeForce RTX 4080 Super, performa gaming DX12 (graphics API) akan lebih buruk dibandingkan Windows.

Steam Machine and Windows 11

Dengan berbagai kendala tersebut, tujuan utama beralih ke Linux untuk mendapatkan performa gaming lebih baik dan navigasi UI bergaya konsol menjadi tidak tercapai. Meskipun semua masalah ini kemungkinan akan diatasi di masa depan, baik melalui Bazzite maupun build SteamOS resmi Valve, untuk saat ini pengguna tersebut memilih tetap menggunakan Windows 11 di rig utama.

Pilihan untuk tetap bertahan di Windows 11 ini menunjukkan bahwa meskipun SteamOS menawarkan keunggulan performa, ekosistem gaming yang sudah mapan di Windows masih sulit ditinggalkan. Bagi para gamer yang mempertimbangkan migrasi ke Linux, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan multitasking dan daftar game yang dimainkan sebelum membuat keputusan. Tren perpindahan gamer ke Linux memang sedang meningkat, namun kendala teknis seperti ini masih menjadi pertimbangan utama.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.