Telset.id – Kenaikan harga komponen PC, terutama RAM, SSD, dan kartu grafis, telah membuat aktivitas merakit atau meng-upgrade komputer menjadi semakin mahal sepanjang 2026. Tekanan pada rantai pasokan akibat konsumsi memori yang besar dari layanan AI disebut sebagai penyebab utama lonjakan harga ini, yang pada akhirnya berdampak pada harga laptop, konsol game, hingga ponsel. Namun, di tengah situasi tersebut, masih ada cara untuk meningkatkan performa PC tanpa harus menguras kantong, salah satunya dengan memindahkan komponen lama ke casing baru yang lebih menarik.
Seorang editor TechRadar, Matt Hanson, membagikan pengalamannya melakukan upgrade PC di tengah krisis ini. Alih-alih membeli komponen baru yang harganya melambung, ia memutuskan untuk memindahkan PC lamanya ke casing bergaya retro Thermaltake Retro 360 TG Mid Tower Chassis. Langkah ini dinilai sebagai solusi kreatif untuk tetap menikmati hobi merakit PC tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.
Keputusan ini diambil setelah melihat bagaimana harga berbagai produk teknologi meningkat drastis. Sebagai contoh, konsol seperti PS5 dan Xbox Series yang seharusnya sudah mengalami penurunan harga di usia enam tahun, justru mengalami beberapa kali kenaikan harga. Hal serupa juga terjadi pada Apple yang menaikkan harga jajaran Mac dan MacBook, termasuk MacBook Neo yang awalnya dibanderol $599 menjadi $699. Bahkan, Steam Deck milik Valve mengalami penurunan penjualan hingga 80 persen setelah harganya dinaikkan menjadi $789.
### Memindahkan PC ke Casing Retro
Proyek yang dilakukan Matt Hanson berfokus pada pemindahan komponen PC yang sudah ada ke casing baru. Spesifikasi PC yang digunakan antara lain motherboard MSI MPG Z690 Carbon WiFi, prosesor Intel Core i9-12900K, GPU PNY Nvidia GeForce RTX 5070 Slim, RAM Corsair Dominator Platinum RGB 32GB DDR5, dan PSU Corsair HX1500i 80 PLUS Platinum 1500W.
Proses pemindahan ini tidak selalu mulus. Salah satu kendala yang ditemui adalah standoff pada motherboard yang ikut terlepas saat dilepas dari casing lama, sehingga membutuhkan tang untuk melepasnya. Selain itu, pemasangan kabel untuk sistem hub iCUE LINK pada kipas Corsair RX120 RGB juga dinilai rumit karena membutuhkan kabel tambahan dari PSU.

Meskipun demikian, hasil akhirnya memuaskan. Casing Thermaltake Retro 360 TG tidak hanya memberikan tampilan estetis ala tahun 1990-an dengan warna krem, tetapi juga mendukung hardware modern seperti AIO cooler dan port USB-C di panel depan. Kombinasi antara tampilan retro dan kemampuan modern ini menjadi daya tarik utama dari casing tersebut.
### Menghidupkan Nuansa Windows 95
Tidak hanya dari sisi hardware, Matt Hanson juga mengubah tampilan software agar sesuai dengan tema retro. Ia memilih untuk tetap menggunakan Windows 11 namun memodifikasinya agar terlihat seperti Windows 95 menggunakan software WindowBlinds 11 dan Start11 dari Stardock. Kedua software ini memungkinkan pengguna untuk mengubah tampilan jendela dan menu Start menjadi gaya klasik.
Meskipun sempat mempertimbangkan untuk beralih ke Linux, ia memutuskan untuk tetap menggunakan Windows 11 karena beberapa software seperti TT RGB PLUS 3.0 untuk mengatur AIO cooler tidak berfungsi di Linux. Proses modifikasi ini membutuhkan konfigurasi tambahan, seperti mengunduh ikon klasik Windows dari DeviantArt dan mengubah wallpaper menjadi warna teal solid.
Baca Juga:
### Pelajaran dari Proyek Upgrade Murah
Proyek ini memberikan beberapa pelajaran penting bagi para penggemar PC. Pertama, selalu simpan kabel dan aksesori tambahan dari komponen yang dibeli, karena bisa berguna di kemudian hari. Kedua, memindahkan PC ke casing baru bisa menjadi alternatif upgrade yang lebih murah dibandingkan membeli komponen baru yang harganya sedang melonjak.
Selain itu, proyek ini juga membuktikan bahwa aktivitas merakit dan memodifikasi PC masih bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan kreatif di tahun 2026. Dengan sedikit usaha dan kreativitas, pengguna bisa memberikan tampilan baru pada PC lama mereka tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Bahkan, secara tidak sengaja, proses pemindahan ini berhasil memperbaiki bug startup pada GPU yang sebelumnya sering tidak menyala.
Pada akhirnya, keputusan untuk tetap menggunakan komponen lama dan hanya mengganti casing, pendingin, dan beberapa aksesori terbukti menjadi solusi yang efektif di tengah krisis harga komponen. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna tidak selalu harus membeli hardware terbaru untuk mendapatkan pengalaman baru, terutama ketika kondisi pasar sedang tidak menguntungkan.





Komentar
Belum ada komentar.