Telset.id – Arm resmi menghadirkan platform Neoverse Compute Subsystem (CSS) generasi terbaru, yakni Neoverse CSS N4, yang dirancang khusus untuk kebutuhan komputasi cloud. Platform anyar ini membawa peningkatan signifikan dengan dukungan hingga 128 core per die, naik dua kali lipat dibanding pendahulunya yang hanya 64 core. Langkah ini menegaskan komitmen Arm dalam memperkuat posisinya di pasar prosesor data center yang semakin kompetitif.
Neoverse CSS sendiri merupakan program semi-kustom yang memungkinkan pelanggan mendesain chip berdasarkan kekayaan intelektual (IP) Arm. Melalui program ini, mitra dapat mengonfigurasi berbagai komponen seperti jumlah core, ukuran cache, I/O, hingga konektivitas sesuai kebutuhan spesifik mereka. Platform yang sama telah digunakan di berbagai produk, mulai dari CPU di Azure dan Google Cloud hingga DPU buatan Nvidia dan Intel.
Kehadiran Neoverse CSS N4 menjadi kabar baik bagi para pengembang infrastruktur cloud yang membutuhkan performa tinggi dengan efisiensi daya optimal. Arm menyatakan bahwa platform ini mendukung antara delapan hingga 128 core Neoverse N4 dengan kecepatan hingga 3,8 GHz. Meski demikian, Arm tidak merinci apakah clock speed akan turun seiring bertambahnya jumlah core yang digunakan.
Peningkatan Spesifikasi Signifikan dari Generasi Sebelumnya
Dibandingkan dengan Neoverse CSS N2 yang hanya menawarkan 64 core, 1 MB L2 cache per core, dan 64 MB L3 cache, platform Neoverse CSS N4 hadir dengan lonjakan spesifikasi yang cukup drastis. Pada level sistem, Neoverse CSS N4 dapat diperluas melampaui 128 core berkat dukungan desain multi-chiplet dan multi-socket. Platform ini juga mendukung UCIe melalui interkoneksi chip-to-chip serta “partner-specific PNYs”.

Untuk urusan memori, Neoverse CSS N4 mendukung DDR5 atau LPDDR6 dengan kapasitas hingga 256 MB L3 cache per die. Sementara itu, cache lokal mencakup hingga 2 MB L2 per core, serta 64 KB L1 instruction cache dan 64 KB L1 data cache per core. Dari sisi I/O, platform ini mendukung hingga 128 lane PCIe 7/6 dan CXL 4.0.
Arm mengklaim bahwa dengan konfigurasi 128 core yang berjalan pada 3 GHz dan 2 MB L2 cache per core, Neoverse CSS N4 mampu memberikan performa socket dua kali lipat dibandingkan Neoverse N3. Selain itu, platform ini juga menawarkan peningkatan 1,25x dalam hal performa per watt dan 1,75x bandwidth memori yang lebih besar. Klaim performa ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi penyedia layanan cloud yang ingin meningkatkan kapasitas komputasi mereka tanpa harus mengorbankan efisiensi energi.
Perlu dicatat bahwa core seri N dari Arm memang dioptimalkan untuk performa per watt, sementara seri V dirancang untuk performa maksimal. Core seri N biasanya tidak digunakan pada CPU berperforma tinggi, melainkan lebih cocok untuk akselerator dengan kebutuhan daya lebih rendah. Contohnya, Intel menggunakan core Neoverse N1 pada IPU Adapter E2100, sementara Microsoft memakai Neoverse N2 pada Azure Cobalt 100. Adapun Cobalt 200 telah beralih ke Neoverse V3.
Baca Juga:
Belum Ada Mitra yang Diumumkan
Informasi mengenai core Neoverse N4 yang memiliki nama kode Dionysus masih sangat terbatas. Peta jalan Arm pada 2024 mengindikasikan bahwa perusahaan juga akan menghadirkan Arm Neoverse CSS V4 dengan nama kode Vega. Namun, berbeda dengan pengumuman tradisional dari Intel, AMD, atau berbagai mitra yang membangun di atas Arsitektur Arm, core Neoverse N4 tidak akan langsung muncul dalam waktu dekat.
Pengumuman yang dibuat Arm kali ini ditujukan bagi mereka yang membangun di atas platform CSS, memanfaatkan building block tervalidasi dari Arm untuk menciptakan silikon semi-kustom dengan cepat. Hingga saat ini, Arm belum mengumumkan mitra mana pun untuk Neoverse CSS N4. Meski demikian, secara tradisional, hanya dibutuhkan beberapa kontrak CSS besar untuk menjadikan platform ini sukses di pasar.

Bersamaan dengan peluncuran Neoverse CSS N4, Arm juga mengungkapkan perluasan deployment untuk chip AGI buatannya yang dibangun dengan core Neoverse V3. Perusahaan mengonfirmasi bahwa Oracle dan ByteDance akan menggunakan chip AGI, bergabung dengan sejumlah perusahaan yang telah lebih dulu mengumumkan deployment, seperti Meta, Lenovo, SAP, OpenAI, dan Cloudflare.
Meskipun Arm telah banyak berbicara mengenai AGI, termasuk pembahasan mendalam tentang arsitektur chip tersebut di ajang Hot Chips, angka performa dunia nyata belum juga dirilis. Hal ini sebenarnya tidak terlalu umum terjadi, terutama untuk chip berbasis Arm yang lebih baru. Sebagai perbandingan, kita baru memiliki perbandingan gen-ke-gen untuk Azure Cobalt 200 milik Microsoft dan Graviton5 milik AWS.
Arm hanya memberikan referensi performa secara samar dengan menyatakan bahwa AGI menawarkan “lebih dari 2x performa per rack dibandingkan sistem x86 terbaru”. Namun, klaim tersebut didasarkan pada estimasi internal, bukan benchmark nyata. AGI sendiri merupakan CPU dual-die dengan hingga 136 core Neoverse V3 dan hingga 272 MB L3 cache yang dapat berjalan hingga 3,7 GHz.

Chip AGI memiliki spesifikasi yang mampu menyaingi desain x86 kelas atas yang ada di pasaran saat ini. Dibangun di atas node 3nm, chip ini mendukung kapasitas memori hingga 6TB per chip dengan kecepatan hingga DDR5-8800. Salah satu perbedaan terbesar dibandingkan AMD dan Intel adalah keputusan Arm untuk menyertakan memori dan I/O pada die yang sama dengan komputasi, yang menurut perusahaan dapat menghasilkan latensi memori di bawah 100ns.
AGI merupakan upaya pertama Arm dalam memproduksi silikon sendiri. Meski demikian, posisinya sejauh ini lebih sebagai kendaraan untuk menunjukkan aplikasi Arm yang lebih luas di pusat data. Microsoft, Nvidia, Meta, Google Cloud, dan sejumlah perusahaan lain tetap membangun chip kustom berdasarkan IP Arm, yang tampaknya masih menjadi tujuan utama meski AGI sudah masuk dalam portofolio.
Dengan hadirnya Neoverse CSS N4, persaingan di pasar prosesor cloud dipastikan akan semakin ketat. Platform ini menawarkan fleksibilitas dan skalabilitas yang dibutuhkan penyedia layanan cloud untuk menghadapi beban kerja yang terus berkembang, termasuk aplikasi kecerdasan buatan yang membutuhkan komputasi besar. Bagi para pelaku industri yang ingin membangun infrastruktur cloud efisien, kehadiran platform ini tentu menjadi opsi yang patut dipertimbangkan.





Komentar
Belum ada komentar.