📑 Daftar Isi

Ilustrasi ekspor drone militer Amerika Serikat dan Iran berdasarkan data SIPRI 2022-2025

AS Ekspor 7.592 Drone Militer, Iran Salip di 2025

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • AS ekspor 7.592 drone militer pada 2022-2025, Iran 6.800 unit
  • Jerman ketiga dengan 1.000 ekspor, AS dan Iran kuasai 86% pasar global
  • Ukraina terima 95% pengiriman AS, Rusia 99% pengiriman Iran
  • Pada 2025 Iran lampaui AS: 2.002 unit berbanding 402 unit
  • Penurunan AS akibat penangguhan bantuan militer ke Ukraina
  • Polandia 690 ekspor, Turki 381 ekspor ke 28 negara
  • Bayraktar TB2 sumbang 58% ekspor drone reusable dunia
  • Data SIPRI hanya mencakup drone minimal 150 kilogram

Telset.id – Amerika Serikat mengekspor 7.592 drone militer sepanjang periode 2022–2025, unggul tipis atas Iran yang mengirim 6.800 unit. Namun dominasi Washington berakhir pada 2025, ketika pengiriman Iran melampaui Amerika Serikat setelah pasokan AS anjlok ke 402 unit.

Data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) mencatat Amerika Serikat berada di posisi pertama eksportir drone militer dunia, disusul Iran di peringkat kedua. Jerman menempati posisi ketiga dengan selisih jauh, yakni 1.000 ekspor. Secara gabungan, Amerika Serikat dan Iran menguasai 86% ekspor global pada periode tersebut.

Pergeseran ini menjadi sorotan karena menunjukkan perubahan lanskap pasokan drone militer dunia. Ukraina menerima 95% pengiriman Amerika Serikat, sementara Rusia menerima 99% pengiriman Iran, yang sebagian besar berupa Shahed-136, sistem serang satu arah.

Iran Melampaui AS pada 2025

Meski Washington memimpin sepanjang sebagian besar periode, angka tahunan berubah signifikan pada 2025. Iran mengekspor 2.002 drone pada tahun itu, sementara Amerika Serikat hanya mengirim 402 unit.

Penurunan pengiriman Amerika Serikat disebabkan penangguhan bantuan militer ke Ukraina, negara yang sebelumnya menerima sebagian besar ekspor AS pada tahun-tahun sebelumnya. Pengiriman Amerika Serikat berikutnya diarahkan terutama ke Taiwan, menandai perubahan tujuan penerima sistem tersebut.

Angka SIPRI mencakup drone militer dengan berat minimal 150 kilogram, setara sekitar 331 pon, termasuk loitering munitions dan pesawat serang satu arah. Drone first-person-view berukuran kecil dan model komersial tidak dimasukkan, sehingga angka tersebut tidak menangkap seluruh jenis pesawat nirawak yang dipasok secara internasional.

Soldier launches drone

Platform serang satu arah menyumbang 97% ekspor yang tercatat, menunjukkan sistem sekali pakai mendominasi pengiriman yang diukur SIPRI selama periode tersebut. Prevalensi itu juga menjelaskan mengapa angka SIPRI tidak dapat dibaca sebagai hitungan menyeluruh drone militer di seluruh dunia.

Polandia dan Turki di Belakang

Selain para eksportir utama, pada periode yang sama Polandia mengekspor 690 drone dan menempati posisi keempat. Turki berada di posisi kelima dengan 381 ekspor, meski memasok pelanggan ke jaringan internasional yang jauh lebih luas.

Ankara mengirim drone ke 28 negara, termasuk Pakistan, Kuwait, dan Romania, yang merupakan anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO). Bayraktar TB2 menyumbang 58% ekspor global drone yang dapat digunakan kembali, membedakan posisi Turki di kategori tersebut.

Soldiers prepare a CUAS known as Merops during a demonstration in Poland, Nov. 18, 2025.

Republik Ceko, Swedia, dan tujuh negara berikutnya dalam peringkat secara kolektif hanya mengekspor 89 drone, jauh lebih sedikit dibanding Jerman atau Polandia. Total pengiriman gabungan mereka juga jauh di bawah total Turki, meski Turki berada di belakang kedua negara Eropa tersebut dalam angka ekspor keseluruhan.

Angka-angka itu memisahkan pengiriman drone militer total sebuah negara dari negara yang memasok kategori pesawat tertentu. Namun, ambang berat SIPRI dan pengecualian model komersial serta first-person-view berukuran lebih kecil membatasi perbandingan dengan estimasi yang mencakup seluruh pasar pesawat nirawak.

Perubahan komposisi ekspor ini juga berlangsung di tengah perkembangan teknologi lain, seperti yang terlihat pada infrastruktur pusat data dan pengembangan model AI terbaru. Sementara itu, adopsi perangkat pintar di rumah tangga Eropa berjalan melalui produk seperti termostat pintar.

Bagi pasar Indonesia, data SIPRI ini memberi gambaran bahwa pasokan drone militer global sangat terkonsentrasi pada dua negara dan sangat dipengaruhi keputusan politik, seperti penangguhan bantuan militer Amerika Serikat ke Ukraina. Angka 2025 menunjukkan bahwa posisi teratas dalam total ekspor tidak otomatis berarti dominasi pada tahun berjalan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.