Telset.id – Tinygrad memperkenalkan Tinybox generasi baru yang dirancang ulang dengan prosesor server dan mampu menampung empat kartu grafis AMD Radeon RX 9070 XT. Konfigurasi empat GPU ini menaikkan harga workstation G4 menjadi $11.000, atau sekitar Rp183 juta, sebelum pembeli memilih opsi upgrade tambahan.
Perangkat ini menggabungkan pendingin air, motherboard kelas server, dan tata letak internal yang lapang untuk menangani beban kerja deep-learning yang berat. Platform standarnya menggunakan memori DDR4 dan PCIe 4.0, sementara konfigurasi alternatif menawarkan teknologi memori dan konektivitas yang lebih baru.
Langkah Tinygrad ini menandai pilihan strategis di pasar workstation AI yang tengah bersaing ketat, terutama karena perusahaan tetap mempertahankan platform server generasi lama sebagai basis desain standarnya.
Platform Server Lama Jadi Basis Desain
Konfigurasi standar G4 menggunakan prosesor AMD EPYC 32-core dengan memori 32 GB DDR4 dan SSD boot 1 TB. Motherboard-nya menyertakan baseboard management controller, sementara power supply 1.700 W mendukung konfigurasi grafis yang menuntut daya besar.
Controller tersebut juga memiliki output VGA, yang memungkinkan administrator menghubungkan layar tanpa menggunakan kartu grafis yang terpasang. Sistem ini juga mencakup dua port jaringan 1GbE dan antarmuka OCP 3.0 untuk menghubungkan perangkat jaringan yang kompatibel.
Enclosure-nya berukuran lebar 12 inci, tinggi 19,25 inci, dan kedalaman 18 inci, dengan bobot 42 pon. Ukuran ini terasa seperti PC dari era 2000-an, tetapi TinyCorps mempertahankan dimensi tersebut di X dengan pernyataan, “Everything old is new again. We’re reentering an era where there are programs people want to run but can’t because their computers are too small.”
Ruang enclosure yang lapang menyisakan jarak cukup antara kartu grafis, sehingga aliran udara lebih baik untuk menjaga suhu tetap dingin di bawah beban kerja berat.
Baca Juga:
Pelanggan juga dapat memilih platform G5, yang menggunakan generasi Genoa dari AMD dan mendukung memori DDR5 bersama konektivitas PCIe 5.0. Perusahaan belum mengidentifikasi model prosesor yang tepat dalam spesifikasi yang disediakan.
Pilihan GPU dan Penyimpanan Menentukan Konfigurasi Akhir
Tinygrad menawarkan empat kartu grafis AMD Radeon RX 9070 XT, bersama alternatif Nvidia termasuk RTX 5090 dan model profesional RTX 6000. Perusahaan menyatakan bahwa output akustik memengaruhi pemilihan grafisnya, sehingga mereka mengecualikan sejumlah alternatif karena sistem pendinginnya menghasilkan lebih banyak kebisingan.
Untuk menjaga tingkat kebisingan di bawah 50 dB, Tinygrad menggabungkan kipas Noctua berkecepatan rendah dengan pendingin cair untuk prosesor di dalam workstation. Dua printed circuit board (PCB) di bagian bawah sistem menghubungkan drive penyimpanan NVMe ke antarmuka MCIO, mendukung konfigurasi RAID opsional yang tersedia bagi pelanggan.

Platform G4 mulai dari $7.000, sementara konfigurasi G5 yang lebih baru berharga $12.000 sebelum pembeli memilih upgrade grafis, memori, atau penyimpanan tambahan. Menambahkan empat kartu Radeon RX 9070 XT berbiaya $4.000, sehingga konfigurasi G4 lengkap menjadi $11.000 sebelum opsi upgrade tambahan dipilih.
Konfigurasi Nvidia mencakup satu RTX 5090 dengan tambahan $8.000, dua kartu RTX 5090 seharga $16.000, atau opsi RTX 6000 yang masing-masing berbiaya $19.000 dan $38.000 untuk dua unit. Memori dapat ditingkatkan dari 32 GB menjadi 128 GB dengan tambahan $3.000, sementara opsi penyimpanan mencakup RAID 4 TB seharga $2.000 atau RAID 16 TB seharga $6.000.
Setelah dikritik karena harga SRP yang tergolong mahal, seorang juru bicara perusahaan mengatakan, “We strongly encourage others to compete with us.” Tinygrad membangun setiap workstation berdasarkan pesanan, dengan estimasi pengiriman antara satu hingga delapan minggu setelah proses pembelian selesai.
Pendekatan build-to-order ini menempatkan Tinybox G4 sebagai opsi yang menyasar kalangan profesional dengan kebutuhan komputasi AI spesifik, bukan pasar konsumen umum. Keputusan mempertahankan DDR4 dan PCIe 4.0 pada platform standar sekaligus menyediakan jalur upgrade ke DDR5 dan PCIe 5.0 lewat platform G5 menunjukkan strategi dua jalur yang memisahkan pelanggan berdasarkan anggaran dan kebutuhan performa.
Di sisi lain, keputusan Tinygrad mengecualikan sejumlah opsi grafis karena alasan kebisingan memperlihatkan bahwa faktor akustik menjadi pertimbangan desain yang setara dengan performa mentah dalam workstation kelas ini. Kombinasi kipas Noctua berkecepatan rendah dan pendingin cair pada prosesor menjadi cara perusahaan menyeimbangkan keduanya.
Perbandingan dengan perangkat sejenis di pasar turut memperlihatkan posisi harga Tinybox G4. Beberapa workstation AI lain yang beredar juga menawarkan konfigurasi multi-GPU dengan banderol yang jauh lebih tinggi, menempatkan angka $11.000 untuk konfigurasi empat GPU sebagai salah satu titik masuk yang relatif lebih terjangkau di segmennya.
Untuk pasar Indonesia, harga $11.000 setara sekitar Rp183 juta belum termasuk biaya pengiriman, bea masuk, dan pajak yang berlaku. Angka tersebut menjadikan Tinybox G4 sebagai perangkat yang menyasar institusi riset, laboratorium AI, atau tim pengembang yang membutuhkan komputasi lokal untuk pelatihan model.
Detail teknis lain seperti dukungan RAID opsional melalui dua PCB yang menghubungkan drive NVMe ke antarmuka MCIO menunjukkan bahwa Tinygrad merancang perangkat ini untuk fleksibilitas penyimpanan, bukan sekadar kecepatan komputasi. Konfigurasi RAID 4 TB dan 16 TB menjadi opsi yang dapat dipilih pembeli sesuai kebutuhan kapasitas data mereka.
Sementara itu, ketersediaan opsi Nvidia RTX 5090 dan RTX 6000 memberi pelanggan alternatif di luar ekosistem AMD, meski dengan biaya tambahan yang jauh lebih besar. Satu RTX 6000 saja berbiaya $19.000, hampir dua kali lipat harga dasar platform G4.
Dengan estimasi pengiriman satu hingga delapan minggu, Tinygrad memposisikan Tinybox G4 sebagai produk yang diproduksi sesuai pesanan. Model ini berbeda dari workstation yang dijual langsung dari rak, dan mengindikasikan bahwa perusahaan menargetkan pelanggan yang sudah memiliki spesifikasi jelas sebelum melakukan pemesanan.
Bagi pelaku industri AI di Indonesia, kehadiran opsi workstation seperti Tinybox G4 menambah alternatif perangkat keras lokal untuk menjalankan beban kerja deep-learning tanpa bergantung sepenuhnya pada layanan komputasi awan. Namun, keputusan pembelian tetap perlu mempertimbangkan total biaya kepemilikan, termasuk pengiriman dan pajak impor.
Secara keseluruhan, Tinybox G4 memperlihatkan bahwa Tinygrad memilih jalur desain yang mempertahankan komponen server generasi lama untuk platform standar, sembari menyediakan platform G5 dengan teknologi memori dan konektivitas yang lebih baru. Pilihan ini memberi pelanggan dua titik masuk berbeda sesuai anggaran dan kebutuhan performa mereka.
[PENUTUP]
Kehadiran Tinybox G4 dengan empat AMD Radeon RX 9070 XT memperluas pilihan workstation AI yang dapat dipesan sesuai kebutuhan, dengan harga mulai $7.000 untuk platform dasar dan $11.000 untuk konfigurasi empat GPU. Bagi institusi dan pengembang di Indonesia, keputusan pembelian perlu mempertimbangkan total biaya termasuk pengiriman dan pajak impor.





Komentar
Belum ada komentar.