📑 Daftar Isi

Baterai sodium-ion Unigrid di lantai pabrik yang telah lolos uji keamanan Hyundai

Baterai Sodium-ion Lolos Uji Keamanan Hyundai, Masa Depan Lithium-ion?

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Baterai sodium-ion Unigrid lolos uji keamanan Hyundai tanpa kebakaran dan thermal propagation
  • Menggunakan kimia sel sodium chromium oxide (NCO) dengan degradasi kapasitas minimal
  • Tahan pada rentang suhu -20°C hingga 60°C
  • Natrium lebih melimpah dan terjangkau dibanding lithium, tapi biaya produksi masih lebih tinggi
  • Masalah kepadatan energi masih jadi tantangan, cocok untuk penyimpanan skala besar
  • CATL akan memproduksi massal baterai sodium-ion sebelum akhir 2026 dengan teknologi Prussian white
  • Sodium-ion diprediksi akan berdampingan dengan lithium-ion dalam jangka pendek

Telset.id – Baterai sodium-ion buatan startup asal Amerika Serikat, Unigrid, baru saja lolos uji keamanan ketat dari raksasa otomotif asal Korea Selatan, Hyundai. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi teknologi baterai generasi berikutnya yang dinilai lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan lithium-ion.

Unigrid mengembangkan baterai sodium-ion dengan kimia sel sodium chromium oxide (NCO). Setelah melalui program evaluasi teknis Hyundai, baterai ini berhasil mencapai “critical technology validation milestones” atau tonggak validasi teknologi kritis. Uji keamanan yang dilakukan berlangsung ketat, dan hasilnya menunjukkan tidak ada kebakaran serta tidak ada thermal propagation, yaitu kondisi di mana api menyebar antar baterai, faktor penting dalam penggunaan pabrik dan industri.

Selain aman, baterai sodium-ion NCO ini juga menunjukkan “minimal capacity degradation” atau degradasi kapasitas yang minimal setelah melalui siklus pengisian berkelanjutan. Baterai ini juga mampu bertahan pada rentang suhu luas, dari -20 derajat Celcius hingga 60 derajat Celcius. Meskipun ini baru satu rangkaian pengujian dalam skenario terbatas, teknologi ini lulus dengan nilai sangat baik.

Perbedaan utama antara sodium-ion dan lithium-ion terletak pada ion yang berpindah antara katoda (elektroda positif) dan anoda (elektroda negatif). Pada baterai sodium-ion, ion natrium yang digunakan, bukan ion lithium. Kedua teknologi baterai ini sebenarnya sudah ada sejak lama, namun kepadatan energi lithium-ion yang lebih unggul membuatnya menang dalam beberapa tahun terakhir. Kini, sodium-ion mulai dilirik kembali.

A Unigrid sodium-ion battery on a factory floor

Selain potensi keamanan yang lebih baik dari risiko thermal runaway, perbedaan kunci lainnya adalah natrium jauh lebih melimpah dan mudah didapat dibandingkan lithium. Hal ini menjadi pertimbangan penting seiring meningkatnya tekanan lingkungan global. Bahan baku yang lebih terjangkau membuat biaya produksi lebih murah, meskipun biaya keseluruhan baterai sodium-ion saat ini masih lebih tinggi dibandingkan lithium-ion.

Meski demikian, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Sebuah tinjauan tahun 2026 yang diterbitkan di Journals of Materials Chemistry A menyebutkan bahwa masalah kepadatan energi masih menjadi tantangan. Hal ini membuat sodium-ion lebih cocok untuk penyimpanan energi skala besar, bukan untuk baterai ponsel atau tablet.

Masa Depan Baterai Sodium-ion

Dengan segala pertimbangan tersebut, para ahli memperkirakan sodium-ion akan lebih mungkin berdampingan dengan lithium-ion, setidaknya dalam jangka pendek. Baterai baru seperti yang dikembangkan Unigrid memang memiliki banyak potensi, tetapi masih ada banyak tantangan yang perlu diatasi.

Seperti dilaporkan Nature, produsen baterai terbesar dunia, CATL, telah mengumumkan akan mulai memproduksi massal baterai sodium-ion sebelum akhir tahun 2026. Perusahaan asal China ini mengaku telah memiliki kesepakatan dengan produsen mobil dan penyedia stasiun penyimpanan energi untuk jaringan listrik. Namun, campuran bahan sodium-ion pada baterai CATL berbeda, karena menggunakan teknologi yang dikenal sebagai Prussian white, yang berpotensi lebih murah, lebih mudah diproduksi dalam skala besar, dan lebih tahan lama, meskipun ada pertanyaan tentang kepadatan energinya.

Kabar baiknya, kemajuan pesat sedang terjadi di bidang-bidang yang masih menjadi kelemahan baterai sodium-ion. Para peneliti tengah mempelajari berbagai campuran dan kombinasi kimia yang mungkin paling optimal. Bahkan, beberapa ilmuwan telah mengusulkan ide untuk menghilangkan bahan anoda tetap pada baterai, sehingga baterai isi ulang akan bekerja lebih seperti baterai sekali pakai.

Sodium ion battery

Ada banyak variabel yang terlibat, mulai dari stabilitas ekonomi dunia hingga permintaan daya dari pusat data AI yang terus membebani jaringan energi global. Kita dapat berharap akan mendengar lebih banyak terobosan dengan teknologi baterai sodium-ion di tahun-tahun mendatang.

“Sodium-ion batteries have emerged as a compelling alternative to lithium-ion systems, particularly for stationary storage and cost-sensitive mobility applications,” tulis Abu Faizal Abdul Salam et al dalam Journal of Materials Chemistry A. “Continued efforts in materials research, standardization of testing methodologies, and real-world validation are pivotal to accelerate their path toward commercialization.”

Keberhasilan uji keamanan dari Hyundai ini menjadi sinyal kuat bahwa baterai sodium-ion siap menjadi alternatif serius bagi lithium-ion, terutama untuk aplikasi penyimpanan energi skala besar dan kendaraan listrik. Dengan dukungan produsen besar seperti CATL yang siap memproduksi massal, adopsi teknologi ini diprediksi akan semakin cepat. Para peneliti juga terus bekerja untuk mengatasi kelemahan utama sodium-ion, yaitu kepadatan energi, sehingga ke depannya teknologi ini berpotensi digunakan di lebih banyak perangkat.

Bagi industri, perkembangan ini membuka peluang baru dalam rantai pasokan baterai yang lebih berkelanjutan dan aman. Sementara bagi konsumen, ini berarti masa depan kendaraan listrik dan perangkat elektronik yang lebih aman dari risiko kebakaran, dengan bahan baku yang lebih ramah lingkungan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.