📑 Daftar Isi

US Navy MQ-25A Stingray milik Boeing yang menerima investasi upgrade peperangan elektronik

Boeing Kucurkan Rp12,68 Juta USD untuk Upgrade EW MQ-25A Stingray

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Boeing terima $12,68 juta untuk upgrade MQ-25A Stingray hingga November 2029
  • Upgrade mencakup RF blanker, penyimpanan terenkripsi, dan keamanan komputer misi
  • RF blanker adalah perangkat kompatibilitas elektromagnetik untuk lindungi penerima dari gangguan
  • Laporan akuisisi April 2026: misi utama MQ-25 tetap pengisian bahan bakar, ISR sekunder
  • Dana $12 juta kecil dibanding program $19 miliar, sinyal potensi upgrade EW lanjutan

Telset.id – Boeing menerima investasi senilai $12,68 juta untuk memperbarui RF blanker, penyimpanan terenkripsi, dan keamanan komputer misi pada drone MQ-25A Stingray milik Angkatan Laut Amerika Serikat. Langkah ini menjadi sinyal awal bahwa drone pengisian bahan bakar berbasis kapal induk tersebut mulai dipersiapkan menghadapi kebutuhan peperangan elektronik (electronic warfare/EW) di masa depan, meskipun dokumen akuisisi terbaru AL AS masih menempatkan misi utamanya sebagai tanker udara nirawak.

Modifikasi kontrak tersebut mencakup Radio Frequency Blanker Unit, Encrypted Mass Storage System yang telah diperbarui dan membawa Data Transfer System tertanam, serta opsi untuk analisis dan koreksi defisiensi yang mendukung penilaian keamanan pada Mission Management System Computer pesawat. Pekerjaan ini dijadwalkan berjalan hingga November 2029. Boeing sendiri memang tengah menjadi sorotan dalam berbagai proyek pertahanan dan kedirgantaraan, termasuk saat Archer akuisisi Wisk Aero yang membuat Boeing kini menggenggam 16,5 persen saham di perusahaan tersebut.

Sejumlah pengamat membaca satu baris dalam pengumuman kontrak Departemen Perang AS baru-baru ini sebagai indikasi bahwa MQ-25 akan menjadi drone berbasis kapal induk pertama AL AS yang memperoleh sejumlah upgrade peperangan elektronik. Namun, rincian yang tersedia justru lebih menekankan sisi defensif spektrum elektromagnetik. Artinya, fokus pembaruan ini bukan untuk menyerang, melainkan melindungi pesawat dari gangguan atau upaya pengambilalihan pihak lain.

Mengapa RF Blanker Jadi Upgrade Paling Krusial

Upgrade paling penting pada MQ-25 Stingray, menurut analisis yang beredar, adalah RF Blanker. Perangkat ini merupakan perangkat keras kompatibilitas elektromagnetik. Ketika sebuah pesawat membawa beberapa pemancar dan penerima sensitif dalam jarak hanya beberapa meter satu sama lain, pemancar yang bekerja pada daya penuh dapat menulikan atau merusak penerima di dekatnya yang beroperasi pada pita frekuensi yang tumpang tindih.

RF blanker mengatasi masalah tersebut dengan mengambil permintaan blanking dari setiap pemancar dan mengeluarkan pulsa penekanan ke penerima yang terdampak selama transmisi berlangsung, sebagaimana dijelaskan GE Aerospace. Bagi drone yang di masa depan berpotensi membawa kemampuan EW canggih, perangkat ini pada dasarnya adalah prasyarat. Tanpa RF blanker, sistem komunikasi dan sensor pesawat berisiko terganggu oleh transmisi internalnya sendiri.

US Navy MQ-25A Stingray

Selain RF blanker, pembaruan Encrypted Mass Storage System yang membawa Data Transfer System tertanam berfungsi memperkuat proteksi data sensitif yang diproses pesawat. Opsi analisis dan koreksi defisiensi pada Mission Management System Computer menunjukkan adanya kebutuhan untuk menilai dan menutup celah keamanan pada sistem inti pengelolaan misi drone. Kombinasi ketiga elemen ini mengarah pada satu tema besar: pengamanan aset dari ancaman akses tidak sah.

Dari sisi kemampuan tempur saat ini, MQ-25 berfungsi sebagai drone pengisian bahan bakar udara nirawak untuk AL AS. Pesawat ini mampu membawa sekitar 14.000 hingga 16.000 pon bahan bakar pada radius tempur 500 mil laut. Kemampuan tersebut menjadikannya komponen penting dalam memperpanjang jangkauan dan daya tahan pesawat tempur berbasis kapal induk.

Lingkup Misi MQ-25 Masih Sempit

Modernized Selected Acquisition Report AL AS tertanggal 21 April 2026 menawarkan lingkup yang relatif sempit untuk drone ini untuk saat ini. Dokumen tersebut menyatakan bahwa MQ-25 menjalankan pengisian bahan bakar udara sebagai misi utama dan menyediakan kemampuan Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR) sebagai misi sekunder. Laporan itu juga mencatat tidak ada persyaratan peperangan elektronik dan hanya dua key performance parameters yang ditetapkan.

Dengan demikian, sangat mungkin bahwa upgrade yang tengah dibiayai ini murni bersifat defensif, yakni untuk mencegah pihak yang tidak bertanggung jawab mengakses drone atau melumpuhkannya secara daring dengan relatif mudah. Interpretasi ini sejalan dengan sifat perangkat yang diperbarui: RF blanker, penyimpanan terenkripsi, dan penguatan keamanan komputer misi, yang semuanya berorientasi pada perlindungan, bukan penyerangan.

A Boeing unmanned MQ-25 on the flight deck of the carrier USS George H.W. Bush. (MC3 Brandon Roberson/U.S. Navy)

Namun, situasi ini bisa berubah seiring AS terus memperkuat penawaran EW-nya dan bersiap menghadapi kemungkinan aktor-aktor bermusuhan yang memiliki kemampuan serupa. Untuk saat ini, dana $12 juta yang diinvestasikan dalam program bernilai $19 miliar ini pada dasarnya hanyalah pembulatan kecil atau rounding error. Meski begitu, investasi mendadak ini bisa menjadi sinyal bahwa akan ada lebih banyak pembaruan serupa di masa depan.

Indikasi tersebut diperkuat oleh langkah Boeing yang telah menawarkan varian MQ-25 berbasis darat dengan pilon eksternal dan bahasa pemasaran yang menyebut peran ISR, peperangan elektronik, serta peringatan dini udara (airborne early warning). Meski demikian, pesawat varian tersebut belum memiliki pelanggan hingga saat ini. Boeing juga tercatat dalam sejumlah peristiwa lain, seperti insiden Boeing 737 kargo hilang kontak yang diduga jatuh di Laut Arab, serta laporan satelit Boeing meledak di orbit hingga pecah menjadi 20 keping.

Keputusan AL AS mengucurkan dana untuk pembaruan ini, meski lingkup misi MQ-25 masih terbatas pada pengisian bahan bakar dan ISR, menunjukkan adanya perhatian serius pada aspek ketahanan siber dan kompatibilitas elektromagnetik. Ketika drone semakin terhubung dengan jaringan dan sistem digital yang kompleks, kerentanan terhadap gangguan eksternal maupun internal meningkat. Investasi pada RF blanker dan penyimpanan terenkripsi menjadi fondasi teknis yang harus ada sebelum kemampuan yang lebih canggih bisa ditambahkan.

Program MQ-25 sendiri merupakan program bernilai $19 miliar, sehingga alokasi $12,68 juta untuk pembaruan ini relatif kecil. Namun dalam konteks pengembangan platform pertahanan, langkah awal semacam ini sering menjadi penanda arah pengembangan jangka panjang. Jika Boeing benar-benar mengembangkan varian MQ-25 dengan kemampuan EW penuh, fondasi yang dibangun melalui pembaruan saat ini akan menjadi prasyarat teknis yang tidak bisa dilewati.

Hingga November 2029, pekerjaan pembaruan ini akan berlangsung. Selama periode tersebut, AL AS dan Boeing memiliki waktu untuk mengevaluasi apakah MQ-25 akan tetap menjadi tanker udara nirawak dengan perlindungan siber yang diperkuat, atau bertransformasi menjadi platform multiperan yang mencakup peperangan elektronik. Yang jelas, langkah kecil senilai $12,68 juta ini menandai dimulainya babak baru dalam pengembangan drone berbasis kapal induk milik AL AS.

[ META_DESCRIPTION]
Boeing terima dana $12,68 juta untuk upgrade RF blanker, penyimpanan terenkripsi, dan keamanan komputer misi drone MQ-25A Stingray AL AS hingga 2029.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.