📑 Daftar Isi

Ilustrasi program TITAN US Army yang beralih dari prototipe ke produksi penuh bersama Palantir dan Anduril

TITAN Masuk Produksi, Palantir dan Anduril Kantongi Rp3 Triliun

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • US Army resmi mengalihkan program TITAN dari prototipe ke produksi penuh
  • Palantir dan Anduril menerima total award $192 juta untuk fase produksi
  • Palantir mengantongi $127 juta, Anduril $65 juta
  • Kontraktor wajib menyerahkan 4 unit advanced dan 4 unit basic dalam 18 bulan
  • Unit baru melengkapi 9 sistem prototipe yang sudah dioperasikan US Army
  • Kontrak produksi lanjutan direncanakan pada fiscal year 2027

Telset.id – Program Tactical Intelligence Targeting Access Node (TITAN) milik US Army resmi beralih dari status prototipe ke produksi penuh pada pekan ini. Palantir Technologies dan Anduril Industries bersama-sama menerima total award senilai $192 juta atau sekitar Rp3 triliun untuk fase produksi berikutnya. Langkah ini menandai tahap baru dalam upaya modernisasi sistem penargetan darat militer Amerika Serikat.

US Army pertama kali memilih Palantir pada 2024 untuk menjadi lead contractor dalam pengembangan sistem penargetan generasi baru bagi pasukan darat. Kini, peralihan status dari prototipe ke produksi menjadi tonggak penting bagi program yang dirancang untuk merombak cara tentara mengumpulkan dan memproses data saat melacak serta menyerang target jarak jauh di medan pertempuran.

Dari total award tersebut, Palantir mengamankan $127 juta dan akan mengawasi produksi TITAN bersama sejumlah mitra pendukung. Mitra-mitra itu meliputi L3 Harris Technologies, Sierra Nevada Corporation, Strategic Technology Consulting, dan World Wide Technology, yang masing-masing menyumbang kemampuan khusus untuk program ini. Sementara itu, Anduril menerima sisa $65 juta dan bertugas membangun unit hardened yang dipasang pada kendaraan untuk kebutuhan deployment lapangan.

Dua Konfigurasi TITAN untuk Kebutuhan Misi Berbeda

Porsi Anduril juga mencakup integrasi sistem daya dan komponen manajemen termal, sehingga TITAN dapat berfungsi secara andal dalam kondisi operasi yang keras. Program ini mencakup dua konfigurasi berbeda yang dibangun untuk platform kendaraan dan kebutuhan misi yang berbeda di seluruh unit Angkatan Darat.

Versi advanced akan dipasang pada truk taktis dan dapat menarik data langsung dari jaringan sensor orbital di atas. Versi basic yang lebih sederhana ditujukan untuk Joint Light Tactical Vehicle, memberikan kemampuan penargetan serupa bagi unit-unit yang lebih kecil. Pendekatan dua konfigurasi ini menunjukkan bagaimana US Army menyesuaikan solusi penargetan dengan skala dan mobilitas unit yang berbeda.

Palantir

Dalam award saat ini, para kontraktor diwajibkan menyerahkan empat unit advanced dan empat unit basic dalam waktu delapan belas bulan. Unit-unit yang baru dipesan ini akan melengkapi sembilan sistem prototipe yang sudah dioperasikan dan digunakan US Army dalam latihan saat ini.

Pejabat Angkatan Darat telah mengindikasikan rencana untuk menerbitkan kontrak produksi lanjutan untuk TITAN pada suatu waktu di fiscal year 2027. Rencana tersebut menegaskan bahwa peralihan ke status produksi ini bukan langkah akhir, melainkan bagian dari tahapan pengadaan yang lebih panjang.

Modernisasi Sistem Darat dan Risiko Teknis yang Disebar

TITAN menjadi bagian sentral dari dorongan US Army untuk merombak sistem darat yang menua di seluruh formasi tempurnya. Dengan menghubungkan sensor berbasis antariksa dengan terminal yang dipasang pada kendaraan, sistem ini bertujuan memperpendek waktu antara mendeteksi target dan menyerangnya. Namun, apakah hal itu benar-benar menghasilkan siklus penargetan yang lebih cepat secara signifikan dalam kondisi pertempuran nyata masih harus diuji dalam skala besar.

Keterlibatan lima perusahaan terpisah di samping Palantir dan Anduril menunjukkan bahwa US Army menyebar risiko teknis ke beberapa vendor. Pendekatan itu bisa memperkuat ketahanan program atau justru mempersulit koordinasi saat produksi berakselerasi menuju pesanan lanjutan 2027. Bagi Palantir, keterlibatan dalam program ini memperkuat posisinya di sektor pertahanan, sejalan dengan langkah perusahaan yang sebelumnya mengkritik AI Labs soal arah pengembangan teknologi enterprise.

 The Pentagon in Arlington County, Virginia, as seen on April 15, 2017. It is the headquarters of the United States Department of Defense.

Sejauh ini, kontrak tersebut menandakan kemajuan yang stabil alih-alih lompatan dramatis bagi upaya modernisasi yang lebih luas. Skala pengadaan di masa depan akan bergantung pada kebutuhan Angkatan Darat, keputusan pendanaan, dan bagaimana sistem ini berperforma selama evaluasi operasional.

Kemampuan TITAN untuk tetap berfungsi saat komunikasi terputus menjadi salah satu tantangan teknis yang relevan, sejalan dengan isu yang juga dihadapi AI drone dan sensor militer dalam skenario operasi serupa. Sistem yang mengandalkan konektivitas sensor orbital dan terminal kendaraan menuntut keandalan di lingkungan yang tidak selalu mendukung koneksi stabil.

Perluasan program TITAN juga menempatkan Palantir dan Anduril dalam posisi yang semakin terlihat di ekosistem pertahanan berbasis data. Bagi industri, peralihan dari prototipe ke produksi ini menjadi sinyal bahwa pengadaan sistem penargetan cerdas memasuki fase komersial yang lebih matang, dengan kontrak lanjutan yang diperkirakan menyusul pada fiscal year 2027.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.