Telset.id – California resmi melarang perusahaan menggunakan sistem pengambilan keputusan otomatis atau AI untuk mendisiplinkan dan memecat karyawan secara sepihak. Gubernur Gavin Newsom menandatangani paket regulasi kecerdasan buatan yang mencakup ‘No Robo Bosses Act’ atau SB 947, sebuah undang-undang yang menempatkan manusia di pusat setiap keputusan di tempat kerja yang menyangkut nasib pekerja.
Langkah ini menjadi yang pertama di tingkat negara bagian di Amerika Serikat dan menegaskan posisi California sebagai wilayah paling agresif dalam memasang rambu-rambu penggunaan AI. Penandatanganan dilakukan pada 30 September 2026, namun aturan ini baru akan berlaku efektif mulai 1 Juli 2027. Artinya, perusahaan masih memiliki waktu transisi sebelum larangan tersebut benar-benar ditegakkan.
Inti dari ‘No Robo Bosses Act’ adalah prinsip human-in-the-loop. Perusahaan tidak boleh lagi mengandalkan keputusan sistem otomatis semata ketika menjatuhkan sanksi disiplin atau pemutusan hubungan kerja kepada seorang karyawan. Yang lebih ketat, seorang manusia tidak cukup hanya menyetujui keputusan yang dihasilkan mesin. Mereka wajib menyertakan bukti pendukung mereka sendiri yang memperkuat keputusan otomatis tersebut.

Dengan kata lain, tanda tangan persetujuan dari atasan tidak lagi menjadi formalitas. Ada tuntutan akuntabilitas yang jelas bahwa manusia benar-benar meninjau dan memiliki dasar untuk mengambil keputusan yang berdampak pada kehidupan pekerja.
Gubernur Gavin Newsom menyatakan bahwa langkah negara bagian ini diambil karena minimnya kepemimpinan dari pemerintah federal. “Kami sangat menyadari bahwa kami harus berbuat lebih banyak di tengah ketiadaan kepemimpinan federal,” ujar Newsom dalam sebuah pernyataan melalui X, merujuk pada keputusan pemerintahan Trump yang mengganti istilah artificial intelligence menjadi ‘super intelligence’.
Paket regulasi yang diteken Newsom tidak hanya satu, melainkan 13 rancangan undang-undang terkait AI. Regulasi ini menyentuh berbagai sektor, mulai dari ketenagakerjaan, pendidikan, hingga ranah hukum. Langkah tersebut menambah tekanan California terhadap pengembangan AI yang selama ini berjalan tanpa pengawasan ketat. Sebelumnya, California juga sudah mengambil langkah serupa lewat regulasi AI yang menyasar perlindungan pekerja.
Presiden California Federation of Labor Unions, AFL-CIO, Lorena Gonzalez, menyambut positif langkah tersebut. Menurutnya, penandatanganan empat RUU pertama di negara bagian itu menunjukkan bagaimana Amerika Serikat bisa mulai memasang pagar pengaman pada penggunaan AI di tempat kerja. Tujuannya jelas: memastikan pengawasan manusia atas teknologi, membatasi pengawasan terhadap pekerja, dan menempatkan pekerja sebagai prioritas.
Baca Juga:
Regulasi ini menegaskan bahwa keputusan yang berdampak besar pada pekerja, seperti pemecatan dan tindakan disipliner, tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada algoritma. Perusahaan yang selama ini mengandalkan sistem otomatis untuk efisiensi kini harus menyesuaikan proses internal mereka agar sejalan dengan prinsip human oversight.
Selain ‘No Robo Bosses Act’, pertemuan dengan para pemimpin teknologi sehari sebelumnya juga menghasilkan kesepakatan baru yang disebut “morally binding”. Dalam kesepakatan itu, sejumlah perusahaan besar seperti Google, Anthropic, Meta, OpenAI, SpaceX, dan Nvidia bertanggung jawab memastikan keamanan AI yang mereka kembangkan. Kesepakatan ini muncul di tengah seruan yang terus menguat agar pemerintah memiliki pengawasan lebih besar terhadap AI.

Langkah California ini menjadi sinyal bahwa regulasi AI mulai bergerak dari sekadar diskusi etis menuju aturan yang mengikat secara hukum. Bagi perusahaan yang beroperasi di California, kepatuhan bukan lagi pilihan. Mereka harus memastikan setiap keputusan yang diambil sistem otomatis memiliki jejak audit manusia yang jelas.
Bagi pekerja, aturan ini memberi lapisan perlindungan tambahan dari potensi keputusan sepihak mesin. Namun, implementasinya baru akan teruji setelah 1 Juli 2027, ketika perusahaan mulai menyesuaikan operasional mereka dengan tuntutan human-in-the-loop yang lebih ketat.
California juga tercatat memperketat regulasi di sektor lain, termasuk regulasi data center AI yang berdampak pada proyek-proyek baru. Sementara di sektor kendaraan otonom, perusahaan seperti Waymo terus memfokuskan robotaxi di California dan Texas. Kombinasi kebijakan ini menunjukkan bahwa California tengah membangun kerangka pengawasan yang menyeluruh terhadap teknologi yang mengubah cara kerja dan mobilitas.
Dengan disahkannya ‘No Robo Bosses Act’, California mengirim pesan bahwa efisiensi otomatisasi tidak boleh mengorbankan keadilan bagi pekerja. Aturan ini menjadi tolok ukur bagi negara bagian lain yang mungkin akan mengikuti jejak serupa dalam mengatur penggunaan AI di dunia kerja.





Komentar
Belum ada komentar.