Telset.id – Tim peneliti keamanan siber Citizen Lab mengungkap kampanye spyware zero-click pertama yang disebarkan melalui iklan online, menargetkan perangkat jurnalis Al Jazeera tanpa memerlukan interaksi pengguna. Serangan yang dijuluki “AdFection” ini membuktikan bahwa sekadar melihat iklan di internet bisa menjadi pintu masuk infostealer yang mencuri data sensitif, pesan, audio, hingga video korban.
Temuan ini dirilis bersama oleh Al Jazeera dan Citizen Lab, lembaga keamanan siber asal Kanada. Sejumlah jurnalis Al Jazeera mulai menyadari perangkat mereka berperilaku aneh pada 2024 dan menghubungi Citizen Lab untuk investigasi. Hasilnya, para peneliti mengonfirmasi kasus pertama serangan spyware mercenary zero-click yang dikirim lewat iklan digital, tanpa perlu korban mengklik apa pun.

Dalam skenario yang dipaparkan, seorang jurnalis cukup membuka komputer dan menjalankan aktivitas harian. Saat menjelajah internet, sebuah iklan earbuds muncul di layar. Korban tidak mengklik iklan tersebut, bahkan tidak memperhatikannya dengan sengaja. Namun begitu iklan ditayangkan, komputer sudah terinfeksi infostealer yang kuat.
Malware tersebut memanen berbagai data sensitif, termasuk file, dokumen, cookies, bookmark, hingga kredensial yang tersimpan. Infostealer juga merekam ketikan (keystroke), mengambil tangkapan layar saat korban bekerja, dan bahkan mampu mengaktifkan mikrofon serta kamera untuk merekam korban selama beraktivitas. Pesan email dan pesan instan dari berbagai platform ikut diambil dan dieksfiltrasi.
Siapa Aktor di Balik Kampanye AdFection?
Meski pertanyaan siapa yang menyerang jurnalis masih belum terjawab, para peneliti mengetahui siapa yang memfasilitasi serangan ini. Ada dua perusahaan asal Israel yang disebut terlibat dalam rantai infeksi, yaitu Candiru dan Discover-Tech.
Candiru merupakan perusahaan spyware mercenary yang menjual alat pengawasan canggih kepada pelanggan pemerintah. Perusahaan inilah yang membangun infostealer sekaligus mekanisme pengirimannya. Para peneliti tidak menyebut siapa pembeli alat tersebut dan siapa yang memata-matai para jurnalis, tetapi mereka menyatakan bahwa infostealer itu berharga “beberapa juta dolar”.
Candiru kini dikenal dengan nama Integrity Labs setelah melakukan rebranding dan akuisisi yang dilaporkan terjadi. Departemen Perdagangan Amerika Serikat memasukkan Candiru ke daftar hitam pada awal November 2021 karena bukti bahwa perusahaan itu memasok spyware kepada pemerintah asing yang menggunakannya untuk menargetkan pejabat pemerintah, jurnalis, aktivis, dan pihak lain. Namun, Candiru tampaknya dikeluarkan dari daftar tersebut pada akhir Juli 2026.
Perusahaan kedua dalam rantai infeksi adalah Discover-Tech, perusahaan ad-tech asal Israel yang mengoperasikan MyDSP, sebuah demand-side platform yang membeli inventaris iklan digital melalui ad exchange otomatis. Iklan yang membawa malware Candiru diduga ditayangkan melalui infrastruktur Discover-Tech. Temuan ini memunculkan pertanyaan apakah Discover-Tech pernah menjadi bisnis yang sah, atau hanya kedok untuk kampanye cyber-espionage yang sangat canggih.
“Kami menyajikan bukti teknis bahwa perusahaan berbasis di Israel, Discover-Tech, meskipun mengaku sebagai perusahaan periklanan yang sah, tampaknya merupakan front untuk penyalahgunaan ad espionage skala besar,” tulis peneliti Citizen Lab. “Faktanya, tampaknya berperan sebagai jembatan ini adalah tujuan utama Discover-Tech.”
Baca Juga:
Skala Infeksi dan Jangkauan Iklan Discover-Tech
Discover-Tech tercatat sebagai vendor yang disetujui di Google dan IAB Europe sejak 2020, sebagaimana dilaporkan The Register. Citizen Lab menganalisis sekitar empat miliar catatan ad-bidding dan menemukan iklan Discover-Tech muncul di lebih dari 70.000 aplikasi mobile serta 120.000 situs web pada kuartal kedua 2026 saja. Angka ini menunjukkan jangkauan distribusi iklan yang sangat luas.
Citizen Lab menyatakan setidaknya 45 perangkat milik Al Jazeera terkompromi melalui cara ini pada 2024 dan 2025. Mengutip data dari firma keamanan periklanan asal New York, Confiant, The Register melaporkan bahwa sebagian iklan Discover-Tech juga muncul di jaringan kritis yang digunakan Pentagon, International Atomic Energy Agency PBB, dan International Criminal Court. Pengadilan yang sama pada 2024 mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas tuduhan tanggung jawab atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Kasus AdFection memperlihatkan bahwa infrastruktur periklanan digital dapat disalahgunakan sebagai jalur distribusi spyware tanpa interaksi korban. Serangan zero-click menghilangkan kebutuhan akan umpan balik pengguna, sehingga perangkat bisa terinfeksi hanya dari penayangan iklan. Hal ini memperluas permukaan ancaman bagi jurnalis, aktivis, dan kelompok lain yang menjadi target spyware mercenary.
Bagi pengguna umum, temuan ini menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap ekosistem iklan digital yang tampak biasa. Meski mekanisme pertahanan spesifik tidak dijelaskan dalam laporan, insiden ini menunjukkan bahwa aktivitas menjelajah sehari-hari pun dapat menjadi vektor serangan yang tidak terlihat. Perangkat yang menampilkan perilaku aneh sebaiknya segera diperiksa oleh ahli keamanan.
Sementara itu, laporan ini juga menyoroti celah pengawasan terhadap perusahaan ad-tech yang beroperasi di jaringan iklan global. Discover-Tech yang tercatat sebagai vendor resmi di Google dan IAB Europe menunjukkan bahwa status “disetujui” tidak menjamin infrastruktur bebas dari penyalahgunaan. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan seberapa luas dampak kampanye ini terhadap perangkat di luar kalangan jurnalis Al Jazeera.

Kisah AdFection menjadi pengingat bahwa spyware mercenary tidak lagi selalu membutuhkan tautan berbahaya atau lampiran mencurigakan. Dalam kasus ini, penayangan iklan yang tampak tidak berbahaya sudah cukup untuk memicu infeksi. Peneliti Citizen Lab dan Al Jazeera telah mempublikasikan temuan mereka, dan pertanyaan tentang siapa yang berada di balik target jurnalis masih terbuka.
[ META_DESCRIPTION]
Citizen Lab dan Al Jazeera mengungkap spyware zero-click “AdFection” yang menyebar lewat iklan online. Infostealer Candiru mencuri data hingga audio jurnalis.





Komentar
Belum ada komentar.