📑 Daftar Isi

Unmanned aerial vehicle dengan sistem Aerial ReCharge dari PowerLight Technologies

DOW AS Uji Laser ARC, Drone Terbang Tanpa Ganti Baterai

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • DOW beri kontrak ke PowerLight untuk kembangkan Aerial ReCharge (ARC)
  • ARC pakai laser power beaming untuk isi daya drone saat terbang
  • Drone tak perlu mendarat ganti baterai, hemat waktu dan kurangi risiko
  • Transmitter ARC otonom dan bisa ikuti drone saat terbang
  • Uji coba dilakukan di Shaw Air Force Base, South Carolina
  • ARC kompatibel dengan berbagai kelas drone, termasuk Group 2 fixed-wing

Telset.id – Departemen Perang Amerika Serikat (DOW) melalui Direktorat Operational Energy – Innovation (OE-I) telah memberikan kontrak untuk pengembangan sistem pengisian daya jarak jauh berbasis laser bagi drone. Sistem bernama Aerial ReCharge (ARC) ini dikembangkan oleh PowerLight Technologies dan memungkinkan pengisian ulang baterai unmanned aerial vehicle (UAV) saat masih berada di udara, sehingga drone tidak perlu mendarat untuk mengganti baterai.

Teknologi yang disebut “power beaming” ini menjadi perkembangan penting bagi operasional drone, khususnya di lingkungan yang berisiko tinggi. Dengan kemampuan pengisian daya jarak jauh, drone dapat dikerahkan lebih lama dan tetap menggunakan baterai yang sama tanpa harus mendarat dan dipulihkan, yang menghemat waktu dan berpotensi menyelamatkan nyawa.

ARC bekerja dengan transmitter power beaming yang mengarahkan laser ke receiver yang dipasang pada drone. Receiver tersebut kemudian mengisi baterai UAV, dan juga dapat digunakan untuk mengisi payload yang mungkin dibawa drone. Sistem ini menggunakan optical power beaming, yang meskipun memberikan hasil serupa dengan pengisian daya nirkabel pada ponsel, memiliki mekanisme yang sangat berbeda dari induksi elektromagnetik.

Yang menjadi pembeda utama, teknologi ini dapat mengisi daya UAV saat drone dan transmitter sama-sama bergerak. “Power beaming berarti lebih banyak waktu di misi dan lebih sedikit waktu di darat,” ujar OE-I Combat Power Portfolio Lead Chris DePuma. “Dengan memungkinkan pengisian ulang otonom saat terbang, sistem Aerial ReCharge mengurangi kebutuhan untuk mendarat dan menukar baterai, memperpanjang daya tahan misi, dan mengurangi risiko di lingkungan yang diperebutkan.”

Unmanned aerial vehicle with PowerLight's Aerial ReCharge system

Seperti UAV yang diberi daya, unit transmitter ARC bersifat otonom dan dapat mengikuti drone, memberikan pengisian ulang saat UAV sedang terbang. Demonstrasi teknologi ini telah dirilis oleh PowerLight, yang menampilkan Kraus Hamdani Aerospace K1000ULE yang terbang dengan dilengkapi receiver power beaming.

“Penghargaan DOW yang baru ini mencerminkan keyakinan pada posisi wireless power beaming saat ini dan pada operator yang membentuknya,” kata Tim Jenks, CEO PowerLight. “Power beaming dapat diterapkan jauh melampaui satu domain, dari ground-to-ground, ground-to-air, air-to-air, dan space-to-space, dan itulah peluang yang ada di depan.”

Pengembangan di Shaw Air Force Base

Pengembangan teknologi ini dilakukan di Shaw Air Force Base, South Carolina. PowerLight merancang sistem ARC agar dapat digunakan dengan berbagai kelas drone, termasuk platform fixed-wing Group 2 dan pesawat yang lebih besar dengan payload sensor atau efek yang lebih berat.

Pendekatan pengisian daya nirkabel berbasis laser ini menandai arah baru dalam infrastruktur energi untuk sistem otonom. Sebelumnya, berbagai upaya pengisian daya nirkabel juga tengah diuji untuk kendaraan darat, seperti yang tengah disiapkan di Jepang melalui uji wireless charging di jalan tol. Sementara itu, di sektor komputasi, pendekatan nirkabel juga hadir lewat perangkat seperti WiCi One yang membawa RTX 5060 Ti secara wireless.

Kontrak dari DOW ini menunjukkan bahwa teknologi power beaming tidak lagi sekadar konsep fiksi ilmiah. Selama beberapa dekade, gagasan mentransmisikan energi dari satu titik ke titik lain menjadi bahan cerita fiksi ilmiah. Dengan kemajuan teknologi laser, gagasan tersebut mulai menemukan jalur implementasinya, dan sistem PowerLight menjadi salah satu contoh nyata penerapannya pada drone.

Dampak bagi Operasional UAV

Bagi operasional UAV, kemampuan pengisian ulang saat terbang berpotensi mengubah cara misi dijalankan. Drone tidak lagi bergantung pada siklus pendaratan dan penggantian baterai yang memakan waktu. Hal ini secara langsung memperpanjang endurance misi dan mengurangi eksposur terhadap risiko di wilayah yang diperebutkan.

Aerial ReCharge (ARC) wireless power beaming transmitter

ARC dapat mengisi ulang UAV secara remote sekaligus payload-nya bila diperlukan. Dengan transmitter yang otonom dan mampu mengikuti drone, sistem ini dirancang untuk memberikan pengisian daya selama UAV masih dalam penerbangan. PowerLight juga menyatakan bahwa power beaming dapat diterapkan lintas domain, mulai dari ground-to-ground, ground-to-air, air-to-air, hingga space-to-space.

Pendekatan pengisian daya jarak jauh ini juga mencerminkan tren investasi teknologi yang lebih luas, di mana perusahaan teknologi besar terus menyalurkan dana ke berbagai inisiatif strategis. Sebagai contoh, langkah investasi serupa terlihat pada kucuran dana Apple untuk inisiatif tertentu di China, serta suntikan modal Alphabet ke layanan skuter listrik Lime. Pola ini menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi dan institusi besar semakin agresif mendanai teknologi yang menjanjikan efisiensi operasional.

Pengembangan ARC di Shaw Air Force Base dan cakupannya yang dirancang untuk berbagai kelas drone menandakan bahwa teknologi ini tengah dipersiapkan untuk penerapan yang lebih luas, bukan hanya pada satu jenis platform. Dengan dukungan kontrak dari DOW, PowerLight memposisikan power beaming sebagai solusi yang relevan bagi kebutuhan energi sistem otonom di masa depan.

[WARNING: The reference article does not contain sufficient information to reach 1500 words. The above article is written strictly based on the available source material. Adding more content would require fabricating facts, which is prohibited by the editorial guidelines.]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.