📑 Daftar Isi

Logo BioWare dan Mass Effect dengan latar pengumuman penutupan studio oleh EA

EA Tutup BioWare, Mass Effect 5 Ikut Dibatalkan Setelah 31 Tahun

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • EA menutup BioWare dan studionya di Edmonton setelah lebih dari 31 tahun beroperasi
  • Pengembangan awal Mass Effect 5 dibatalkan; tim kecil tidak dilanjutkan
  • EA fokus ke Battlefield, Apex Legends, Iron Man, Star Wars Jedi, dan Fight Night
  • Total 400 PHK di EA, sekitar 50 posisi di BioWare terdampak
  • Tony de Waal ungkap ambisi Mass Effect 5 yang tak sempat terwujud

Telset.id – Electronic Arts (EA) resmi menutup BioWare dan studionya di Edmonton setelah lebih dari 31 tahun beroperasi. Penutupan ini sekaligus membatalkan pengembangan awal game Mass Effect berikutnya, yang selama ini dikenal sebagai Mass Effect 5. Keputusan tersebut disampaikan EA melalui surat kepada karyawan, dan menjadikan BioWare sebagai studio di balik Mass Effect, Dragon Age, Star Wars: Knights of the Old Republic, Neverwinter Nights, serta Baldur’s Gate itu berhenti berproduksi.

Dalam surat tersebut, EA menyebut BioWare sebagai “legendary studio”. Meski demikian, perusahaan menyatakan telah “made the decision not to move forward with this development” untuk proyek Mass Effect terbaru. Tim kecil yang sebelumnya mengerjakan tahap awal game tersebut kini tidak lagi melanjutkan pekerjaan. EA juga tidak menyebutkan jumlah pasti karyawan yang terdampak, namun memastikan mereka akan didukung “in exploring other opportunities within EA”.

Penutupan BioWare bukan langkah yang sepenuhnya mengejutkan. Pemutusan hubungan kerja (PHK) memang lazim terjadi di industri game, seperti yang dilakukan Microsoft pada Juli lalu dengan memangkas 3.200 posisi di Xbox karena alasan margin rendah. EA sendiri tidak merinci tanggal rilis untuk judul-judul besarnya, tetapi berencana membahas arah perusahaan bersama staf dalam Global Town Hall pada November mendatang.

Fokus Baru EA dan Nasib Mass Effect

EA kini mengalihkan perhatian ke sejumlah prioritas. Perusahaan menetapkan tiga fokus utama: Deepen Our Core, Expand Our Reach, dan Transform Our Business. Battlefield 6 disebut sebagai “a great success”, sementara EA juga menyiapkan mode untuk Apex Legends, Marvel’s Iron Man, dan game Star Wars Jedi berikutnya. Di bawah payung EA Sports, ada “Project Gridiron” sebagai pengalaman open-world social-first dari tim American football EA, serta revival Fight Night yang kini dalam tahap pre-production. The Sims pun tidak dilupakan, dengan rencana “prioritize [its] efforts on ‘Project Evergreen'”.

Meski BioWare ditutup, EA tidak menyatakan bahwa seri Mass Effect atau Dragon Age telah mati. Game-game BioWare yang sudah rilis juga tidak disebutkan dalam pengumuman tersebut. Sebelumnya, Mass Effect berikutnya pertama kali diumumkan pada November 2020 dan di-teaser pada Desember tahun yang sama lewat trailer resmi di kanal YouTube Mass Effect milik EA. Pada 2021, Mass Effect Legendary Edition, remaster trilogi original, dirilis. Setelah itu, studio ini relatif sepi kecuali lewat Dragon Age: The Veilguard pada 2024.

Penerimaan The Veilguard diduga turut memengaruhi keputusan ini. EA pada awal tahun lalu menyebut game tersebut hanya melibatkan sekitar “1.5 million players during the quarter”, atau “down nearly 50% from the company’s expectations”. EA tidak secara eksplisit menyatakan hal itu sebagai penyebab, namun angka tersebut muncul dalam konteks yang sama dengan pengumuman restrukturisasi. Sekitar waktu itu pula, general manager BioWare Gary McKay mengatakan hanya “a core team” yang mengerjakan game Mass Effect berikutnya dan tidak “require support from the full studio”, karena rekan-rekan lainnya ditempatkan “with other teams at EA”.

Ambisi Mass Effect 5 yang Tak Sempat Terwujud

Di balik penutupan itu, tersimpan cerita tentang ambisi Mass Effect 5 yang tidak pernah sampai ke tangan pemain. Tony de Waal, yang menjabat sebagai cinematic supervisor BioWare, mengungkapkan bahwa ia termasuk di antara sekitar “50-ish” orang yang tersisa di studio dan ikut terkena PHK. Jumlah itu menunjukkan bahwa Mass Effect 5 memiliki tim produksi yang sangat kecil.

Melalui unggahan di LinkedIn yang dikutip PC Gamer, De Waal menyatakan keyakinannya bahwa proyek tersebut tengah menggarap sesuatu yang istimewa. “I believe we were making something special: a level of autonomy and choice that no other game has been able to match,” ujarnya. Ia juga menyebut timnya mengamati langkah Larian dan CD Projekt melalui Baldur’s Gate 3 dan Cyberpunk 2077, lalu “started down a path to bring Mass Effect to the next level” sembari tetap setia pada trilogi original.

De Waal memulai kariernya di BioWare “29+ years ago”, sempat keluar setelah rilis Mass Effect 2, lalu kembali pada 2021 untuk “help get what would become Dragon Age: The Veilguard back on track and out the door”. Ia menggambarkan pengerjaan The Veilguard sebagai “a herculean effort that tested the limits of even my workaholic mindset”, namun ia bangga pada tingkat polesan yang berhasil dicapai di Frostbite engine. Menurutnya, ada kerumitan besar di balik layar untuk membuat karakter pemain yang variabel bekerja di lebih dari 3 jam sinematik, termasuk banyaknya kondisi yang harus diperhitungkan pada adegan-adegan menjelang akhir game.

Terkait Mass Effect 5, De Waal mengaku sedih karena penggemar “won’t get to see what we were cooking”. Ia juga menyayangkan nasib “the small, talented group of devs who were all punching above their weight to make something special”. Ia meminta publik mempertimbangkan rekan-rekannya yang bertahan di BioWare hingga akhir, yang disebutnya sebagai sebagian dari orang paling berbakat yang pernah ia temui sepanjang karier. Kini De Waal kembali mencari studio dan proyek baru untuk menyalurkan keahliannya di produksi sinematik.

Perombakan besar yang diumumkan EA mencakup 400 orang yang terkena PHK, termasuk sekitar 50 posisi di BioWare, sebagaimana dilaporkan Bloomberg. Angka ini memperjelas skala restrukturisasi yang menyertai penutupan studio legendaris tersebut.

Bagi penggemar game, penutupan BioWare menandai berakhirnya salah satu nama paling berpengaruh dalam sejarah RPG modern. Mass Effect dan Dragon Age tetap menjadi waralaba yang disebut, namun kelanjutannya kini bergantung pada arah baru EA. Sementara itu, dinamika industri game terus bergerak, termasuk lewat langkah PHK di studio lain seperti yang tergambar dalam Heart Machine PHK. Keputusan EA untuk menutup BioWare sekaligus membatalkan Mass Effect 5 menjadi penutup panjang perjalanan studio yang berdiri lebih dari tiga dekade.

[ META_DESCRIPTION]
EA resmi menutup BioWare setelah 31 tahun dan membatalkan pengembangan Mass Effect 5. Sekitar 50 posisi di BioWare terdampak dari 400 PHK EA.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.