Telset.id – GMKtec resmi meluncurkan EVO-X5 Pro dengan harga mulai 6.399 dolar AS, menjadikannya salah satu perangkat paling awal yang memakai chip Gorgon Halo sekaligus opsi termurah di kelasnya. Mini PC ini menggabungkan prosesor AMD Ryzen AI Max+ PRO 495 dengan memori terpadu LPDDR5X-8533 berkapasitas 192GB untuk kebutuhan komputasi lokal tingkat berat.
Menurut GMKtec, perangkat ini mampu menjalankan LLM berisi 320 miliar parameter sepenuhnya offline dalam kondisi perangkat lunak dan konfigurasi yang sesuai. Harga awal tersebut berlaku untuk 30 unit pertama model berkapasitas memori 192GB dan penyimpanan 2TB. Setelah 30 unit pertama habis, pembeli awal berikutnya harus merogoh 200 dolar AS lebih banyak, yaitu 6.599 dolar AS, sementara harga reguler setelah periode promosi adalah 6.799 dolar AS.
Model kedua dengan memori 192GB dan penyimpanan 4TB dibanderol 6.699 dolar AS selama promosi Super Early Bird, 6.899 dolar AS pada periode Early Bird, dan 7.099 dolar AS di harga reguler. Perangkat Gorgon Halo lain dijual jauh di atas 7.000 dolar AS, sehingga EVO-X5 Pro menjadi salah satu perangkat Gorgon Halo termurah yang tersedia saat ini. Meski demikian, EVO-X5 Pro berpotensi menjadi salah satu mini PC termahal di pasaran, karena sebagian besar perangkat sejenis dijual di bawah 4.000 dolar AS.

Spesifikasi Lengkap dan Kemampuan AI Offline
Prosesor Ryzen AI Max+ PRO 495 menyediakan 16 core CPU Zen 5, 32 thread, dan kecepatan boost hingga 5,2GHz untuk beban kerja desktop yang menuntut. Untuk pemrosesan grafis, perangkat ini memakai hardware Radeon 8065S dengan 40 compute unit, arsitektur RDNA 3.5, dan ray tracing berbasis hardware. NPU XDNA 2 di dalamnya dapat memberikan hingga 55 TOPS untuk beban kerja kecerdasan artifisial yang didukung, menambah sumber daya pemrosesan lain pada sistem.
Bandwidth memori mencapai 273GB/s, sementara sistem dapat mengalokasikan hingga 160GB dari memori terpadunya secara dinamis untuk pemrosesan grafis. Kapasitas penyimpanannya dapat diperluas hingga 24TB, memberi ruang besar bagi dataset lokal, aplikasi, dan model kecerdasan artifisial berukuran besar. Untuk mobilitas data, konektivitas mencakup dua port USB4 V2 yang mendukung hingga 80Gbps, dua port USB4 hingga 40Gbps, dan dua koneksi LAN 10GbE.
Kemampuan AI offline menjadi inti dari EVO-X5 Pro. GMKtec awalnya mengembangkan mesin ini untuk mendukung model 300 miliar parameter sebelum penyetelan lanjutan menaikkan klaim kemampuannya menjadi 320 miliar parameter. Perusahaan mengingatkan bahwa kompatibilitas dan performa aktual bergantung pada model yang dipilih, perangkat lunak, metode kuantisasi, beban kerja, dan konfigurasi sistem secara keseluruhan.
Kemampuan tersebut dipadukan dengan fitur yang ditujukan untuk penerapan AI privat, termasuk model bahasa lokal, asisten coding, beban kerja riset, dan aplikasi enterprise. EVO-X5 Pro mendukung eGPU dan clustering multi-sistem, sehingga pengguna dapat memperluas sumber daya komputasi ketika beban kerja individual melampaui hardware internalnya.
Baca Juga:
Untuk lingkungan bisnis, perangkat ini menyertakan AMD DASH, chip keamanan dTPM 2.0 khusus, dan manajemen out-of-band yang independen dari sistem operasi. GMKtec menyatakan sistem ini telah divalidasi untuk operasi 24/7 berkelanjutan, meski klaim tersebut tidak menetapkan tingkat performa pada setiap beban kerja. Guna menopang beban tersebut, pendinginan memakai vapor chamber dengan tiga kipas di dalam enclosure all-metal hasil pemesinan CNC. Sistem ini juga menawarkan tiga mode performa untuk kebutuhan operasional yang berbeda.
Di luar pekerjaan AI, perangkat ini mendukung layar hingga resolusi 8K, memperluas penggunaan yang ditujukan untuk beban kerja desktop profesional yang menuntut. Pendekatan serupa soal komputasi lokal juga muncul di segmen lain, seperti yang terlihat pada agen AI GPT-6 yang mengandalkan orkestrasi model di sisi pengguna.
Peluncuran EVO-X5 Pro menempatkan GMKtec di posisi awal pada gelombang perangkat Gorgon Halo. Sejumlah perangkat lain dengan chip serupa, termasuk dari Acemagic dan Framework, juga disebut hadir dengan memori 192GB dan banderol yang jauh lebih tinggi. Artinya, EVO-X5 Pro menyasar celah harga di antara mini PC konvensional dan workstation AI kelas atas.

Dari sisi keamanan dan tata kelola, adopsi perangkat AI lokal seperti ini menuntut perhatian pada data dan kontrol, isu yang juga mengemuka di pasar Indonesia. Pembahasan soal kesiapan ekosistem tersebut pernah diangkat dalam konteks tantangan AI Indonesia, terutama soal keamanan dan kendali atas model yang dijalankan secara mandiri.
GMKtec menyebut satu unit EVO-X5 Pro sudah berada di meja pengujian dan review mendetail akan menyusul. Dengan harga mulai 6.399 dolar AS untuk 30 unit pertama, EVO-X5 Pro menjadi tolok ukur baru bagi pembeli yang menginginkan kapasitas memori besar dan kemampuan menjalankan model bahasa besar tanpa koneksi internet.
Perlu dicatat, klaim 320 miliar parameter hanya berlaku dalam kondisi perangkat lunak dan konfigurasi yang sesuai, bukan jaminan performa pada semua skenario. Bagi organisasi yang mempertimbangkan perangkat ini, validasi 24/7 dan dukungan manajemen out-of-band menjadi nilai tambah tersendiri di lingkungan operasional yang menuntut ketersediaan tinggi.
[ META_DESCRIPTION]
GMKtec EVO-X5 Pro resmi meluncur mulai 6.399 dolar AS, mini PC Gorgon Halo termurah dengan Ryzen AI Max+ PRO 495 dan RAM 192GB.





Komentar
Belum ada komentar.