📑 Daftar Isi

Google Pixel Tablet beserta Charging Speaker Dock di Google Store

Google Setop Pixel Tablet, Pengguna Kecewa tapi Tak Kaget

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Google menarik Pixel Tablet dari Google Store dan peritel pihak ketiga seperti Amazon
  • Aksesori seperti Speck SandyShell Case dan Charging Speaker Dock ikut tidak tersedia
  • Peluncuran 2023 dengan harga mulai $399 / £399 / AU$649, hanya satu generasi yang rilis
  • Pengguna di Reddit kecewa, menilai Pixel Tablet produk paling underrated
  • Rumor Pixel Tablet 2 dan 3 batal setelah produksi dihentikan
  • Google belum memberi komentar resmi soal nasib lini tabletnya

Telset.id – Google diam-diam menarik Pixel Tablet dari Google Store, membuat pengguna tidak lagi bisa membeli tablet tersebut maupun aksesori pendukungnya. Langkah ini menegaskan bahwa perangkat yang diluncurkan pada 2023 itu tidak lagi dijual secara resmi, dan memicu kekecewaan pengguna yang menilai Pixel Tablet sebagai salah satu produk paling underrated besutan Google.

Penarikan ini terbilang senyap, khas pendekatan Google ketika menghentikan sebuah perangkat. Halaman produk Pixel Tablet telah hilang dari Google Store. Tablet tersebut juga tidak lagi tersedia di peritel pihak ketiga seperti Amazon. Di Best Buy, produk ini masih bisa dilihat, tetapi keterangannya menyatakan “this item is no longer available in new condition”.

Bukan hanya tabletnya, lini aksesori Pixel Tablet juga ikut terdampak. Produk seperti Speck SandyShell Case dan Charging Speaker Dock tidak dapat dibeli lagi. Pengguna hanya bisa memilih opsi “Get notified” seandainya stok kembali tersedia. Namun, dengan hilangnya tablet itu sendiri, kemungkinan tersebut dinilai sangat kecil. Situasi ini memperkuat dugaan bahwa Google telah menghentikan perangkat tersebut secara permanen.

Meski Pixel Tablet tidak sepopuler iPad atau model lain di jajaran tablet terbaik, perangkat ini tetap dihormati dan dikagumi oleh mereka yang terbiasa dengan ekosistem Google dan Android. Karena itu, keputusan Google memicu reaksi keras di komunitas pengguna. Reddit menjadi tempat pengguna meluapkan kekecewaan mereka, meski tidak semua orang benar-benar terkejut.

“It’s a shame. It’s one of the most underrated products they came out with,” tulis seorang pengguna. Bagi sebagian pengguna lain, dampaknya lebih dari sekadar kehilangan satu produk. Ada yang menilai keputusan Google menghentikan satu-satunya tabletnya tidak membantu menjaga pengalaman lintas perangkat yang utuh bagi pengguna. Hal ini terutama merugikan mereka yang sempat mempertimbangkan membeli Pixel Tablet untuk digunakan bersama Pixel Phone dan Pixel Watch.

Kritik lain menyebut langkah ini sebagai kemunduran, bukan peningkatan pengalaman pengguna. Sebagian pengguna menilai kematian perangkat ini akibat pengabaian total Google terhadap lini tabletnya. Sejarah memang menunjukkan pendekatan Google terhadap Pixel Tablet cenderung berliku.

Google Pixel Tablet diperkenalkan pada 2023 dengan harga mulai dari $399 / £399 / AU$649. Setelah peluncuran itu, rumor soal tablet kedua mulai beredar dan sempat memunculkan ekspektasi. Bahkan sempat ada pembicaraan soal tablet ketiga. Namun, kabar bahwa Google telah menghentikan total produksinya mematahkan rumor tersebut. Pada akhirnya, Google hanya merilis satu tablet, meninggalkan Pixel Tablet 2 dan Pixel Tablet 3 tanpa kelanjutan.

Kekecewaan terhadap keputusan ini bercampur dengan sikap pasrah. Banyak pihak mengaku sama kecewanya, tetapi juga tidak terkejut, karena satu perangkat Google yang sebenarnya masih utuh kembali dihapus dari peredaran. Keputusan Google menonaktifkan lini speaker Nest Audio untuk memberi ruang bagi Google Home Speaker yang di-upgrade memperlihatkan pola serupa. Karena itu, muncul anggapan bahwa hanya soal waktu sebelum Google menempatkan perangkat lain di daftar henti produksi.

Dampak bagi Ekosistem Pengguna Google

Bagi pengguna yang ingin membangun pengalaman lintas perangkat yang lengkap, keputusan ini menjadi pukulan. Pixel Tablet sebelumnya menjadi opsi untuk melengkapi Pixel Phone dan Pixel Watch. Dengan hilangnya tablet tersebut, pengguna kehilangan salah satu simpul dalam ekosistem perangkat Google. Hal ini juga menutup peluang bagi mereka yang baru berencana membeli tablet tersebut.

Sejumlah pengamat pengguna menyoroti bahwa Google justru mengambil langkah mundur, bukan memperkuat pengalaman pengguna. Penarikan ini juga mempertegas keraguan terhadap komitmen jangka panjang Google di segmen tablet. Perlu dicatat, keputusan ini berbeda konteks dengan berbagai perubahan kebijakan Google di ranah lain, seperti penyesuaian hasil pencarian demi menghindari denda Rp16 triliun atau upaya melindungi anak dari konten porno bersama Apple. Fokus kali ini murni pada penghentian perangkat keras.

Hingga saat ini, belum diketahui apa niat Google ke depan. Ada kemungkinan, seperti pada perangkat audio, Google sedang bersiap masuk ke era baru dan memikirkan ulang pendekatannya terhadap tablet. Namun, ada juga kemungkinan Google justru meninggalkan kekosongan di segmen tersebut. Telset.id telah menghubungi Google untuk meminta komentar dan akan memperbarui informasi ini jika ada tanggapan resmi.

Pelajaran dari Sejarah Produk Google

Perjalanan Pixel Tablet menunjukkan pola yang berulang: peluncuran dengan ekspektasi tinggi, rumor soal penerus yang sempat membangkitkan harapan, lalu berakhir tanpa kelanjutan. Pengguna yang mengikuti perkembangan ekosistem Google sudah akrab dengan siklus ini. Karena itu, meski kecewa, banyak yang menilai keputusan ini sebagai hal yang bisa diprediksi.

Yang menarik, Pixel Tablet tetap dikenang sebagai perangkat yang dihormati. Bagi pengguna yang menghabiskan waktu di ekosistem Google dan Android, tablet ini punya tempat tersendiri. Penarikan produk tanpa pengumuman resmi membuat pengguna harus menyimpulkan sendiri nasib perangkat tersebut dari hilangnya halaman produk dan aksesori di toko resmi.

Bagi pengguna yang saat ini masih memiliki Pixel Tablet, tidak ada informasi dalam sumber yang menyebutkan dampak terhadap dukungan perangkat. Yang jelas, pembelian baru tidak lagi dimungkinkan melalui Google Store maupun peritel pihak ketiga utama. Sementara itu, bagi pengguna yang menantikan tablet generasi berikutnya, belum ada tanda-tanda kelanjutan dari Google.

Langkah Google menarik Pixel Tablet menambah daftar perangkat yang dihentikan tanpa banyak pengumuman. Bagi sebagian pengguna, ini menjadi pertimbangan sebelum berinvestasi pada perangkat Google di masa depan. Namun, tanpa pernyataan resmi, alasan di balik keputusan ini masih menjadi tanda tanya. Yang pasti, satu-satunya tablet Google kini tidak lagi bisa dibeli secara resmi.

Perkembangan ini juga menjadi pengingat bahwa siklus hidup perangkat keras di ekosistem Google bisa berjalan singkat. Pengguna yang mengandalkan perangkat tertentu untuk melengkapi pengalaman lintas perangkat perlu mencermati ketersediaan produk di toko resmi. Untuk saat ini, Pixel Tablet resmi menyusul deretan perangkat Google lain yang lebih dulu dihentikan.

Google Pixel Tablet with speaker dock

Google Pixel Tablet at Google I/O

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.