Telset.id – XMG resmi mengumumkan kenaikan harga laptop di hampir seluruh lini produknya akibat melonjaknya biaya komponen. Dalam pengumuman di Reddit, produsen laptop tersebut menyebutkan bahwa sebagian besar model mengalami kenaikan harga sebesar €100 atau €150, sementara satu model Schenker—perusahaan induk XMG—naik hingga €300. Kenaikan ini menjadi sinyal terbaru bahwa krisis RAM yang berlangsung sejak pertengahan 2025 kini merembet ke harga perangkat jadi, bukan hanya komponen memori.
XMG menegaskan bahwa kenaikan harga ini bukan semata soal RAM dan SSD. “Alasan [kenaikan harga] adalah kenaikan biaya pembelian lainnya. Ini tidak lagi hanya soal RAM dan SSD: PCB, komponen elektronik, CPU, kartu grafis, dan memori video juga berkontribusi terhadap tingkat biaya yang lebih tinggi,” tulis XMG. Artinya, tekanan biaya kini menyentuh motherboard, chip pendamping, hingga prosesor dan GPU yang menjadi tulang punggung laptop gaming.
Data yang dihimpun XMG dari Geizhals, pelacak harga ritel Jerman, menunjukkan harga DDR5 RAM untuk laptop kini mendekati 6 kali lipat dibanding sebelum krisis memori dimulai pada pertengahan 2025. Angka tersebut memperkuat gambaran bahwa kenaikan harga laptop XMG bukan keputusan sepihak, melainkan konsekuensi langsung dari lonjakan biaya akuisisi komponen di tingkat global.
Baca Juga:
Selain harga unit, sejumlah opsi upgrade laptop juga ikut merangkak naik. Konfigurasi dengan RTX 5090 kini dikenakan premi tambahan sebesar €120. XMG juga menyatakan bahwa GPU diskret dan memori video GDDR7 menjadi lebih mahal, begitu pula prosesor laptop dari AMD dan Intel. Kenaikan ini menyentuh hampir semua elemen yang menentukan performa sebuah notebook, sehingga konsumen yang ingin mengonfigurasi laptop sesuai kebutuhan harus menyiapkan anggaran lebih besar.

Di sisi lain, pasokan memori video untuk kartu grafis Nvidia berpotensi menghadapi tekanan tambahan. Wccftech melaporkan bahwa Micron tidak lagi memproduksi modul GDDR7 berkapasitas 2GB yang digunakan pada sebagian GPU Nvidia RTX 5000. Uniko’s Hardware mengangkat kabar ini melalui unggahan di X, menyebut bahwa chip tersebut telah “mencapai akhir masa pakai” dan berlaku untuk semua modul 2GB Micron. Kini hanya chip GDDR7 3GB yang masih tercantum di situs resmi produsen memori tersebut.
Modul Micron GDDR7 28Gbps 2GB dengan kode D8FHL (MT68A512M32DF-28:A) yang dipakai pada sejumlah kartu RTX 50 disebut telah berstatus end of life. Dengan demikian, ketersediaan memori video untuk kartu grafis RTX 5000 berpotensi semakin terbatas, yang pada akhirnya dapat memengaruhi tingkat stok dan memberi tekanan tambahan pada harga yang memang sudah naik cepat.

Meski demikian, klaim seputar Micron ini perlu disikapi dengan hati-hati. Informasi tersebut bukan pernyataan resmi dari perusahaan, dan Micron hanya merupakan pemasok minor bagi GPU gaming Nvidia. Nvidia memperoleh mayoritas GDDR7 dari Samsung dan SK Hynix, sehingga dampaknya diperkirakan relatif kecil. Namun dalam kondisi pasar yang memburuk, tekanan sekecil apa pun tetap menjadi kabar buruk bagi lini GeForce.
Situasi harga GPU Nvidia sendiri tengah memanas. RTX 5090 disebut sudah berada di level yang tidak masuk akal, RTX 5080 juga sulit dijangkau, dan bahkan RTX 5070 kini merasakan tekanan harga dengan kenaikan 30% dibanding dua bulan lalu di Amerika Serikat, dengan gambaran serupa di wilayah lain. Tekanan tambahan dari sisi pasokan memori video jelas tidak membantu posisi kartu grafis Nvidia di pasar.

Kenaikan harga laptop XMG juga menandai pola yang sama dengan produsen lain. XMG menyusul sejumlah merek yang terpaksa menaikkan harga, seperti Dell yang baru saja menaikkan harga XPS 13 secara tidak langsung. Yang menarik, XMG menyatakan tidak mengambil keuntungan tambahan dari kenaikan harga laptop ini. Tingkat transparansi tersebut tergolong jarang di industri yang biasanya enggan mengungkap detail struktur biaya.
XMG juga menyoroti faktor lain yang menekan biaya produsen notebook, termasuk kenaikan tarif angkutan udara akibat konflik di Timur Tengah serta kesulitan pengiriman via laut. Kombinasi antara lonjakan harga komponen dan gangguan logistik membuat biaya produksi laptop gaming semakin sulit ditekan dalam waktu dekat.
Bagi konsumen, kondisi ini berarti dua hal: harga laptop gaming dan kartu grafis berpotensi terus bergerak naik, sementara pilihan konfigurasi dengan memori berkapasitas besar semakin mahal. Perkembangan seputar Micron dan pasokan GDDR7 juga menunjukkan bahwa gangguan rantai pasok tidak selalu datang dari pemain utama, tetapi tetap bisa memperketat ketersediaan komponen di pasar.

Situasi ini juga menjadi pengingat bahwa krisis RAM tidak berhenti di harga modul memori. Efeknya menjalar ke harga perangkat jadi, biaya upgrade, hingga ketersediaan kartu grafis. Sejumlah artikel terkait perkembangan teknologi lain, seperti Firmware Router ZBT, turut mewarnai lanskap perangkat keras yang tengah menghadapi berbagai tekanan, baik dari sisi biaya maupun keamanan.
Hingga informasi terbaru ini beredar, belum ada pernyataan resmi dari Micron maupun Nvidia terkait dampak penghentian modul GDDR7 2GB terhadap pasokan kartu grafis RTX 5000. XMG sendiri telah mengonfirmasi kenaikan harga melalui pengumuman resminya, dengan penekanan bahwa penyesuaian tersebut murni akibat kenaikan biaya pembelian dan bukan upaya menambah margin keuntungan.
[ META_DESCRIPTION]
XMG menaikkan harga laptop hingga €300 akibat krisis RAM, sementara Micron setop produksi modul GDDR7 2GB yang dipakai GPU Nvidia RTX 5000.





Komentar
Belum ada komentar.