Telset.id – Intel memanfaatkan ajang Hot Chips 2026 untuk memamerkan tiga arsitektur yang akan membawa AI agentic dari rak server hingga laptop. Ketiga arsitektur tersebut mencakup Wildcat Lake Core Series 3 SoC yang sudah mulai dikirim, Crescent Island sebagai GPU pusat data yang dioptimalkan untuk inferensi, dan Diamond Rapids sebagai CPU pusat data kelas enterprise generasi terbaru yang dapat dikonfigurasi hingga 256 core.
Pengumuman ini menjadi penting karena menunjukkan arah pengembangan Intel yang semakin fokus pada AI agentic. Pushkar Ranade, chief technology officer Intel, dalam pernyataan resminya mengatakan bahwa AI agentic mengubah cara perusahaan mendesain komputasi dari level transistor ke atas.

Diamond Rapids: 256 Core dengan Keterbatasan Thread
Dari ketiga arsitektur tersebut, Diamond Rapids menjadi yang paling banyak diungkap detailnya oleh Intel. Chip yang rencananya akan dipasarkan dengan merek Xeon 7 ini menawarkan konfigurasi flagship dengan 256 core, didukung 1.28G fast last-level cache, 16 saluran memori, 128 jalur PCIe 6, dan CXL 3.0.
Menurut laporan ServeTheHome, konfigurasi maksimum Diamond Rapids menggunakan chiplet 16-core yang dibangun di atas proses node 18A-P milik Intel. Namun, ada catatan penting terkait kemampuan prosesornya.
AMD sebagai pesaing juga menawarkan trim 256-core melalui EPYC 9996 yang dibangun di atas node 2nm TSMC. Keunggulan AMD terletak pada dukungan hyperthreading yang secara efektif menggandakan jumlah thread dibandingkan flagship Intel. Diamond Rapids dijadwalkan baru akan hadir pada 2027, sementara AMD sudah lebih dulu menguasai pasar dengan produk yang lebih matang.
Crescent Island: GPU Inferensi dengan Spesifikasi Menarik
Crescent Island menjadi desain yang paling menarik dari ketiga arsitektur yang dipamerkan Intel, meskipun detail yang diungkap paling sedikit. GPU ini merupakan kartu PCIe berpendingin udara dengan daya 350W yang dibangun di atas arsitektur GPU Xe3P, memiliki 32 core yang memberi daya pada 256 mesin XMX generasi ketiga dan 32 MB unified L2 cache.
Keputusan yang mengejutkan adalah penggunaan LPDDR5X daripada HBM. Namun, pilihan ini tampaknya dirasionalisasi untuk menawarkan kapasitas dengan profil daya dan biaya yang memungkinkan Intel bersaing secara bermakna dengan Nvidia dan AMD.
Menariknya, angka 480GB yang digembar-gemborkan Intel dalam siaran persnya bukanlah yang akan mereka kirim. Kartu bermerek Intel dibatasi pada 160GB, sementara 480GB merupakan batas atas yang tersedia untuk mitra ODM yang membangun konfigurasi mereka sendiri.
Intel juga masih bungkam soal spesifikasi bandwidth memori dan mengatakan kepada Chips and Cheese bahwa mereka tidak akan mengungkapkan angka tersebut. Hal ini menjadi krusial bagi banyak aplikasi AI karena bandwidth memori menentukan throughput decode, dan throughput decode pada dasarnya menentukan ekonomi token.

Wildcat Lake: Satu-satunya yang Sudah Bisa Dibeli
Dari ketiga arsitektur yang dibahas Intel, Wildcat Lake adalah satu-satunya yang bisa didapatkan konsumen saat ini, baik sebagai miniPC maupun laptop. Chip ini diluncurkan sebagai Intel Core Series 3.
Intel menyatakan bahwa Wildcat Lake menggantikan pengemasan Foveros yang digunakan di Panther Lake dengan paket multi-chip organik, menghilangkan base die beserta biaya perakitan dan kehilangan hasil produksinya. Area die komputasi turun sebesar 38 persen, dan area ubin I/O turun 15 persen.
Namun, ada catatan penting terkait NPU 17 TOPS yang tersedia pada CPU tersebut. Angka ini berada jauh di bawah 40 TOPS yang dibutuhkan Microsoft untuk sertifikasi Copilot+. Adapun 40 TOPS yang dikutip Intel merupakan total platform gabungan CPU, GPU, dan NPU, yang bisa dipenuhi di tempat lain, tetapi menjadi titik lemah bagi dorongan AI Intel yang selama ini terkonsentrasi pada penangkapan pelanggan enterprise dan hyperscale.
Strategi Intel yang memamerkan ketiga arsitektur ini secara bersamaan menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjawab kebutuhan AI agentic di berbagai segmen pasar. Dengan Diamond Rapids untuk enterprise, Crescent Island untuk data center, dan Wildcat Lake untuk perangkat mainstream, Intel mencoba membangun ekosistem yang komprehensif.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Keterlambatan Diamond Rapids hingga 2027 memberikan ruang bagi AMD untuk memperkuat posisinya. Sementara itu, Wildcat Lake yang sudah beredar masih belum memenuhi standar Copilot+ untuk NPU, meskipun total platform-nya bisa mencapai angka tersebut.
Bagi konsumen dan pelaku industri, pengumuman ini memberikan gambaran jelas tentang peta jalan Intel dalam menghadapi era AI agentic. Keputusan untuk menggunakan LPDDR5X pada Crescent Island juga menunjukkan pendekatan berbeda yang diambil Intel untuk bersaing di pasar GPU inferensi.
Ke depannya, publik tinggal menunggu apakah Intel mampu merealisasikan semua janji ini tepat waktu dan bagaimana respons pasar terhadap strategi tiga arsitektur yang mereka usung.





Komentar
Belum ada komentar.