Telset.id – RhinoShield berhasil mencatatkan rekor dunia Guinness World Record setelah menjatuhkan iPhone 17 Pro yang terbungkus casing AirX dari ketinggian 30.607 meter atau sekitar 19 mil di atas Kiruna, Swedia. Ponsel tersebut jatuh tanpa parasut atau jaring pengaman apa pun, namun dilaporkan masih berfungsi normal setelah mendarat.
Aksi nekat ini dilakukan dengan melepaskan iPhone 17 Pro dari balon udara berketinggian tinggi. Ponsel tersebut membutuhkan waktu 25 menit untuk jatuh ke bumi, melewati suhu ekstrem antara -40 derajat Fahrenheit hingga 140 derajat Fahrenheit selama perjalanannya. Tim pemulihan membutuhkan waktu 5 jam untuk menemukan ponsel yang jatuh tersebut.
Guinness World Records mengonfirmasi pencapaian ini dengan gelar “Highest Drop of a Mobile Phone in a Phone Case (Natural Landforms)”. Menurut RhinoShield, persiapan aksi ini memakan waktu satu tahun dan bekerja sama dengan perusahaan aerospace profesional dengan biaya mencapai $500.000.

Bagaimana Casing Melindungi Ponsel?
Meski terdengar spektakuler, secara teknis aksi ini sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Ponsel cerdas memiliki massa yang relatif rendah dan hambatan aerodinamis yang tinggi, sehingga iPhone mencapai kecepatan terminal (terminal velocity) sangat awal dalam proses jatuhnya. Setelah mencapai kecepatan maksimum, ketinggian tidak lagi berpengaruh signifikan terhadap dampak yang diterima.
Selain itu, ponsel mendarat di lantai hutan yang relatif empuk dengan banyak tumbuhan yang membantu meredam benturan. Dengan kata lain, menjatuhkan ponsel dari pohon setinggi 30 kaki pun bisa memberikan hasil yang serupa.
Meskipun demikian, RhinoShield AirX tetap memiliki teknologi perlindungan yang mumpuni. Casing ini dibangun dari bahan thermoplastic elastomer (TPE) dengan ruang bantalan udara 360 derajat dan struktur kompresi tiga titik yang disebut ShockSpread. Dalam pengujian internal yang diklaim perusahaan, fitur kompresi ini mampu mengurangi dampak 4.000 gram menjadi hanya 775 gram.
Klaim lainnya menyebutkan casing ini mampu bertahan dari 24.000 kali benturan jatuh tanpa membuat ponsel retak. Teknologi perlindungan ini tentu relevan bagi pengguna yang kerap menjatuhkan ponsel dalam aktivitas sehari-hari.
Harga dan Ketersediaan
Bagi yang tertarik dengan RhinoShield AirX setelah melihat aksi ekstrem ini, casing tersebut dijual dengan harga $62 atau sekitar Rp 1 jutaan. Dengan banderol tersebut, RhinoShield perlu menjual lebih dari 8.000 unit casing untuk menutup biaya aksi $500.000 yang mereka keluarkan.

Meskipun aksi ini terkesan berlebihan, casing AirX tetap dirancang untuk melindungi ponsel dari jatuhan sehari-hari seperti di tempat parkir, terjatuh dari tangan anak-anak, atau bahkan jatuh dari balon udara. Dengan teknologi ShockSpread dan bantalan udara 360 derajat, pengguna dapat merasa lebih tenang saat menggunakan ponsel tanpa khawatir berlebihan terhadap risiko kerusakan akibat benturan.
Aksi RhinoShield ini juga menjadi pengingat bahwa industri aksesori ponsel terus berinovasi untuk memberikan perlindungan terbaik. Meskipun uji jatuh dari luar angkasa mungkin bukan simulasi yang realistis untuk penggunaan sehari-hari, hasilnya menunjukkan bahwa teknologi perlindungan casing modern telah berkembang pesat.
Ke depannya, konsumen dapat mengharapkan lebih banyak inovasi serupa dari para produsen casing untuk memberikan ketenangan pikiran bagi pengguna ponsel premium seperti iPhone 17 Pro yang harganya tidak murah.







Komentar
Belum ada komentar.