Telset.id – Kasus penyelundupan chip AI yang melibatkan Supermicro kini merembet ke internal Nvidia. Seorang karyawan Nvidia berinisial Chang resmi ditahan otoritas Taiwan pada 24 Juli lalu, menandai eskalasi serius dalam penyelidikan yang sudah berlangsung sejak Maret 2025.
Penahanan ini menjadi yang pertama kalinya Nvidia terseret langsung dalam skandal pengiriman ilegal GPU ke China. Meskipun perusahaan tidak sedang diselidiki secara resmi, keterlibatan karyawannya memicu sorotan tajam terhadap kepatuhan eksportir chip terbesar dunia tersebut.
Chang ditahan atas dugaan pemalsuan dokumen bisnis. Otoritas Taiwan menggeledah rumah dan tempat kerjanya, dengan alasan kuat risiko pelarian, perusakan barang bukti, dan kolusi dengan saksi. Ini merupakan langkah pertama penyidik menggeledah premises Nvidia sejak skandal penyelundupan mencuat.
Baca Juga:
Skandal Penyelundupan Supermicro Makin Meluas
Skandal ini bermula pada Maret 2025 ketika tiga individu ditahan karena sengaja salah memberi label server yang rencananya dijual ke negara-negara Asia Tenggara. Server tersebut justru dikirim ke China untuk menghindari kontrol ekspor AS. Tersangka termasuk salah satu pendiri Supermicro, Yih-Shyan “Wally” Liaw, manajer penjualan Supermicro di Taiwan, serta seorang broker pihak ketiga mantan karyawan Supermicro.
Penyelidikan kemudian meluas ke Taiwan pada Mei 2025. Kejaksaan Distrik Keelung Taiwan mengeluarkan surat perintah penggeledahan terhadap tiga individu yang diduga terlibat. Meskipun disebut independen dari penyelidikan AS, kasus ini melibatkan perusahaan yang sama dalam skema penyelundupan hardware Nvidia ke China.
Pada Juni 2025, otoritas Taiwan menggerebek kantor Supermicro di Taiwan, rumah enam individu, dan tiga lokasi perusahaan yang diduga terkait. Jaringan ini meluas hingga menarik distributor Supermicro, Albatron Technology, dan operator pusat data Chief Telecom.
Dalam hukum Taiwan, menjual GPU ke China—bahkan yang dibatasi AS—bukanlah kejahatan. Namun, memalsukan dokumen dan memalsukan dokumentasi adalah pelanggaran pidana. Inilah yang menjadi dasar penahanan para tersangka.
Langkah Antisipasi Nvidia
Nvidia sendiri tidak dituduh melakukan kesalahan. Perusahaan menerbitkan pernyataan tegas bahwa penyelundupan adalah “nonstarter.” Juru bicara Nvidia menyatakan, “Kami terutama menjual produk ke mitra terkenal, termasuk OEM, yang membantu memastikan semua penjualan mematuhi aturan kontrol ekspor AS. Bahkan eksportir dan pengiriman yang relatif kecil pun harus melalui pemeriksaan ketat di kedua sisi dunia, dan produk yang dialihkan tidak akan mendapat layanan, dukungan, atau pembaruan.”
Namun, Nvidia tidak tinggal diam. Pada awal Juli 2025, perusahaan menciptakan semacam “daftar putih” untuk perusahaan yang boleh membeli produknya. Nvidia juga menyelidiki perusahaan yang akan terus diajak bekerja sama, bahkan mengirim staf ke pusat data pelanggan atas desakan Gedung Putih untuk verifikasi.
CEO Jensen Huang pada Mei 2025 menyatakan “tidak ada bukti adanya pengalihan chip AI.” Namun, situasi jelas berubah setelah penahanan karyawan ini. Senator AS Elizabeth Warren pada awal Juni 2025 menulis surat kepada general counsel Nvidia, Tim Ter, meminta bukti yang mendukung klaim Huang.
Dampak pada Pasokan Chip AI ke China
Saat ini, masih ada jalur legal bagi perusahaan China untuk membeli GPU Nvidia, tetapi bukan chip paling canggih seperti Blackwell. GPU lawas Nvidia yang mendapat lisensi ditinjau kasus per kasus, dengan pemerintah AS mengambil 25% bagian pendapatan dari penjualan. Jumlahnya hanya sekitar 75.000 unit untuk 10 perusahaan China—jumlah yang relatif kecil bagi Nvidia.
Chip yang tersedia secara legal adalah GPU versi “dikebiri” seperti H20 dan H100, bukan GB200 dan GB300 berbasis Blackwell yang tersedia untuk pengembang AI Barat. Meskipun demikian, permintaan tetap tinggi karena untuk tugas-tugas tertentu, GPU Nvidia tetap yang terbaik. Untuk pelatihan model AI, tidak ada yang bisa menyaingi opsi Nvidia.
Perusahaan China seperti Deepseek pernah mencoba beralih ke alternatif lokal, tetapi harus kembali ke Nvidia ketika alternatif China tidak memadai. Dampak dari AMD Helios yang mengalahkan Vera Rubin di kapasitas memori pun belum cukup untuk menggantikan dominasi Nvidia di pasar China.
Ancaman Larangan Ekspor Total
Taiwan kini mempertimbangkan untuk memberlakukan larangan pidana terhadap semua ekspor chip AI ke China. Langkah ini akan mengunci jalur penyelundupan yang telah aktif dieksploitasi selama beberapa tahun terakhir. Sementara itu, Gedung Putih juga dikabarkan ingin melarang model AI China sepenuhnya, yang bisa berdampak lebih luas pada industri.
Moonshot AI, perusahaan China di balik Kimi K3, dilaporkan melatih modelnya menggunakan GPU Nvidia Blackwell yang kemungkinan diselundupkan. Dampak Kimi K3 pada industri AI menunjukkan bahwa insentif bagi pengembang AI China untuk mencari akses ke GPU Blackwell sangat besar.
Jaring mungkin mulai menutup skema penyelundupan Supermicro, tetapi insentif bagi pihak lain untuk menggantikannya tetap ada. Nvidia kini menghadapi tekanan ganda: dari regulator AS yang memperketat pengawasan dan dari karyawannya sendiri yang diduga terlibat dalam praktik ilegal.
Penahanan karyawan ini menempatkan sorotan pada tindakan Nvidia dan memunculkan pertanyaan lebih lanjut tentang keterlibatan tambahan perusahaan atau karyawannya. Dengan persaingan model AI frontier yang semakin panas, Nvidia bisa menghadapi pembatasan lebih lanjut pada penjualan hardware dan pengawasan lebih ketat terhadap tindakan internasionalnya.
Perusahaan seperti SSI yang menggandeng Nvidia untuk mempercepat pengembangan superintelligence aman tentu berharap kasus ini tidak mengganggu pasokan chip global. Sementara itu, Nvidia dan Lunar Outpost yang menghadirkan Edge AI untuk misi Bulan NASA juga membutuhkan kepastian rantai pasok yang stabil.





Komentar
Belum ada komentar.