📑 Daftar Isi

Ilustrasi pengujian performa laptop saat menggunakan baterai dan terhubung ke listrik

Performa Laptop Saat Pakai Baterai: Apple M5 Max Paling Konsisten

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Apple M5 Max paling konsisten dengan fluktuasi performa di bawah 1% saat pakai baterai
  • Intel Core Ultra X9 388H juga konsisten dengan rata-rata perubahan hanya +0,01%
  • Qualcomm Snapdragon X2 Elite Extreme paling variatif: naik 13,06% di multi-core, turun 13,33% di Handbrake
  • AMD Ryzen AI 7 445 paling buruk dengan penurunan performa rata-rata 50,06%
  • HP OmniBook X Flip 14 (Ryzen AI 9 465) turun rata-rata 5,45%
  • Steam Deck 2022 jadi contoh optimasi performa baterai yang baik dari AMD
  • Pengguna mobile disarankan pertimbangkan konsistensi performa saat memilih laptop

Telset.id – Pengguna laptop sering bertanya-tanya apakah performa perangkat tetap sama saat menggunakan baterai dibandingkan saat tersambung ke listrik. Hasil pengujian terbaru dari Tom’s Hardware mengungkap fakta menarik: Apple M5 Max dan Intel Core Ultra X9 388H menjadi prosesor paling konsisten, sementara AMD Ryzen AI 7 445 justru kehilangan hingga 56,25% performa saat tidak terhubung ke adaptor.

Pengujian dilakukan pada sampel laptop terbaru dari empat produsen chip utama: Intel, AMD, Qualcomm, dan Apple. Untuk sistem Windows, pengujian menggunakan profil daya “balanced” yang merupakan pengaturan bawaan, sementara MacBook Pro menggunakan profil manajemen daya “automatic”. Prosesor yang diuji mencakup Intel Core Ultra X9 388H, Qualcomm Snapdragon X2 Elite Extreme, Apple M5 Max, serta dua varian AMD Gorgon Point yaitu Ryzen AI 9 465 dan Ryzen AI 7 445.

Metode pengujian mencakup tiga skenario: Cinebench 2026 single-core dan multi-core, serta Handbrake untuk mentranskode video 4K ke 1080p. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar sistem justru mengalami peningkatan performa kecil saat menggunakan baterai, terutama pada pengujian multi-threaded Cinebench.

Testing laptops on battery life and AC power

Konsistensi Performa Laptop di Setiap Chip

Dari hasil pengujian, Apple M5 Max menjadi yang paling konsisten. Performanya tidak pernah berfluktuasi lebih dari satu persen saat menggunakan baterai. Rata-rata perubahan performa Apple M5 Max hanya +0,08% untuk single-threaded, +0,85% untuk multi-threaded, dan -0,89% untuk Handbrake.

Intel Core Ultra X9 388H juga menunjukkan konsistensi tinggi dengan rata-rata perubahan hanya +0,01%. Meskipun sempat terjadi penurunan 3,41% pada multi-threaded Cinebench dan peningkatan 3,43% pada Handbrake, secara keseluruhan chip ini memberikan pengalaman yang hampir identik antara kondisi terhubung listrik dan menggunakan baterai.

Qualcomm Snapdragon X2 Elite Extreme justru menjadi yang paling variatif. Chip ini mencatatkan peningkatan performa tertinggi saat menggunakan baterai pada multi-threaded Cinebench, yakni naik 13,06%. Namun di sisi lain, performanya turun drastis 13,33% pada pengujian Handbrake. Rata-rata perubahan keseluruhan mencapai -0,41%.

Kondisi paling buruk dialami oleh Acer Swift Go 16 AI yang menggunakan AMD Ryzen AI 7 445. Sistem ini kehilangan performa sangat signifikan saat tidak tersambung ke listrik. Pada Cinebench single-threaded, performa turun 56,25%, sementara multi-threaded turun 42,28%, dan Handbrake turun 51,64%. Rata-rata penurunan performa mencapai 50,06%.

Sementara itu, HP OmniBook X Flip 14 dengan Ryzen AI 9 465 juga mengalami penurunan, meskipun tidak separah varian Ryzen AI 7 445. Sistem ini kehilangan rata-rata 5,45% performa saat menggunakan baterai.

Implikasi bagi Pengguna Laptop

Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa tidak semua laptop memberikan performa yang sama saat menggunakan baterai. Bagi pengguna yang sering bekerja secara mobile, terutama di bidang kreatif atau industri yang membutuhkan daya komputasi tinggi, konsistensi performa menjadi faktor penting.

Apple dan Intel saat ini menjadi pemimpin dalam hal konsistensi performa. Sistem paling canggih dari kedua vendor ini memberikan pengalaman yang sangat mirip antara kondisi terhubung listrik dan menggunakan baterai. Qualcomm Snapdragon bisa memberikan hasil yang baik, namun terkadang fluktuatif tergantung pada jenis beban kerja.

Sementara itu, AMD masih perlu mengejar ketertinggalan dalam hal ini. Menariknya, Steam Deck yang dirilis pada 2022 menggunakan SoC semi-custom AMD dan dirancang khusus untuk memiliki performa serupa baik saat terhubung listrik maupun menggunakan baterai. Hal ini menunjukkan bahwa optimasi sistem menjadi kunci utama.

Selain konsistensi performa, efisiensi juga menjadi pertimbangan penting. Jika pengguna mampu melakukan tugas berat menggunakan baterai tanpa kehilangan performa, konsumsi daya akan lebih besar. Ini berarti laptop harus mampu menangani beban kerja dalam waktu yang cukup lama. Bagi pengguna yang membutuhkan solusi praktis, baterai eksternal tetap menjadi pilihan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang teknologi terkini, kamu bisa membaca artikel tentang Signal Uji Coba Fitur atau Roblox Rilis Fitur Build.

Kesimpulannya, tren performa laptop saat menggunakan baterai terus membaik. Apple dan Intel menunjukkan hasil paling konsisten, Qualcomm masih perlu stabilisasi, dan AMD harus mengejar ketertinggalan. Pengguna disarankan mempertimbangkan aspek ini saat memilih laptop, terutama jika sering bekerja secara mobile.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.