📑 Daftar Isi

Ilustrasi pembangunan fasilitas fabrikasi chip Micron di Taoyuan, Taiwan

Micron Hentikan Pembangunan Fab 11E Taoyuan di Tengah Negosiasi Bonus Pekerja

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Micron menghentikan pembangunan Fab 11E di Taoyuan, Taiwan, karena negosiasi bonus dengan serikat pekerja Taoyuan belum sepakat
  • Aktivitas di lokasi nyaris terhenti, hanya pekerjaan keselamatan kecil yang berjalan
  • Micron sudah memberi tahu pejabat setempat, tetapi belum merilis pernyataan resmi
  • Micron menegaskan operasional berjalan normal dan berkomitmen menjaga kesinambungan bisnis pelanggan
  • Bonus hingga lima kali gaji tahunan diumumkan; kesepakatan dengan serikat Taichung tuntas, Taoyuan masih menuntut syarat lebih baik
  • Serikat Taoyuan sempat mogok sehari; pertemuan lanjutan dijadwalkan 6 November
  • Protes serupa muncul di Samsung dan SK hynix yang menuntut porsi keuntungan chip memori AI

Telset.id – Micron menghentikan pembangunan Fab 11E di Taoyuan, Taiwan, setelah perusahaan dan serikat pekerja Taoyuan gagal mencapai kesepakatan soal syarat pembagian keuntungan yang lebih jelas. Aktivitas di lokasi proyek disebut nyaris terhenti total, kecuali pekerjaan keselamatan berskala kecil, menurut laporan Bloomberg yang dikutip Tom’s Hardware.

Langkah ini menjadi sinyal tekanan nyata dari gelombang protes pekerja industri memori yang menuntut porsi lebih besar dari lonjakan keuntungan chip memori AI. Micron sendiri belum merilis pernyataan resmi soal penghentian tersebut, tetapi sudah memberi tahu pejabat setempat mengenai penangguhan aktivitas di situs Taoyuan.

Dalam pernyataannya, Micron menegaskan bahwa operasional perusahaan saat ini berjalan normal. “Taiwan memainkan peran penting dalam jejak global Micron, dan operasi kami hari ini berjalan seperti biasa,” kata Micron. “Kami yakin dapat menjaga kesinambungan bisnis bagi pelanggan kami.”

Bonus Besar, Kesepakatan Belum Tuntas

Micron sebelumnya mengumumkan bonus yang bisa mencapai lima kali gaji tahunan bagi sebagian pekerja yang memenuhi syarat. Perusahaan juga telah menuntaskan kesepakatan dengan serikat pekerja Taichung yang lebih besar, meski sejumlah anggota menyatakan ketidakpuasan atas hasil kesepakatan itu.

Di sisi lain, serikat pekerja Taoyuan masih bertahan menuntut syarat yang lebih baik. Kedua pihak dijadwalkan bertemu kembali pada 6 November. Serikat pekerja bahkan sempat menggelar aksi mogok sehari pada bulan lalu untuk menunjukkan keseriusan mereka dan menggambarkan bagaimana operasional perusahaan bisa terganggu bila tuntutan tidak dipenuhi.

Penangguhan pembangunan Fab 11E terjadi menjelang pertemuan lanjutan tersebut. Micron menyatakan pihaknya berharap dapat mencapai kesepakatan dengan para pekerja, sementara pemerintah Taiwan berharap ada hasil yang menguntungkan kedua belah pihak.

Isu ini bukan hanya soal satu pabrik. Para pekerja dari tiga produsen chip memori besar—Micron, Samsung, dan SK hynix—belakangan ramai-ramai memprotes dan menuntut bagian lebih besar dari keuntungan besar yang saat ini dinikmati perusahaan berkat booming chip memori AI. SK hynix baru-baru ini setuju membayar staf sebesar $50,00 per orang, dengan setiap karyawan menerima bonus $477.000 tahun ini dan hingga $900.000 tahun depan.

Pekerja Samsung Foundry juga memperjuangkan bonus rata-rata $340.000, yang akhirnya disetujui pada menit terakhir dan mencegah mogok besar yang berpotensi mengganggu operasional perusahaan. Karyawan dari perusahaan Korea Selatan tersebut mengharapkan bonus kinerja hingga $400.000 dan menolak program pelatihan luar negeri yang bergengsi demi imbalan tunai.

Micron workers holding a protest at the company's Taoyuan plant

Meski Micron belum bersuara resmi soal penangguhan pembangunan di Taoyuan, sulit mengabaikan fakta bahwa langkah itu terjadi begitu dekat dengan jadwal pertemuan berikutnya dengan serikat pekerja Taoyuan. Micron juga tengah mengembangkan sejumlah lokasi lain di berbagai belahan dunia, termasuk rencana fab HBM di Jepang, proyek senilai $24 miliar di Singapura, serta sejumlah fasilitas di Amerika Serikat.

Di tengah tekanan pekerja, Micron tetap melanjutkan agenda teknologi memorinya. Perusahaan sebelumnya memilih jalur pengembangan memori yang berbeda dari pendekatan konvensional, seperti tergambar dalam langkah strategi DRAM Micron yang mengandalkan wafer bonding dan High-NA EUV. Micron juga menyiapkan generasi NAND terbarunya, sebagaimana terlihat pada rencana Micron G11 NAND yang disebut siap produksi massal pada 2027.

Pilihan Micron menolak pendekatan 4F² juga tercermin dalam arah masa depan memori Micron yang bertumpu pada 3D DRAM dan 6F². Semua rencana teknologi itu kini berjalan beriringan dengan persoalan hubungan industrial di Taiwan yang belum menemukan titik terang.

Hingga berita ini diturunkan, Micron belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan di balik penghentian pembangunan Fab 11E. Yang jelas, pertemuan 6 November menjadi momen penentu apakah aktivitas konstruksi di Taoyuan bisa kembali berjalan atau justru terus tertahan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.