📑 Daftar Isi

Ilustrasi jaringan proxy server dan data center yang tersebar di seluruh dunia dalam bentuk 3D

Proxyjacking GreyNoise: 143 Perangkat di 34 Negara Dibajak

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • GreyNoise menemukan kampanye proxyjacking yang membajak 143 perangkat di 34 negara
  • Pelaku memakai perangkat lunak legal Pawns.app, bukan malware, untuk menyusup
  • Target mencakup D-Link, Ubiquiti, SAP, Hikvision, dan Dahua dengan CVE berbeda
  • Fitur berbagi bandwidth Pawns.app dihentikan awal 2026, tapi masih aktif di versi lama
  • GreyNoise sediakan layanan gratis untuk cek indikasi proxyjacking pada IP

Telset.id – Sebuah kampanye proxyjacking yang ditemukan peneliti keamanan GreyNoise berhasil membajak sedikitnya 143 perangkat yang tersebar di 34 negara, dengan memanfaatkan kerentanan perangkat untuk menanam perangkat lunak legal, bukan malware. Temuan ini menunjukkan bahwa pelaku ancaman tidak selalu membutuhkan malware untuk menguasai sebuah endpoint dan menarik keuntungan dari perangkat yang sudah dikompromi.

Menurut GreyNoise, perangkat yang berhasil dikompromi secara diam-diam dimasukkan ke dalam jaringan proxy. Kondisi ini memungkinkan aktivitas kriminal anonim berjalan di atas koneksi internet korban tanpa sepengetahuan pemilik perangkat. Kampanye tersebut menyoroti kegagalan patching dan kontrol akses pada perangkat yang terdampak.

Proxyjacking sendiri merupakan jenis serangan di mana sebuah perangkat dibajak dan diasimilasi ke dalam jaringan proxy. Biasanya, pelaku kejahatan siber membobol komputer, memasang malware, lalu membangun jaringan proxy mereka sendiri yang nantinya bisa disewakan atau digunakan sendiri. Pelaku ancaman selalu membutuhkan perangkat dan alamat IP yang “bersih” serta belum ditandai sebagai sumber serangan agar bisa bersembunyi di belakangnya. Karena itu, residential proxy, baik yang bersifat jahat maupun legal, menjadi layanan yang sangat dicari.

Beberapa residential proxy jahat terbesar yang pernah beroperasi antara lain IPIDEA, NetNut, dan Cloudrouter. Ketiganya kini telah dibongkar seluruhnya atau dilumpuhkan secara signifikan. Saat masih beroperasi, layanan-layanan itu menawarkan ratusan ribu hingga jutaan alamat IP yang terhubung dengan koneksi internet rumah tangga, sehingga dikenal sebagai “residential IP address”.

Membangun proxy jahat tidaklah mudah. Untuk memasukkan sebuah perangkat ke dalam jaringan, pelaku ancaman perlu menanam malware yang begitu terdeteksi akan langsung ditandai dan dikarantina oleh produk antivirus. Dalam serangan terbaru yang ditemukan GreyNoise, pelaku justru memilih aplikasi legal yang memiliki fungsi serupa.

Peneliti menemukan seseorang memasang Pawns.app, yang utamanya merupakan platform rewards yang memungkinkan pengguna mendapatkan uang dengan mengisi survei online dan memainkan game. Namun, aplikasi ini sebelumnya menawarkan fitur berbagi bandwidth yang memungkinkan pengguna mendapat uang dengan membiarkan klien bisnis mengarahkan lalu lintas internet mereka melalui alamat IP residensial pengguna.

Pada awal tahun, aplikasi tersebut menghentikan fitur itu, tetapi tampaknya fitur tersebut masih berfungsi pada versi-versi lama. “Per 2026, Pawns.app tidak menawarkan berbagi bandwidth internet,” demikian bunyi notifikasi di situs web aplikasi tersebut. “Fitur ini dihentikan dan tidak lagi diasosiasikan dengan Pawns.app.”

Meski begitu, syarat dan ketentuan aplikasi masih mendeskripsikan traffic sharing sebagai fitur yang tersedia pada beberapa versi aplikasi. Situs bisnis Pawns.app juga masih mempromosikan SDK untuk monetisasi bandwidth.

CDN - Content Delivery Network - Content Distribution Network - A Network of Proxy Server and Data Center Locations Distributed Throughout the World - 3D Illustration

Menurut GreyNoise, celah inilah yang kemudian dimanfaatkan. Pelaku menyasar D-Link ShareCenter NAS devices, Ubiquiti UniFi Video NVRs, serta SAP NetWeaver Visual Composers. Ketiga perangkat tersebut mengandung kerentanan yang berbeda: CVE-2024-3272 dan CVE-2024-3273 untuk D-Link, CVE-2021-44228 untuk Ubiquiti, dan CVE-2025-31324 untuk SAP. Kerentanan-kerentanan itu digunakan untuk menanam Pawns.app.

GreyNoise juga menyebut bahwa pelaku menargetkan perangkat Hikvision dan Dahua DVR/NVR, tetapi tidak merinci kerentanan apa yang dimanfaatkan terhadap perangkat-perangkat tersebut. Pada saat publikasi, peneliti mengidentifikasi sedikitnya 143 perangkat yang terkompromi di seluruh dunia, berlokasi di 34 negara berbeda. Meskipun semuanya memiliki perangkat lunak legal terpasang, aplikasi itu dipasang tanpa pengetahuan atau persetujuan pemilik perangkat, sehingga seluruh rangkaian aksi tersebut menjadi ilegal.

Risiko dan Langkah Pencegahan

GreyNoise menegaskan perbedaan mendasar antara fitur berbagi bandwidth yang bersifat sukarela dengan proxyjacking. “Meskipun ‘earn on your internet’ bersifat sukarela, proxyjacking adalah kejahatan. Proxyjacking adalah ketika MCA (malicious cyber actor) memaksa perangkat korban masuk ke dalam jaringan proxy untuk memonetisasi bandwidth mereka,” peringatkan GreyNoise.

Jika Anda khawatir ada pihak yang melakukan hal serupa terhadap perangkat yang Anda kendalikan, GreyNoise membuat layanan gratis yang memungkinkan Anda memeriksa apakah alamat IP Anda pernah berinteraksi dengan Global Observation Grid miliknya. Peneliti menyebut layanan itu dapat menjadi indikator potensial terjadinya proxyjacking.

Selain memindai alamat IP, bisnis disarankan untuk mengedukasi karyawan tentang risiko yang terkait dengan pemasangan aplikasi gratis. Edukasi juga perlu mencakup pentingnya menjaga perangkat tetap ter-patch. Perusahaan diminta mendeteksi alamat IP residential proxy di dalam log autentikasi, serta mendeteksi penyimpangan dalam perilaku autentikasi pengguna dan karakteristik di luar geolokasi, seperti ketidakcocokan pada pengenal perangkat atau pengenal sesi.

Kampanye proxyjacking ini menegaskan bahwa perangkat lunak legal pun bisa menjadi vektor serangan yang efektif. Selama kerentanan perangkat tidak ditambal dan kontrol akses tidak diperketat, perangkat yang tampak aman tetap berisiko dimasukkan ke dalam jaringan proxy tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Pengguna yang ingin memperkuat perlindungan dapat merujuk pada sejumlah rekomendasi antivirus untuk berbagai kebutuhan dan anggaran. Beberapa pilihan yang direkomendasikan antara lain Bitdefender Total Security sebagai opsi terbaik secara keseluruhan, Norton 360 with LifeLock untuk keluarga, dan McAfee Mobile Security untuk perangkat mobile.

Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan keamanan siber dan kebijakan teknologi, isu proxyjacking ini menambah daftar panjang tantangan perlindungan data di tingkat perangkat. Perkembangan terkait kartu nama digital dan inovasi jaringan lain juga menunjukkan bahwa ekosistem internet terus bergerak cepat, sehingga kewaspadaan terhadap celah keamanan menjadi semakin penting.

[CONCLUSION]
Kampanye proxyjacking yang ditemukan GreyNoise menegaskan bahwa perangkat lunak legal dapat disalahgunakan untuk membajak koneksi internet. Dengan 143 perangkat terkompromi di 34 negara, patching perangkat dan kontrol akses yang ketat menjadi langkah paling mendasar untuk mencegah perangkat Anda masuk ke jaringan proxy tanpa izin.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.