📑 Daftar Isi

Logo Samsung sebagai investor startup chip AI Euclyd penantang Nvidia

Samsung Danai Euclyd, Chip AI Penantang Nvidia Meluncur 2028

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Samsung ikut mendanai Euclyd, startup chip AI Belanda penantang Nvidia
  • Putaran Seri A Euclyd capai 200 juta euro atau 231 juta dolar AS
  • Produk komersial Euclyd baru dikirim ke pelanggan pada 2028
  • Dua lini bisnis: jual hardware langsung dan lisensi desain chip
  • Samsung berperan lewat akses memori, rekayasa, dan rantai pasok
  • Euclyd targetkan ribuan pelanggan enterprise pada 2030
  • OpenAI, Google, AWS, dan Meta juga kembangkan chip AI sendiri

Telset.id – Samsung resmi ikut mendanai Euclyd, startup perancang chip asal Belanda yang menargetkan dominasi Nvidia di pasar perangkat keras kecerdasan buatan. Langkah ini menjadi sinyal bahwa peta persaingan chip AI mulai bergeser, meski produk komersial Euclyd baru akan sampai ke tangan pelanggan pada 2028. Keterlibatan Samsung disebut tidak sekadar soal uang, melainkan akses ke rantai pasok memori dan jaringan manufaktur global.

Euclyd menutup putaran pendanaan senilai 231 juta dolar AS, dengan dukungan dari sejumlah perusahaan di luar raksasa elektronik Korea Selatan itu. Putaran Seri A tersebut totalnya mencapai 200 juta euro dan dipimpin bersama oleh Somerset Capital Partners, Scaleup Europe Fund, dan Innovation Industries, bersama Samsung. Perusahaan yang berdiri pada 2024 ini mengembangkan sistem chip dengan arsitektur berbeda dari prosesor grafis konvensional, mencakup lapisan prosesor sekaligus memori.

Nvidia sendiri awalnya membangun GPU untuk video game, namun kemudian menjadi inti bagi pelatihan dan inferensi AI, yang mengantar perusahaan itu menjadi yang paling bernilai di dunia. Dominasi tersebut kini mencakup pasar chip berperforma tertinggi yang tersedia saat ini, meski rival-rival baru bermunculan dengan cepat.

Dua Lini Bisnis Euclyd dan Peran Strategis Samsung

Dalam wawancara eksklusif dengan CNBC, Chief Executive Euclyd Bernardo Kastrup menyatakan modal yang diperoleh akan menopang dua lini bisnis terpisah. Lini pertama menjual perangkat keras fisik dan sistem rak langsung ke perusahaan yang ingin menjalankan inferensi AI mereka sendiri secara aman di lokasi. Lini kedua melisensikan kekayaan intelektual dasar kepada perusahaan yang ingin membangun chip sendiri memakai desain Euclyd.

Kastrup menegaskan bahwa kontribusi Samsung melampaui dana yang disetorkan ke putaran pendanaan. “Samsung dapat membantu kami lebih dari sekadar uang. Mereka salah satu produsen memori terbesar di dunia,” ujar Kastrup. “Mereka melakukan banyak rekayasa, mereka tahu banyak tentang sistem, mereka tahu rantai pasok, mereka punya jaringan yang sangat besar.”

Meski Euclyd memperkirakan mulai mengirim chipnya dalam dua tahun, perusahaan menargetkan melayani ribuan pelanggan enterprise pada 2030. Sistem perusahaan ini sejauh ini masih belum terbukti pada skala komersial yang berarti, sehingga performa di dunia nyata masih menjadi pertanyaan terbuka.

Samsung Logo

Kastrup juga menyoroti alasan di balik kebutuhan mengubah fondasi infrastruktur AI. “AI sedang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi, penemuan ilmiah, dan daya saing nasional, tetapi potensinya akan tetap terbatas kecuali kita secara fundamental mengubah infrastruktur di bawahnya,” katanya.

Persaingan Chip AI Semakin Terbuka

Beberapa perusahaan teknologi besar tengah menempuh jalur serupa untuk mengurangi ketergantungan pada prosesor Nvidia untuk beban kerja AI. OpenAI mengumumkan pada Agustus bahwa chip AI internal pertamanya, bernama Jalapeño, menghadirkan kecepatan dan efisiensi terdepan di industri. Google, Amazon Web Services, dan Meta masing-masing juga mengembangkan chip sendiri untuk kebutuhan AI internal mereka.

Yang masih menjadi pertanyaan besar adalah apakah startup kecil asal Belanda tanpa produk yang sudah dikirim mampu menggerus posisi Nvidia secara signifikan, mengingat skala yang terlibat. Euclyd belum memiliki produk yang terbukti secara komersial, sementara para pemain besar sudah lebih dulu bergerak dengan sumber daya yang jauh lebih besar.

Etched system tray

Langkah Samsung mendanai Euclyd menunjukkan bahwa produsen memori ingin memastikan posisinya di rantai pasok chip AI generasi berikutnya, bukan hanya bergantung pada satu arsitektur yang kini dikuasai Nvidia. Bagi pasar, kehadiran pendanaan sebesar 231 juta dolar AS ini menjadi penanda bahwa investor masih melihat ruang bagi arsitektur alternatif, meski hasilnya baru bisa dinilai setelah 2028.

Sejumlah pengamat industri menilai bahwa persaingan di segmen chip AI tidak lagi hanya soal performa mentah, tetapi juga soal siapa yang mampu menguasai lapisan memori, sistem, dan lisensi desain. Euclyd memposisikan diri di seluruh lapisan tersebut, dengan Samsung sebagai mitra yang menguasai salah satu komponen paling kritis, yaitu memori. Namun, tanpa produk yang sudah dikirim, klaim performa Euclyd masih harus dibuktikan di lapangan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi lebih lanjut mengenai harga, spesifikasi rinci, atau mitra enterprise pertama Euclyd. Yang jelas, peta persaingan chip AI pada 2026 ini semakin ramai dengan masuknya pendatang baru yang didukung pemain besar seperti Samsung.

[WIDGET]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.