Telset.id – Persaingan asisten AI untuk urusan sehari-hari semakin ketat. Tab resmi keluar dari mode stealth dengan valuasi 300 juta dolar AS atau sekitar Rp4,6 triliun, didukung investor seperti SV Angel, Valar Ventures, dan American Spirit. Startup AI konsumen ini didirikan oleh Brennan Erbz, Stafford Schlitt, dan Ammar Amdani. Kehadiran Tab menambah opsi di tengah persaingan Meta Muse dan Instinct yang lebih dulu menarik perhatian.
Berbeda dari asisten AI yang memerlukan aplikasi terpisah, Tab dirancang bekerja lewat aplikasi pesan yang sudah Anda gunakan. Saat ini Tab mendukung iMessage dan WhatsApp, sehingga Anda bisa mengirim pesan ke asisten ini layaknya berkirim pesan dengan teman, lalu memintanya menyelesaikan tugas untuk Anda.
Konsepnya sederhana: kirim pesan ke Tab berisi apa yang Anda butuhkan, dan AI itu langsung bekerja. Tab dipromosikan sebagai “AI yang Anda kirimi pesan saat butuh sesuatu diselesaikan”. Perusahaan mengklaim Tab mampu menangani beragam tugas personal, mulai dari hal ringan hingga pekerjaan yang biasanya butuh angkat telepon.
Kemampuan Tab dan Cara Bergabung Waitlist
Saat ini siapa pun yang tertarik mencoba Tab dapat masuk daftar tunggu melalui situs resminya dengan memasukkan nomor ponsel. Setelah itu, Anda akan diarahkan untuk mengirim pesan ke Tab lewat iMessage atau WhatsApp. Anda juga bisa mengundang teman, di mana referral yang berhasil akan menaikkan posisi Anda di daftar tunggu.
Tab dirancang seperti seseorang yang Anda kirimi pesan ketika butuh bantuan menyelesaikan sesuatu. Anda bisa memintanya mencari dan memesan tiket pesawat, menelepon hotel untuk mengubah reservasi, mengubah PDF menjadi spreadsheet, atau melacak dan memesan suku cadang pengganti yang tepat untuk barang yang Anda miliki.
Anda tidak terbatas pada teks. Tab menerima foto, tangkapan layar, PDF, dan video, yang bisa dipakai untuk menyelesaikan tugas atau membuat sesuatu yang baru. Jika butuh informasi tambahan, Tab dapat mengajukan pertanyaan lanjutan dan mengirim pembaruan selama bekerja. Anda juga tidak harus menjaga percakapan tetap terbuka saat menunggu, karena Tab menyebut tugas berdurasi panjang dapat berjalan di latar belakang sebelum hasilnya dikembalikan ke thread pesan yang sama.
Yang membuat Tab menarik adalah ia memiliki lingkungan komputasi dan browser sendiri. Itu memungkinkan asisten membuka situs web, bekerja dengan akun yang Anda hubungkan, dan melanjutkan pekerjaan saat Anda kembali ke tugas sebelumnya. Tab juga bisa menangani pekerjaan yang biasanya mengharuskan Anda mengangkat telepon. Tab mengklaim dapat menelepon hotel, kantor dokter, atau vendor, menunggu di saluran tunggu, mengajukan pertanyaan, lalu mengirim pesan kepada Anda tentang apa yang terjadi. Anda juga bisa memintanya menjadwalkan ulang janji temu atas nama Anda.
Baca Juga:
Tab bahkan bisa menangani transaksi. Jika Anda memintanya memesan barang, memesan tempat, atau membayar tagihan, asisten menunjukkan apa yang akan dibeli, berapa biayanya, dan ke mana uangnya mengalir sebelum meminta persetujuan. Setelah Anda menyetujui pembayaran, Tab menyelesaikan transaksi, mengirim struk kembali ke thread pesan Anda, dan dapat terus melacak apa yang terjadi selanjutnya.
Kemampuan memproses dokumen dan mencatat detail pekerjaan ini sejalan dengan tren alat produktivitas berbasis AI yang makin banyak dipakai untuk menangani tugas administratif. Beberapa perangkat seperti Plaud One Earbuds dan aplikasi seperti Granola di Apple Watch juga mengandalkan AI untuk merekam dan merangkum aktivitas pengguna.
Perbedaan Tab dan Meta Muse
Meta Muse tampil lebih sebagai AI companion yang bisa diajak berinteraksi lewat percakapan terus-menerus dan dipersonalisasi sesuai keinginan serta kebutuhan Anda. Dari deskripsi resmi Tab, produk ini lebih dipromosikan sebagai asisten AI yang tujuan utamanya menyelesaikan tugas apa pun yang Anda berikan.
Muse lebih ke arah “bicaralah padaku tentang dirimu dan beri tahu apa yang harus kubantu”, sementara Tab tampak sepenuhnya berfokus pada “beri aku tugasnya dan aku akan menanganinya untukmu”. Perbedaan pendekatan ini menunjukkan Tab memposisikan diri bukan sebagai teman ngobrol, melainkan sebagai pelaksana tugas.
Pendekatan berbasis pesan yang dipilih Tab juga menghadirkan pengalaman berbeda dibanding alat meeting berbasis AI. Solusi seperti Google Meet lewat Gemini berfokus pada pencatatan notulen rapat, sedangkan Tab menyasar tugas personal harian lintas aplikasi.
Dengan valuasi 300 juta dolar AS dan dukungan SV Angel, Valar Ventures, serta American Spirit, Tab masuk ke pasar yang sudah diisi Meta Muse dan Instinct. Bagi pengguna, kehadiran Tab menambah pilihan asisten AI yang bisa diakses langsung dari iMessage dan WhatsApp tanpa perlu memasang aplikasi terpisah. Yang bisa dilakukan sekarang adalah masuk daftar tunggu lewat situs Tab dan mencoba sendiri kemampuannya.
[IMAGE: https://cdn.mos.cms.futurecdn.net/WTWi75CHsu76Wvj5E2xtDS.jpg]
[IMAGE: https://cdn.mos.cms.futurecdn.net/LALGWmRbEhKyP8tPQxqebg.png]





Komentar
Belum ada komentar.