Data center dengan rak server dan lampu menyala di Virginia

Virginia Wajibkan Data Center Bayar Infrastruktur Listrik Sendiri

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Virginia mewajibkan data center membayar infrastruktur listrik khusus yang digunakan fasilitas mereka
  • State Corporation Commission memerintahkan utilitas tidak lagi membebankan biaya infrastruktur ke pelanggan umum
  • Virginia menampung 570 data center, terbanyak di AS, dengan konsumsi listrik terus meningkat
  • PJM Interconnection menaikkan harga listrik 76% akibat permintaan dari data center
  • Gubernur Abigail Spanberger: kebijakan ini hemat "ratusan juta dolar" bagi warga Virginia
  • Mengikuti arahan Presiden Trump agar perusahaan AI "membayar sendiri" infrastruktur
  • Oregon juga menerapkan tarif lebih tinggi untuk data center di atas 20 MW melalui POWER Act
  • Kebijakan bisa jadi preseden bagi negara bagian lain yang menghadapi masalah serupa

Telset.id – Negara bagian Virginia, Amerika Serikat, kini mewajibkan pusat data untuk membayar biaya infrastruktur listrik yang dibuat khusus untuk memenuhi kebutuhan daya mereka yang terus meningkat. Kebijakan ini hadir di tengah lonjakan harga listrik yang terjadi seiring ekspansi fasilitas kecerdasan buatan (AI) di wilayah tersebut. Otoritas setempat menyatakan bahwa aturan baru ini dapat mencegah pelanggan listrik biasa menanggung biaya yang terkait dengan pembangunan pusat data besar.

Keputusan ini diambil oleh State Corporation Commission, regulator utilitas publik Virginia, yang memerintahkan pusat data untuk membayar infrastruktur transmisi yang digunakan secara eksklusif oleh fasilitas mereka. Dengan demikian, utilitas tidak lagi dapat membebankan biaya infrastruktur khusus tersebut kepada basis pelanggan yang lebih luas. Langkah ini menjadi sorotan utama karena Virginia menampung setidaknya 570 fasilitas pusat data, menjadikannya pusat data terbesar di Amerika Serikat.

A data center with racks of servers and lots of lights glowing

Konsumsi listrik yang terus bertumbuh dari pusat data telah menuntut investasi besar dalam infrastruktur transmisi, meningkatkan tekanan pada sistem tenaga regional. Harga listrik di kawasan tersebut memang telah meningkat secara substansial, dengan PJM Interconnection menaikkan harga sebesar 76% selama perubahan kapasitas pasar terbaru. Monitoring Analytics, pengawas pasar independen, mengaitkan sebagian besar kenaikan tersebut dengan permintaan yang tumbuh dari pusat data.

Isu ini menjadi penting secara politik karena perusahaan kecerdasan buatan terus memperluas kapasitas komputasi mereka di seluruh Virginia. Bahkan, beberapa otoritas lokal telah meminta karyawan dan institusi, termasuk sekolah, untuk mengurangi konsumsi listrik selama periode permintaan tinggi.

“Kami mengambil langkah nyata untuk mengatasi kenaikan biaya energi bagi warga Virginia,” ujar Gubernur Virginia, Abigail Spanberger. “Saya akan terus bekerja dengan Majelis Umum dan mengambil tindakan untuk memastikan pusat data membayar bagian yang adil, mematuhi standar lingkungan yang ketat, dan mendengarkan kekhawatiran masyarakat lokal.”

Kebijakan Virginia ini berbeda dengan pendekatan di negara bagian lain. Oregon, misalnya, telah memberlakukan tarif listrik yang lebih tinggi untuk pusat data yang mengonsumsi setidaknya 20 MW, berdasarkan ketentuan dalam POWER Act. Portland General Electric kemudian menaikkan tarif untuk konsumen besar tersebut sebesar 30%, sementara biaya listrik perumahan turun sekitar 1,3%. Pendekatan Virginia lebih fokus secara spesifik pada infrastruktur yang didedikasikan untuk proyek pusat data individual.

Power cables stretching out in front of the horizon

Keputusan Virginia mengikuti upaya Presiden Donald Trump untuk membuat perusahaan AI besar mendanai infrastruktur yang dibutuhkan oleh operasi mereka yang berkembang. Trump bertemu dengan perusahaan AI terkemuka di Gedung Putih pada bulan Maret dan mendesak mereka untuk “membayar sendiri” infrastruktur yang diperlukan. Pemerintahan Trump kemudian memperluas pendekatan ini pada bulan Juli dengan menyerukan gubernur, utilitas, dan pengembang pusat data untuk mengikuti prinsip serupa.

Meskipun demikian, para kritikus mempertanyakan apakah komitmen sukarela dapat secara signifikan mengubah biaya listrik tanpa persyaratan negara bagian atau federal yang dapat ditegakkan. Virginia saat ini termasuk di antara sedikit negara bagian yang mengambil tindakan konkret terhadap kenaikan biaya listrik yang terkait dengan pengguna listrik besar.

An aerial view of a 33 megawatt data center (LOWER C) with closed-loop cooling system on April 14, 2026 in Vernon, California.

Kebijakan ini bisa menjadi semakin penting seiring perusahaan AI memperluas alat AI yang membutuhkan fasilitas komputasi yang semakin kuat dan pasokan listrik yang lebih besar. Jika negara bagian lain mengadopsi persyaratan serupa, pusat data dapat menghadapi tanggung jawab yang lebih langsung atas biaya infrastruktur yang mereka hasilkan.

Bagi rumah tangga Virginia, pertanyaan langsungnya adalah apakah kebijakan ini benar-benar mencegah kenaikan listrik di masa depan, atau hanya mengubah siapa yang membayar tagihan infrastruktur yang ada. Spanberger menyatakan bahwa negara bagian memperkirakan langkah ini akan menghemat “ratusan juta dolar” bagi warga Virginia sambil mewajibkan pusat data untuk membayar bagian yang adil.

Dengan semakin banyaknya negara bagian yang mulai memperhatikan dampak pusat data terhadap infrastruktur listrik, kebijakan Virginia dapat menjadi preseden penting. Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam cara biaya infrastruktur didistribusikan antara operator pusat data dan konsumen listrik biasa, dengan fokus pada keadilan biaya di tengah pertumbuhan industri AI yang pesat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.