📑 Daftar Isi

VodafoneThree CEO Max Taylor dan kacamata AI Ray-Ban Meta Gen 2

Vodafone Luncurkan SuperMobile untuk Dukung AI Glasses dengan Kecepatan 4x Lebih Cepat

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Vodafone meluncurkan SuperMobile, kategori konektivitas seluler baru untuk produk generative AI
  • Kecepatan hingga 4x lebih cepat dari paket standar dengan jaminan minimum 15Mbps
  • Pelanggan bisa keluar tanpa penalti jika kecepatan turun di bawah 15Mbps
  • Ditujukan untuk mendukung perangkat seperti Meta Glasses yang membutuhkan latensi rendah
  • Harga £3 lebih mahal dari paket Xtra, £8 dari SIM-only 100Mbps, £4 dari paket handset 100Mbps
  • Add-on bulanan bergulir tersedia seharga £12
  • Rob Winterschladen, Consumer Director Vodafone, memimpin pengumuman layanan ini

Telset.id – Vodafone mengumumkan layanan baru bernama SuperMobile, sebuah kategori konektivitas seluler yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan produk generative AI seperti Meta Glasses. Layanan ini menjanjikan kecepatan hingga 4x lebih cepat dibandingkan paket standar Vodafone, dengan jaminan kecepatan minimum 15Mbps setiap saat.

Jika koneksi pengguna SuperMobile turun di bawah 15Mbps, pelanggan berhak membatalkan paketnya tanpa dikenakan biaya penalti. Langkah ini merupakan respons Vodafone terhadap meningkatnya kebutuhan bandwidth untuk perangkat wearable berbasis AI yang membutuhkan latensi rendah dan koneksi stabil.

“Di dunia streaming seluler, dan di dunia baru generative AI yang membutuhkan latensi rendah yang andal, SuperMobile adalah paket yang menghadirkan performa unggul,” ujar Rob Winterschladen, Consumer Director Vodafone, dalam pengumuman resminya. “Jika Anda percaya pada potensi AI, maka Anda juga percaya pada potensi SuperMobile.”

SuperMobile dan Masa Depan Konektivitas AI

Latensi merujuk pada jeda waktu antara permintaan pengguna dan respons sistem. Semakin rendah latensi, semakin cepat respons yang dihasilkan. Untuk menikmati streaming 4K dan gaming online yang responsif, pengguna membutuhkan kecepatan internet konsisten antara 25 hingga 50Mbps. Namun dengan hadirnya SuperMobile, Vodafone mengantisipasi masa depan di mana perangkat seluler menuntut bandwidth yang jauh lebih besar.

Winterschladen menjelaskan bahwa kebutuhan latensi rendah akan semakin besar seiring berkembangnya penggunaan AI. “Jika Anda bertanya ke ChatGPT, ‘Bagaimana cuaca hari ini?’, Anda tidak benar-benar membutuhkan latensi super rendah,” katanya. “Di sinilah pentingnya latensi rendah — dengan pembuatan konten video, produk augmented reality seperti Meta Glasses; hal semacam itu. Jika Anda berjalan di jalan dengan sepasang Meta Glasses, dan AI secara real-time menampilkan AR di layar Anda, di situlah latensi rendah menjadi lebih penting.”

VodafoneThree CEO Max Taylor and Lance Ulanoff side-by-side

“Jadi jika Anda percaya pada potensi generative AI,” lanjut Winterschladen, “dan kami percaya; kami melihatnya dari data yang melintasi jaringan kami — seiring penggunaan tersebut menjadi lebih rumit dan menuntut latensi rendah, di situlah SuperMobile berperan. Ini 5G+, pada slice, dengan latensi super rendah, dan oleh karena itu generative AI akan menjadi lebih responsif.”

Dengan kata lain, Vodafone melakukan future-proofing terhadap penawaran konektivitasnya untuk platform AI dan wearable yang haus bandwidth. Kacamata pintar seperti Ray-Ban Meta mungkin belum sepopuler smartphone saat ini, tapi tren menunjukkan arah tersebut. OpenAI misalnya, sedang mengembangkan wearable bertenaga ChatGPT bersama desainer Apple sebelumnya, Jony Ive, sementara Apple sendiri dikabarkan sedang merancang AirPods baru bertenaga AI yang dilengkapi kamera.

Vodafone sebelumnya juga telah menunjukkan komitmennya pada teknologi AI dan jaringan. Perusahaan ini pernah menggunakan AI avatar dalam kampanye iklannya, sebuah langkah yang menuai respons beragam dari publik.

Jaminan Kecepatan Minimum 15Mbps

Terlepas dari visi besar Vodafone tentang masa depan, paket SuperMobile menghadirkan manfaat yang lebih konkret: jaminan kecepatan internet minimum 15Mbps. Jika kecepatan paket turun di bawah angka tersebut — bahkan hanya sekali — pelanggan bisa keluar tanpa biaya.

Jaminan ini tidak sepenuhnya “tanpa syarat”, namun cukup mendekati. “Pelanggan harus berada di jaringan 5G+,” jelas Winterschladen kepada TechRadar. “Kami telah membangun kemampuan untuk melakukan tes kecepatan, jadi kami akan melihat hasil tes tersebut, dan jika paket SuperMobile Anda tidak mencapai minimum 15Mbps, maka kami akan melepas pelanggan. Pertanyaannya sekarang, ‘Ke mana lagi Anda akan pergi untuk mendapatkan performa yang lebih baik?’ Tapi ya, jika tes kecepatan kami menunjukkan pelanggan mendapatkan kurang dari 15Mbps, dan mereka berada di 5G+, maka kami akan melepas mereka tanpa penalti.”

Winterschladen juga menambahkan bahwa kebutuhan latensi rendah akan terus berkembang seiring waktu. “Tergantung pada kasus penggunaannya, kebutuhan akan latensi rendah semakin besar. Jika Anda bertanya ke ChatGPT soal cuaca, Anda tidak butuh latensi super rendah. Yang lebih penting — dan saya pikir kita berada di fase awal evolusi penggunaan latensi rendah — adalah pembuatan konten video dan produk augmented reality seperti Meta Glasses.”

Meta Essilor Luxottica AI Glasses

Perkembangan SuperMobile ini sejalan dengan ekspansi Vodafone di berbagai lini. Perusahaan ini sebelumnya juga meluncurkan layanan 5G di Spanyol bekerja sama dengan Huawei, menunjukkan keseriusan operator ini dalam mengembangkan infrastruktur jaringan generasi baru.

Paket SuperMobile Vodafone tersedia sekarang dengan harga £3 lebih mahal per bulan dibandingkan paket Xtra kecepatan penuh, £8 lebih mahal dari paket SIM-only 100Mbps, £4 lebih mahal dari paket handset 100Mbps, atau sebagai add-on bulanan bergulir seharga £12.

Langkah Vodafone menghadirkan SuperMobile menunjukkan bagaimana operator seluler beradaptasi dengan era baru komputasi berbasis AI. Kacamata pintar dan perangkat wearable AI lainnya membutuhkan koneksi yang stabil dengan latensi rendah untuk memberikan pengalaman yang mulus. Tanpa infrastruktur yang memadai, potensi perangkat tersebut tidak akan bisa dimanfaatkan secara optimal.

Vodafone juga dikenal aktif dalam berbagai inovasi jaringan. Perusahaan ini sebelumnya berkolaborasi dengan Nokia untuk mewujudkan streaming dari Bulan, sebuah proyek ambisius yang menunjukkan kapabilitas teknis operator ini dalam menghadirkan konektivitas di lingkungan ekstrem.

Dengan SuperMobile, Vodafone menempatkan diri di garda depan dalam menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan untuk era AI. Operator ini tidak hanya menawarkan kecepatan lebih tinggi, tetapi juga jaminan kualitas layanan yang belum pernah ada sebelumnya di industri telekomunikasi seluler.

Bagi pengguna yang aktif menggunakan aplikasi AI generatif, bermain game online, atau streaming konten 4K, paket SuperMobile menawarkan solusi konektivitas yang dirancang khusus untuk kebutuhan tersebut. Jaminan kecepatan minimum 15Mbps juga memberikan ketenangan pikiran bahwa kualitas koneksi akan selalu terjaga.

Meskipun demikian, efektivitas SuperMobile akan sangat bergantung pada cakupan jaringan 5G+ Vodafone. Seperti yang dijelaskan Winterschladen, pelanggan harus berada di jaringan 5G+ untuk memanfaatkan jaminan kecepatan minimum tersebut. Ini berarti ketersediaan layanan akan terbatas pada area yang memiliki infrastruktur 5G+.

Peluncuran SuperMobile juga menjadi sinyal bagi industri telekomunikasi lainnya bahwa persaingan tidak lagi hanya soal kecepatan maksimal, tetapi juga jaminan kualitas minimum. Pendekatan Vodafone ini bisa menjadi preseden baru dalam industri, di mana operator berlomba memberikan layanan terbaik untuk mendukung ekosistem AI yang sedang berkembang pesat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.